<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962</id><updated>2011-12-31T14:49:23.348+09:00</updated><category term='nasehat'/><category term='Manaqib_Habaib'/><category term='Puisi'/><category term='Idul_Fitri'/><category term='wirdullatif'/><category term='Download'/><category term='da&apos;wah'/><category term='Wara&apos;'/><category term='Ulama'/><category term='ratibhaddad'/><category term='sirah_nabawiyah'/><category term='almuhaddits'/><category term='renungan'/><category term='syahid'/><category term='ma&apos;had'/><category term='Kepemimpinan_Rasul'/><category term='Sholat'/><category term='Sufi'/><category term='almaut'/><category term='karir'/><category term='Wasiat'/><category term='manhaj'/><category term='takabbur'/><category term='ikhlash'/><category term='Al-Quran'/><category term='Mimpi'/><category term='Hubbu_Rosul_saww'/><category term='Keluarga_Sakinah'/><category term='Islam'/><category term='Akhlak'/><category term='Ramadhan'/><category term='syair'/><category term='cinta'/><category term='Baitullah'/><category term='Ukhuwah_Islamiyah'/><category term='khuruj_li_da&apos;wah'/><category term='Tarikh'/><category term='Kematian'/><category term='Kubur'/><category term='habaib'/><category term='Kalam_Habaib'/><category term='Lidah'/><category term='Hati'/><category term='Aqidah'/><category term='Neraka'/><category term='rubat_tarim'/><category term='Kaligrafi'/><category term='Rasul'/><category term='Wahyu'/><category term='Darul_Mustafa'/><category term='Puasa'/><category term='Waliyullah'/><category term='Maulid'/><title type='text'>Majelis "Ar Rahmah" Kota Ambon</title><subtitle type='html'>Life is Test. Islam is Best. Grateful at ALLAH is Must. Aakhirat is for Rest. World is Only Dust. If QURAN is in Chest. Nothing Need Next.Obey ALLAH First . . .</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>45</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-3071748028680405875</id><published>2009-09-26T11:14:00.006+09:00</published><updated>2009-09-26T11:44:35.450+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ukhuwah_Islamiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Idul_Fitri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasehat'/><title type='text'>Hikmah Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/Sr18cqspeMI/AAAAAAAAAXg/XbibBPsn6tI/s1600-h/n1240985347_299.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 328px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/Sr18cqspeMI/AAAAAAAAAXg/XbibBPsn6tI/s400/n1240985347_299.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385597561344719042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;Alhamdulillah , selesai sudah tugas yang diberikan oleh Allah swt kepada kita sekalian, orang-orang yang beriman, untuk melatih diri kita mengendalikan semua keinginan dan kemauan nafsu kita sendiri, agar kita sekalian dapat melaksanakan perintah-perintah Allah yang pada dasarnya sangat dibenci oleh nafsu, dan agar kita dapat meninggalkan larangan-larangan Allah swt yang pada dasarnya sangat disenangi oleh nafsu.&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;Selama berpuasa kita telah mampu menahan nafsu kita untuk tidak memakan ma-kanan milik kita sendiri di siang hari meskipun kita sangat lapar dan sendirian tanpa ada orang lain yang melihat kita, hanya karena kita takut melanggar larangan Allah swt. Selama berpuasa kita telah mampu menahan nafsu kita untuk tidak meminum minuman milik kita sendiri di siang hari meskipun kita sangat haus dan jauh dari penglihatan orang lain, hanya karena kita ingin mentaati perintah Allah swt. Selama berpuasa kita telah dapat menahan nafsu kita untuk tidak mengumpuli isteri kita sendiri di siang hari meskipun nafsu syahwat dari kedua belah fihak telah berkobar-kobar, hanya karena kita ingin menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah swt. Sebab tujuan dari puasa itu justeru untuk menjadikan orang-orang yang melakukannya menjadi orang-orang yang bertaqwa kepada Allah swt sebagaimana firman Allah swt. dalam surat Al Baqarah ayat 183:&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون&lt;/photo&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu sekalian dapat bertaqwa.&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;Di hari Id Fitri, jiwa kita akan merasa tenang dan tenteram karena dosa-dosa kita kepada Allah swt. telah diampunkan oleh Allah swt. berkat puasa Ramadlan yang telah kita lakukan kare-na dorongan iman dan mengharapkan pahala dari Allah swt, sebagaimana sabda Nabi Be-sar Muhammad saww:&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدّم من ذنبه&lt;/photo&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;Barangsiapa yang berpuasa Ramadlan karena iman dan mengharapkan pahala, niscaya diampunkan baginya apa yang telah lalu dari dosanya.&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;Sesudah shalat hari raya nanti kita akan meminta maaf kepada keluarga kita, kaum kerabat dan famili kita, serta teman, tetangga dan kenalan kita dari kejahatan, kesalahan serta perbuatan dhalim yang pernah kita lakukan terhadap mereka, agar jiwa kita benar-benar terbebas dari dosa kepada Allah swt. dan kesalahan kepada sesama manusia. Dan dengan demikian kita akan dapat merasakan kebahagiaan yang sejati. Dalam surat Ali Imron ayat 112 Allah swt. telah berfirman yang artinya :"Mereka itu akan ditimpa kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka itu menyambung tali hubungan baik dengan Allah dan tali hubungan baik dengan sesama manusia."&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;Dengan menyambung tali hubungan baik dengan sesama manusia yang ditandai dengan masing-masing pribadi berani mengakui kesalahan dirinya dan berani meminta maaf kepada orang yang lebih muda usianya dan lebih rendah pangkat dan derajatnya, kehidupan masya rakat nampak rukun dan damai. Persatuan dan kesatuan masyarakat yang tulus dapat kita saksikan dengan jelas. Sedang persatuan dan kesatuan yang tulus dan murni dari sesuatu bangsa itu adalah merupakan salah satu kunci dari keberhasilan dalam mencapai pembangunan lahir dan bathin.&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;Sejarah telah membuktikan bahwa sewaktu Rasulullah saww berada di Madinah selama sebelas tahun, beliau dan para sahabat beliau telah mengalami peperangan akibat serangan dari orang-orang kafir dan orang-orang musyrik sebanyak 78 (tujuh puluh delapan) kali. Namun ummat Islam di bawah pimpinan Rasulullah saww. satu kalipun tidak pernah mengalami kekalahan. Di manakah kunci rahasia dari kemenangan ummat Islam pada za-man Rasulullah saww. dan juga pada zaman Khulafaur Rasyidin dalam peperangan melawan orang-orang kafir dan orang-orang musyrik? Kunncinya terletak pada tiga hal, yaitu:&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;  1. Karena keimanan ummat Islam kepada Allah swt dan kepada hari kiamat sangat tebal.&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;  2. Karena kecintaan ummat Islam kepada Nabi Besar Muhammad saww yang sangat besar&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;  3. Karena persatuan dan kesatuan ummat Islam sangat kuat.&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;Ad.1. Pada zaman Rasulullah saww. iman para sahabat kepada Allah swt. dan kepada hari kiamat adalah sangat tebal. Ketebalan iman mereka ini dibuktikan oleh sikap dari setiap orang Islam yang akan berangkat ke medan pertempuran yang selalu minta didoakan oleh seluruh anggauta keluarganya agar mati sebagai salah seorang syuhada’ dan jangan sampai pulang kembali ke rumah dalam keadaan hidup. Hal ini karena didorong oleh imannya yang sangat tebal bahwa orang yang mati syahid itu di hari kiamat kelak tidak termasuk orang yang boleh masuk sorga dan bukan termasuk orang yang dimasukkan ke dalam sorga, teta-pi termasuk orang yang diberi sorga atau pemilik sorga, sehingga dapat menempati sorga tersebut tanpa dihisab. Sedang semua anggauta keluarganya juga yakin dengan keyakinan yang tebal bahwa orang yang mati syahid itu dapat memberikan syafa’at atau pertolongan kepada anggauta keluarganya sebanyak 70 (tujuh puluh) orang, sehingga dengan ikhlas hati mereka mau mendoakan agar yang berangkat ke medan laga menjadi orang yang mati sya-hid.&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;Jika yang berangkat ke medan perang itu kebetulan sudah tidak punya anggauta ke-luarga sama sekali, dia langsung menghadap kepada Rasulullah saww. dan bertanya:&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;Ya Rasulullah, apakah bagianku jika aku mati dalam medan pertempuran? Jika Rasulullah saww. menjawab: لَكَ الْجَنَّة? = Bagianmu adalah sorga!, maka harta benda yang dimilikinya diserahkan kepada Rasulullah saww.untuk diurusi dan dia berpamitan kepada Rasulullah saww. untuk mati di medan laga.&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;Inilah kunci pertama dari sebab kemenangan ummat Islam yang terus menerus da-lam berperang melawan orang-orang kafir dan orang-orang musyrik. Akan tetapi di kala ummat Islam sudah dihinggapi perasaan takut mati dan kecintaan kepada Nabi Muhammad saww. sudah diganti dengan kecintaan kepada duniawiyah, maka mereka menjadi ummat yang selalu kalah dalam berperang melawan orang-orang kafir dan orang-orang musyrik.&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Rasulullah saww pernah bersabda:”Hampir saja para ummat mengepung kamu sekalian wahai ummat Islam, sebagai mana tukang-tukang makan mengepung ambeng mereka!. Ada seorang sahabat berkata: Apakah karena pada waktu itu jumlah kami sedikit? Beliau bersabda: Bahkan jumlah ka-mu pada waktu itu banyak; akan tetapi kwalitas iman kamu sekalian adalah kwalitas bu-ih, seperti buih banjir yang selalu mengikuti arah air. Dan sungguh Allah benar-benar akan mencabut dari dada musuhmu perasaan segan terhadap kamu dan Allah benar-benar akan meletakkan wahan pada hati kamu sekalian! Salah seorang sahabat berkata: Wahai Rasulullah, apakah wahan itu? Rasulullah bersabda: Cinta dunia dan benci mati.”&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;Demikianlah keadaan ummat Islam di seluruh dunia sekarang ini, sudah tidak lagi disegani oleh orang-orang kafir dan orang-orang musyrik, bahkan sudah dijadikan bulan-bulanan oleh mereka.&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;Pada masa Rasulullah saww. kecintaan ummat Islam kepada Rasulullah saww adalah sangat mendalam. Jika mereka mendengar perjuangan membela Rasulullah saww. atau mem-bela agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah saww., jangankan harta mereka, anak mereka, orang tua mereka dan semua orang yang mereka cintai, … diri mereka pun mereka korban-kan sebagai bukti keimanan mereka, sebagaimana sabda Rasulullah saww:&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;Tiadalah beriman salah seorang dari kamu sekalian, sehingga aku lebih dicintai olehnya dari pada dirinya sendiri, hartanya, anaknya, orang tuanya dan manusia semuanya.&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;Inilah kunci yang kedua dari kemenangan ummat Islam pada zaman Rasulullah dan pada zaman sahabat dalam berperang melawan musuh-musuh mereka, sehingga daerah ummat Islam semakin luas. Akan tetapi pada saat kecintaan ummat Islam kepada Nabi Mu-hammad saww. sudah diganti dengan kecintaan kepada dunia seperti sekarang ini, maka ummat Islam selalu mengalami kekalahan dalam melawan musuh-musuh mereka, sebagaimana diisyaratkan oleh hadits Nabi saww yang diriwayatkan oleh Abu Dawud di atas.&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;Pada zaman Rasulullah saww. persatuan dan kesatuan ummat Islam adalah sangat ku-at sekali. Mereka benar-benar mentaati perintah Allah swt yang tersebut dalam surat Ali Imran ayat 103 yang maknanya :&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah (agama Islam), dan ja-nganlah kamu bercerai-berai; dan kenanglah nikmat Allah kepada kamu ketika kamu bermusuh-musuhan (semasa Jahiliyah dahulu), lalu Allah menyatukan di antara hati ka-mu (sehingga kamu bersatu padu dengan nikmat Islam), maka menjadilah kamu dengan nikmat Allah itu orang-orang Islam yang bersaudara. Dan kamu dahulu telah berada di tepi jurang neraka (disebabkan kekufuran kamu semasa Jahiliyah), lalu Allah selamatkan kamu dari neraka itu (disebabkan nikmat Islam juga). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat keterangan-Nya supaya kamu mendapat petunjuk hidayah-Nya.&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;Walaupun di antara para sahabat itu terdapat perbedaan-perbedaan pendapat, namun per-bedaan pendapat yang ada di antara mereka itu tidak pernah merusak persatuan dan kesatu-an mereka yang mereka manifestasikan dalam shalat berjama’ah lima waktu. Mereka tidak pernah menjadikan perbedaan tersebut sebagai alasan untuk bertengkar dan berpecah belah apalagi untuk berperang saudara. Mereka saling menghormati perbedaan pendapat yang ada di antara mereka, sehingga persatuan dan kesatuan dapat tetap terjaga dengan baik.&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;Inilah kunci ketiga dari kemenangan ummat Islam dalam setiap pertempuran. Akan tetapi setelah ummat Islam sudah tidak lagi mau mentaati perintah Allah swt. yang tersebut dalam surat Ali Imron ayat 103 di atas, maka perbedaan pendapat yang tidak prinsip pun telah da-pat memecah belah dan menghancurkan persatuan dan kesatuan ummat Islam. Karena terdorong oleh sifat ambisi dan gila hormat serta ingin menang sendiri, maka di negara Indo-nesia yang tercinta ini telah terjadi berbagai macam kerusuhan, penjarahan, tindakan kekerasan, dan bahkan pembunuhan di mana-mana. Padahal sekarang ini bangsa Indonesia sedang menginginkan keadaan dan tatanan dalam segala bidang yang lebih baik dari pada apa yang pernah kita alami dengan mengadakan reformasi. Akan tetapi jika untuk mencapai tujuan reformasi tersebut sudah kita hancurkan lebih dahulu persatuan dan kesatuan bangsa, mungkinkah tujuan reformasi secara total yang kita dambakan itu dapat terwujud? Lebih-lebih dalam menghadapi berbagai macam krisis yang dialami oleh bangsa Indonesia sekarang ini, kita bangsa Indonesia tidak akan mampu menanggulangi dan menyelesaikannya, jika masing-masing kelompok masyarakat dari bangsa Indonesia tidak mampu menahan diri untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Lalu apa artinya latihan menahan diri dan menahan nafsu selama bulan Ramadlan jika setelah bulan Ramadlan kita tidak mampu mengamalkan hasil latihan tersebut dalam kehidupan sehari-hari?&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;Marilah  kita   perhatikan  firman Allah  dalam surat Al Anfal ayat  46 yang  artinya :”Dan taatlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berbantah-bantah (berteengkar); kalau tidak, niscaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang ke-kuatan kamu, dan bersabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); se-sungguhnya Allalh beserta orang-orang yang sabar.”&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/photo&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;photo style="font-family: verdana;"&gt;Akhirnya marilah kita memohon kepada Allah swt semog Allah swt berkenan me-nyelamatkan bangsa Indonesia dari pertikaian, perpecahan dan kehancuran, dan semoga berkenan mengantarkan bangsa Indonesia mencapai cita-citanya yang menjadi tujuan refor-masi dengan aman dan selamat, serta berkenan memaafkan segala dosa, kesalahan, kekurangan, kekhilafan dan kedhaliman kita sekalian bangsa Indonesia. Amin!&lt;/photo&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-3071748028680405875?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/3071748028680405875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/09/hikmah-idul-fitri.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/3071748028680405875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/3071748028680405875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/09/hikmah-idul-fitri.html' title='Hikmah Idul Fitri'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/Sr18cqspeMI/AAAAAAAAAXg/XbibBPsn6tI/s72-c/n1240985347_299.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-5825582217924618280</id><published>2009-09-12T03:42:00.005+09:00</published><updated>2009-09-26T10:15:04.431+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ikhlash'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati'/><title type='text'>Cinta, Rindu, dan Cemburu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/Sr1rAgf3hfI/AAAAAAAAAXY/fRWt77ehlvs/s1600-h/n1240985347_299.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 328px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/Sr1rAgf3hfI/AAAAAAAAAXY/fRWt77ehlvs/s400/n1240985347_299.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385578385872750066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Banyak orang berbicara tentang masalah ini tapi tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Atau tidak menjelaskan batasan-batasan dan maknanya secara syari. Dan kapan seseorang itu keluar dari batasan-batasan tadi. Dan seakan-akan yang menghalangi untuk membahas masalah ini adalah salahnya ¬pemahaman bahwa pembahasan masalah ini berkaitan dengan akhlaq yang rendah dan berkaitan dengan perzinahan, perkataan yang keji. Dan hal in adalah salah. Tiga perkara ini adalah sesuatu yang berkaitan dengan manusia yang memotivasi untuk menjaga dan mendorong kehormatan dan kemuliaannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="verdana" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Aku memandang pembicaraan ini yang terpenting adalah batasannya, penyimpangannya, kebaikannya, dan kejelekannya. Tiga kalimat ini ada dalam setiap hati manusia, dan mereka memberi makna dari tiga hal ini sesuai dengan apa yang mereka maknai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Cinta (AI-Hubb)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cinta yaitu Al-Widaad yakni kecenderungan hati pada yang dicintai, dan itu termasuk amalan hati, bukan amalan anggota badan/dhahir. Pernikahan itu tidak akan bahagia dan berfaedah kecuali jika ada cinta dan kasih sayang diantara suami-isteri. Dan kuncinya kecintaan adalah pandangan. Oleh karena itu, Rasulullah shalallahu alaihi wa alihi wa sallam, menganjurkan pada orang yang meminang untuk melihat pada yang dipinang agar sampai pada kata sepakat dan cinta, seperti telah kami jelaskan dalam bab Kedua.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SqqnFlx_5DI/AAAAAAAAAWU/bt-208gmRNY/s1600-h/butterfly__.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 275px; height: 205px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SqqnFlx_5DI/AAAAAAAAAWU/bt-208gmRNY/s400/butterfly__.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380296419330483250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Nasa’i dari Mughirah bin Su’bah Radhiyallahu ‘anhu berkata ;”Aku telah meminang seorang wanita”, lalu Rasulullah&lt;br /&gt;shalallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bertanya kepadaku :’Apakah kamu telah melihatnya ?” Aku berkata :”Belum”, maka beliau bersabda : ‘Maka lihatlah dia, karena sesungguhnya hal itu pada akhimya akan lebih menambah kecocokan dan kasih sayang antara kalian berdua’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kami tahu bahwa kebanyakan dari orang-orang, lebih-lebih pemuda dan pemudi, mereka takut membicarakan masalah “cinta”, bahkan umumnya mereka mengira pembahasan cinta adalah perkara-perkara yang haram, karena itu mereka merasa menghadapi cinta itu dengan keyakinan dosa dan mereka mengira diri mereka bermaksiat, bahkan salah seorang diantara mereka memandang, bila hatinya condong pada seseorang berarti dia telah berbuat dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, bahwa di sini banyak sekali kerancuan-kerancuan dalam pemahaman mereka tentang “cinta” dan apa-apa yang tumbuh dari cinta itu, dari hubungan antara laki-laki dan perempuan. Dimana mereka beranggapan bahwa cinta itu suatu maksiat, karena sesungguhnya dia memahami cinta itu dari apa-apa yang dia lihat dari lelaki-lelaki rusak dan perempuan-perempuan rusak yang diantara mereka menegakkan hubungan yang tidak disyariatkan. Mereka saling duduk, bermalam, saling bercanda, saling menari, dan minum-minum, bahkan sampai mereka berzina di bawah semboyan cinta. Mereka mengira bahwa ‘cinta’ tidak ada lain kecuali yang demikian itu. Padahal sebenarnya tidak begitu, tetapi justru sebaliknya.&lt;br /&gt;Sesungguhnya kecenderungan seorang lelaki pada wanita dan kecenderungan wanita pada lelaki itu merupakan syahwat dari syahwat¬-syahwat yang telah Allah hiaskan pada manusia dalam masalah cinta, Artinya Allah menjadikan di dalam syahwat apa-apa yang menyebabkan hati laki-laki itu cenderung pada wanita, sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang artinya) :&lt;br /&gt;“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak,… “,&lt;br /&gt;(Q.S Ali¬-Imran : 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan tidak ada rasa cinta lelaki pada wanita atau sebaliknya, maka tidak ada pernikahan, tidak ada keturunan dan tidak ada keluarga. Namun, Allah Ta’ala tidaklah menjadikan lelaki cinta pada wanita atau sebaliknya supaya menumbuhkan diantara keduanya hubungan yang diharamkan, tetapi untuk menegakkan hukum-hukum yang disyari’atkan dalam bersuami isteri, sebagaimana tercantum dalam hadits Ibnu Majah, dari Abdullah bin Abbas radiyallahu anhuma berkata : telah bersabda Rasulullah shalallahu alaihi wa alihi wa sallam :&lt;br /&gt;“Tidak terlihat dua orang yang saling mencintai, seperti pemikahan ?&lt;br /&gt;Dan agar orang-orang Islam menjauhi jalan-jalan yang rusak atau keji, maka Allah telah menyuruh yang pertama kali agar menundukan pandangan, karena pandangan’ itu kuncinya hati, dan Allah telah haramkan semua sebab-sebab yang mengantarkan pada Fitnah, dan kekejian, seperti berduaan dengan orang yang bukan mahramya, bersenggolan, bersalaman, berciuman antara lelaki dan wanita, karena perkara ini dapat menyebabkan condongnya hati. Maka bila hati telah condong, dia akan sulit sekali menahan jiwa setelah itu, kecuali yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala.&lt;br /&gt;Allah lah yang menghiasi bagi manusia untuk cinta pada syahwat ini, maka manusia mencintainya dengan cinta yang besar, dan sungguh telah tersebut dalam hadits bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;“Diberi rasa cinta padaku dari dunia kalian ; wanita dan wangi-wangian dan dijadikan penyejuk mataku dalam sholat?&lt;br /&gt;( HR Ahmad, Nasa’i, Hakim dan Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa Allah tidak akan menyiksa manusia dalam kecenderungan hatinya. Akan tetapi manusia akan disiksa dengan sebab jika kecenderungan itu diikuti dengan amalan-amalan yang diharamkan. Contohnya : apabila lelaki dan wanita saling pandang memandang atau berduaan atau duduk cerita panjang lebar, lalu cenderunglah hati keduanya dan satu sama lainnya saling mencinta, maka kecondongan ini tidak akan menyebabkan keduanya disiksanya, karena hal itu berkaitan dengan hati, sedang manusia tidak bisa untuk menguasai hatinya. Akan tetapi, keduanya diazab karena yang dia lakukan. Dan karena keduanya melakukan sebab yang menyampaikan pada ‘cinta’, seperti telah kami sebutkan. Dan keduanya akan dimintai tanggungjawab dan akan disiksa juga dari setiap keharaman yang dia perbuat setelah itu.&lt;br /&gt;Adapun cinta yang murni yang dijaga kehormatannya, maka tidak ada dosa padanya, bahkan telah disebutkan oleh sebagian ulama seperti Imam Suyuthi, bahwa orang yang mencintai seseorang lalu menjaga kehormatan dirinya dan dia menyembunyikan cintanya maka dia diberi pahala, sebagaimana akan dijelaskan dalam ucapan kami dalam bab ‘Rindu’. Dan dalam keadaan yang mutlak, sesungguhnya yang paling selamat yaitu menjauhi semua sebab-sebab yang menjerumuskan hati dalam persekutuan cinta, dan mengantarkan pada bahaya-bahaya yang banyak, namun sangat sedikit mereka yang selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Rindu (Al-’Isyq)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rindu itu ialah cinta yang berlebihan, dan ada rindu yang disertai dengan menjaga diri dan ada juga yang diikuti dengan kerendahan. Maka rindu tersebut bukanlah hal yang tercela dan keji secara mutlak. Tetapi bisa jadi orang yang rindu itu, rindunya disertai dengan menjaga diri dan kesucian, dan kadang-kadang ada rindu itu disertai kerendahan dan kehinaan.&lt;br /&gt;Sebagaimana telah disebutkan, dalam ucapan kami tentang cinta maka rindu juga seperti itu, termasuk amalan hati, yang orang tidak mampu menguasainya. Tapi manusia akan dihisab atas sebab-sebab yang diharamkan dan atas hasil-hasilnya yang haram. Adapun rindu yang disertai dengan menjaga diri padanya dan menyembunyikannya dari orang-orang, maka padanya pahala, bahkan Ath-Thohawi menukil dalam kitab Haasyi’ah Marakil Falah dari Imam Suyuthi yang mengatakan bahwa termasuk dari golongan syuhada di akhirat ialah orang-orang yang mati dalam kerinduan dengan tetap menjaga kehormatan diri dan disembunyikan dari orang-orang meskipun kerinduan itu timbul dari perkara yang haram sebagaimana pembahasan dalam masalah cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna ucapan Suyuthi adalah orang-orang yang memendam kerinduan baik laki-laki maupun perempuan, dengan tetap menjaga kehormatan dan menyembunyikan kerinduannya sebab dia tidak mampu untuk mendapatkan apa yang dirindukannya dan bersabar atasnya sampai mati karena kerinduan tersebut maka dia mendapatkan pahala syahid di akhirat.&lt;br /&gt;Hal ini tidak aneh jika fahami kesabaran orang ini dalam kerinduan bukan dalam kefajiran yang mengikuti syahwat dan dia bukan orang yang rendah yang melecehkan kehormatan manusia bahkan dia adalah seorang yang sabar, menjaga diri meskipun dalam hatinya ada kekuatan dan ada keterkaitan dengan yang dirindui, dia tahan kekerasan jiwanya, dia ikat anggota badannya sebab ini di bawah kekuasaannya. Adapun hatinya dia tidak bisa menguasai maka dia bersabar atasnya dengan sikap afaf (menjaga diri) dan menyembunyikan kerinduannya sehingga dengan itu dia mendapa pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Cemburu (Al-Ghairah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cemburu ialah kebencian seseorang untuk disamai dengan orang lain dalam hak-haknya, dan itu merupakan salah satu akibat dari buah cinta. Maka tidak ada cemburu kecuali bagi orang yang mencintai. Dan cemburu itu ternasuk sifat yang baik dan bagian yang mulia, baik pada laki-laki atau wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang wanita cemburu maka dia akan sangat marah ketik~asuaminya berniat kawin dan ini fitrah padanya. Sebab perempuan tidak akan menerima madunya karena kecemburuannya pada suami, dia senang bila diutamakan, sebab dia mencintai suaminya. Jika dia tidak mencintai suaminya, dia tidak akan peduli (lihat pada bab 1). Kita tekankan lagi disini bahwa seorang wanita akan menolak madunya, tetapi tidak boleh menolak hukum syar’i tentang bolehnya poligami. Penolakan wanita terhadap madunya karena gejolak kecemburuan, adapun penolakan dan pengingkaran terhadap hukum syar’i tidak akan terjadi kecuali karena kelalaian dan kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun wanita yang shalihah, dia akan menerima hukum-hukum syariat dengan tanpa ragu¬-ragu, dan dia yakin bahwa padanya ada semua kebaikan dan hikmah. Dia tetap memiliki kecemburuan terhadap suaminya serta ketidaksenangan terhadap madunya.&lt;br /&gt;Kami katakan kepada wanita-wanita muslimah khususnya, bahwa ada bidadari yang jelita matanya yang Allah Ta’ala jadikan mereka untuk orang mukmin di sorga. Maka wanita muslimat tidak boleh mengingkari adanya ‘bidadari’ ini untuk orang mukmin atau mengingkari hai-hal tersebut, karena dorongan cemburu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Maka kami katakan padanya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Dia tidak tahu apakah dia akan berada bersama suaminya di surga kelak atau tidak.&lt;br /&gt;2. Bahwa cemburu tidak ada di surga, seperti yang ada di dunia.&lt;br /&gt;3. Bahwasanya Allah Subhanahu wa ta’ala telah mengkhususkan juga bagi wanita dengan kenikmatan-kenikmatan yang mereka ridlai, meski klta tidak mengetahui secara rinci.&lt;br /&gt;4. Surqa merupakan tempat yang kenikmatannya belum pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan terbetik dalam hati manusia, seperti firman Allah Ta’ala :&lt;br /&gt;“Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaltu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata scbagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan?&lt;br /&gt;(Q.S As-Sajdah : 17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tak seorang pun mengetahui apa yang tcrsembunyi bagi mereka dari bidadari-bidadari penyejuk mata sebagai balasan pada apa-apa yang mereka lakukan. Dan di sorga diperoleh kenikmatan-kenikmatan bagi mukmin dan mukminat dari apa-apa yang mereka inginkan, dan juga didapatkan hidangan-hidangan, dan akan menjadi saling ridho di antara keduanya sepenuhnya. Maka wajib bagi keduanya (suami-isteri) di dunia ini untuk beramal sholeh agar memperoleh kebahagiaan di sorga dengan penuh kenikmatan dan rahmat Allah Ta’ala yang sangat mulia lagi pemberi rahmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kecemburuan seorang laki-laki pada keluarganya dan kehormatannya, maka hal tersebut ‘dituntut dan wajib’ baginya karena termasuk kewajiban seorang laki-laki untuk cemburu pada kehormatannya dan kemuliaannya. Dan dengan adanya kecemburuan ini, akan menolak adanya kemungkaran di keluarganya. Adapun contoh kecemburuan dia pada isteri dan anak-anaknya, yaitu dengan cara tidak rela kalau meraka telanjang dan membuka tabir di depan laki-laki yang bukan mahramnya, bercanda bersama mereka, hingga seolah-olah laki-laki itu saudaranya atau anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya bahwa kecemburuan seperti ini, di jaman kita sekarang dianggap ekstrim-fanatik, dan lain-lain. Akan tetapi akan hilang keheranan itu ketika kita sebutkan bahwa manusia di jaman kita sekarang ini telah hidup dengan adat barat yang jelek. Dan maklum bahwa masyarakat barat umumnya tidak mengenal makna aib, kehormatan dan tidak kenal kemuliaan, karena serba boleh (permisivisme), mengumbar hawa nafsu kebebasan saja. Maka orang¬orang yang mengagumi pada akhlaq-akhlaq barat ini tidak mau memperhatikan pada akhlaq Islam yang dibangun atas dasar penjagaan kehormatan, kemuliaan clan keutamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam telah mensifati seorang laki-laki yang tidak cemburu pada keluarganya dengan sifat-¬sifat yang jelek, yaitu Dayyuuts: Sungguh ada dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabraani dari Amar bin Yasir ; serta dari Al-Hakim, Ahmad dan Baihaqi dan Abdullah bin Amr , dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga yaitu peminum khomr, pendurhaka orang tua dan dayyuts. Kemudian Nabi menjelaskan tentang dayyuts, yaitu orang yang membiarkan keluarganya dalam kekejian atau kerusakan, dan keharaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(Dikutip darikitab Ushulul Mu’asyarotil Zaujiyah, Penulis: Al-Qodhi Asy-Syaikh Muhammad Ahmad Kan’an, Edisi Indonesia “Tata Pergaulan Suami Istri Jilid I? Penerbit Maktabah Al-Jihad, Jog)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; Disalin langsung dari situs www.darussalaf.or.id&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-5825582217924618280?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/5825582217924618280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/09/cinta-rindu-dan-cemburu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/5825582217924618280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/5825582217924618280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/09/cinta-rindu-dan-cemburu.html' title='Cinta, Rindu, dan Cemburu'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/Sr1rAgf3hfI/AAAAAAAAAXY/fRWt77ehlvs/s72-c/n1240985347_299.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-4665603704641565439</id><published>2009-08-20T02:27:00.001+09:00</published><updated>2009-08-20T02:29:48.878+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kubur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kematian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasehat'/><title type='text'>7 Perkara Para Penghuni Kubur</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="column body" id="scroll_here"&gt;&lt;div class="text"&gt;Terdapat seorang pemuda yang kerjanya adalah menggali kubur dan mencuri kain kafan untuk dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, pemuda tersebut berjumpa dengan seorang alim/ahli ibadah untuk menyatakan kekesalannya dan keinginan untuk bertaubat kepada Allah s.w.t&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata, "Sepanjang aku menggali kubur untuk mencuri kain kafan, aku telah melihat 7 perkara ganjil yang menimpa mayat-mayat tersebut. Lantaran aku merasa sangat insaf atas perbuatanku yang sangat keji itu dan aku ingin sekali bertaubat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama, aku lihat mayat yang pada siang harinya menghadap kiblat. Tetapi apabila aku menggali semula kuburnya pada waktu malam, aku lihat wajahnya telah membelakangkan kiblat. Mengapa terjadi begitu, wahai tuan guru?" tanya pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang telah mensyirikkan Allah s.w.t. sewaktu hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah s.w.t. pun menghinakan mereka dengan memalingkan wajah mereka dari mengadap kiblat, untuk membedakan mereka daripada golongan muslim yang lain," jawab ahli ibadah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambung pemuda itu lagi, "Golongan yang kedua, aku lihat wajah mereka sangat elok saat mereka dimasukkan ke dalam liang lahat. Tatkala malam hari ketika aku menggali kubur mereka, ku lihat wajah mereka telah bertukar menjadi ****.&lt;br /&gt;Mengapa begitu halnya, wahai tuan guru?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab ahli ibadah tersebut, "Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang meremehkan dan meninggalkan sholat sewaktu hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya sholat merupakan amalan yang pertama sekali dihisab. Jika sempurna solat, maka sempurnalah amalan-amalan kita yang lain,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu menyambung lagi, "Wahai tuan guru, golongan yang ketiga yang aku lihat, pada waktu siang mayatnya kelihatan seperti biasa saja. Tetapi saat aku menggali kuburnya pada waktu malam, ku lihat perutnya terlalu menggelembung, keluar pula ulat yang terlalu banyak dari perutnya itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka itulah golongan yang gemar memakan harta yang haram, wahai anak muda," balas ahli ibadah itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan keempat, ku lihat mayat yang jasadnya bertukar menjadi batu bulat yang hitam warnanya. Mengapa terjadi begitu, wahai tuan guru?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab ahli ibadah itu, "Wahai pemuda, itulah golongan manusia yang durhaka kepada kedua ibu bapanya sewaktu hayatnya. Sesungguhnya Allah s.w.t. sama sekali tidak ridho kepada manusia yang mendurhakai ibu bapanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku lihat ada pula mayat yang kukunya amat panjang, hingga membelit-belit seluruh tubuhnya dan keluar segala isi dari tubuhnya," sambung pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak muda, mereka itulah golongan yang gemar memutuskan silaturrahim. Semasa hidupnya mereka suka melakukan pertengkaran dan tidak bertegur sapa lebih daripada 3 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Rasulullah s.a.w.pernah bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa yang tidak bertegur sapa melebihi 3 hari bukanlah termasuk dalam golongan umatku," jelas ahli ibadah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai guru, golongan yang keenam yang aku lihat, pada siang hari liang lahatnya kering kerontang. Tatkala malam ketika aku menggali semula kubur itu, ku lihat mayat tersebut terapung dan lahatnya dipenuhi air hitam yang amat busuk baunya,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai pemuda, itulah golongan yang memakan harta riba sewaktu hayatnya," jawab ahli ibadah tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai guru, golongan yang terakhir yang aku lihat, mayatnya sentiasa tersenyum dan berseri-seri pula wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian halnya wahai tuan guru?" tanya pemuda itu lagi. Jawab ahli ibadah tersebut, "Wahai pemuda, mereka itulah golongan manusia yang berilmu. Dan mereka beramal pula dengan ilmunya sewaktu hayat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah golongan yang memperoleh keridhaan dan kemuliaan di sisi Allah s.w.t. baik sewaktu hayatnya mahupun sesudah matinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, sesungguhnya daripada Allah s.w.t kita datang dan kepadaNya jualah kita akan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan dipertanggungjawabkan atas setiap amal yang kita lakukan, hatta walaupun amalan sebesar zarah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-4665603704641565439?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/4665603704641565439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/08/7-perkara-para-penghuni-kubur.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/4665603704641565439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/4665603704641565439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/08/7-perkara-para-penghuni-kubur.html' title='7 Perkara Para Penghuni Kubur'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-1587430183978492550</id><published>2009-08-20T02:05:00.001+09:00</published><updated>2009-08-20T02:14:40.475+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Dialog Bulan Ramadhan Dengan Allah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di akhirat semua amal kebajikan boleh dilihat dan ditimbang. Amal kebajikan datang dengan rupa dan aras yang sangat elok seperti bulan purnama; sementara amal kejahatan kelihatan amat buruk dan busuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Ramadhan merupakan satu bulan di mana amalan puasa diwajibkan. Pada hari kiamat ia kelihatan amat cantik. Satu ketika Ramadhan datang ke hadirat Allah swt. memohon sesuatu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;recommedation&lt;/span&gt; (rekomendasi) bagi manusia yang berpuasa di bulan Ramadhan. Allah bertanya : Apa hajat kau ya Ramadhan?. Ramadhan meminta Allah memakaikan mahkota kepada setiap orang yang berpuasa di bulan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Allah lantas perkenankan dengan mengkaruniakan 1000 mahkota kepada setiap orang yang berpuasa di bulan Ramadhan. Di samping itu ada tambahan lain yaitu setiap orang diberikan syafaat untuk membebaskan 70,000 orang yang berdosa besar. Kemudian dikawinkan setiap orang dengan 1000&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; bidadari yang sangat cantik. Setiap bidadari itu dilayani oleh 70000 dayang-dayang. Untuk kelengkapan di&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; syurga mereka diberikan BOURAQ sebagai kapal terbang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Ramadhan masih tegak tidak berganjak. Allah bertanya "Apa lagi kehendakmu ya Ramadhan?" Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; meminta Allah menempatkan orang yang berpuasa Ramadhan supaya ditempatkan bersama Nabi di jannatil Firdaus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Allah memperkenankan hajatnya dengan tambahan setiap orang diberi 100 bandar daripada permata merah ya'qut. Setiap bandar pula dilengkapkan dengan 1000 mahligai. Betapa hebatnya pengurniaan Allah terhadap orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u style="font-family: verdana;"&gt;Moral &amp;amp; Iktibar&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Setiap amal kebajikan akan memberi pertolongan kepada pengamalnya sama ada di dalam kubur atau di akhirat kelak Fadhilat Ramadhan amat banyak tidak terbatas. Amalan puasa diberikan balasan tanpa perhitungan. Mengosongkan perut kerana mengharap keridhaan Allah adalah satu amalan yang terpuji. Balasan bagi orang berpuasa di bulan Ramadhan atas hak Allah teristimewa dalam Lailatul-Qadr. Orang berpuasa tinggal bersama nabi di Jannatil Firdaus. Mereka tinggal dalam kediaman yang tidak dapat digambarkan dengan mata kepala bersama bidadari dan kendaraan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; yang paling canggih. Amat rugilah mereka yang tidak berpuasa dengan adab yang benar sepanjang Ramadhan ini.                &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-1587430183978492550?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/1587430183978492550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/08/dialog-bulan-ramadhan-dengan-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/1587430183978492550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/1587430183978492550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/08/dialog-bulan-ramadhan-dengan-allah.html' title='Dialog Bulan Ramadhan Dengan Allah'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-8502797584393463303</id><published>2009-06-14T05:31:00.010+09:00</published><updated>2009-06-15T03:24:51.606+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manhaj'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ma&apos;had'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Darul_Mustafa'/><title type='text'>Yaa Tarim wa ahlaha ...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SjQUYV1DNYI/AAAAAAAAAVk/UVjD5JvdZ5k/s1600-h/JIMAT+HA.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 303px; height: 304px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SjQUYV1DNYI/AAAAAAAAAVk/UVjD5JvdZ5k/s320/JIMAT+HA.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346921066004690306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30246491&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=109002018763&amp;amp;aid=-1&amp;amp;oid=109002018763&amp;amp;id=1240985347"&gt;&lt;img style="width: 189px; height: 300px;" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs082.snc1/4879_1083743254069_1240985347_30246491_6354468_a.jpg" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="clear_none"&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: center;" class="caption"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Nama kota Tarim diambil dari nama seorang penguasa yang membangun kota tersebut, yaitu Tarim bin Hadramaut. menurut sumber lain dikatan bahwa yang membangun kota Tarim adalah Sa'ad Al-Kamil. Adapun sebutan lain dari kota Tarim adalah Al-Ghanna, yang artinya suatu tempat yang sangat subur. Disebut demikian karena di kota Tarim banyak terdapat tempat-tempat rimbun, banyak pohon-pohon besar yang tumbuh dan banyak pula sumber-sumber airnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SjQVnrk2eVI/AAAAAAAAAV0/edeQDuE11KA/s1600-h/hb3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 311px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SjQVnrk2eVI/AAAAAAAAAV0/edeQDuE11KA/s400/hb3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346922429051992402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30246483&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=109002018763&amp;amp;aid=-1&amp;amp;oid=109002018763&amp;amp;id=1240985347"&gt;&lt;img src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs102.snc1/4879_1083742334046_1240985347_30246483_3239293_n.jpg" alt="" class="" onload="return wait_for_load(this, event, function() { var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); }); });" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: verdana; font-style: italic;" class="caption"&gt;Darul Mustafa&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kota Tarim disebut juga Madinah As-Shiddiq. Hal ini disebabkan pada saat Khalifah Abubakar Ash-Shiddiq meminta sumpah setia penguasa kota Tarim pada saat itu yang bernama Ziyad bin Lubaid Al-Anshory, maka penguasa kota Tarim tersebut memberikan sumpah setianya dan kemudian diikuti oleh semua penduduk kota Tarim tanpa ada yang tertinggal.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ketika berita ini disampaikan kepada khalifah Abubakar Ash-Shiddiq lewat surat, maka beliau berdoa untuk penduduk kota Tarim dengan 3 macam permohonan :&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;     *  Semoga kota Tarim diberi kemakmuran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;     *  Semoga kota Tarim diberikan berkah sumber airnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;* Semoga kota Tarim dipenuhi oleh orang-orang sholeh sampai hari kiamat &lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Syeikh Muhammad bin Abubakar Ba'ibad berkata, "Sesungguhnya Abubakar Ash-Shiddiq r.a pernah memberi doa secara khusus bagi penduduk Tarim." Ketika kisah tadi disebutkan didepan beliau, beliau pernah berkata, "Sungguh amat beruntung penduduk kota Tarim."&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30246479&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=109002018763&amp;amp;aid=-1&amp;amp;oid=109002018763&amp;amp;id=1240985347"&gt;&lt;img src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs102.snc1/4879_1083741094015_1240985347_30246479_5017872_n.jpg" alt="" class="" onload="return wait_for_load(this, event, function() { var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); }); });" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear_none"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Maqam Sohib Inat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; Kota Tarim selain amat subur, kota ini juga pusat berkumpulnya wali-wali Allah, ulama-ulama besar, para penulis terkemuka. Kota ini juga merupakan pusat segala ilmu agama, pusat kegiatan tauhid dan keimanan. Pernah dituturkan oleh As-Syeikh Al-'Arif Billah Ali bin Salim, "Sesungguhnya yang berdiri di shof pertama di Masjid Jami' kota Tarim pada saat ibadah sholat Jum'at, semuanya adalah para ulama yang sholeh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30246493&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=109002018763&amp;amp;aid=-1&amp;amp;oid=109002018763&amp;amp;id=1240985347"&gt;&lt;img src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs102.snc1/4879_1083743334071_1240985347_30246493_7714636_a.jpg" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: verdana; font-style: italic;" class="caption"&gt;Al Habib Salim Ibn Umar As-Syatiri, Mudir Rubat Tarim&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear_right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30246477&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=109002018763&amp;amp;aid=-1&amp;amp;oid=109002018763&amp;amp;id=1240985347"&gt;&lt;img style="width: 460px;" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs082.snc1/4879_1083741014013_1240985347_30246477_1850209_n.jpg" alt="" class="" onload="return wait_for_load(this, event, function() { var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); }); });" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear_none"&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Al Habib Umar beserta rombongan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; Salah satu keistimewaan kota Tarim adalah kota ini selalu dikunjungi orang dengan maksud yang amat penting, misalnya untuk mengambil barokah, menuntut ilmu, berziarah kepada wali-wali Allah dan bukan seperti kota-kota lain yang dikunjungi orang untuk mencari keuntungan yang bersifat duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30246480&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=109002018763&amp;amp;aid=-1&amp;amp;oid=109002018763&amp;amp;id=1240985347"&gt;&lt;img src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs082.snc1/4879_1083741134016_1240985347_30246480_4640195_a.jpg" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: verdana; font-style: italic;" class="caption"&gt;MasyaALLAH, senyuman kecil nan bermakna...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear_right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="photo photo_left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear_left"&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Keistimewaan kota Tarim yang lain adalah disinilah banyak tersebar anak cucu Ahlul Bait Rasullullah SAW. Mereka tumbuh pesat dengan di tanah yang penuh dengan kebaikan, mulia perilaku dan darah keturunan penduduknya. Pernah suatu kali Rasullullah SAW bersabda, "Sesungguhnya aku benar-benar mencium harumnya karunia Tuhan Yang Maha Pemurah dari Yaman. Berapa banyak mata air kemurahan dan hikmah yang terpencar dari sana." Salah seorang sufi mengatakan bahwa yang dimaksud hadits tersebut tidak lain adalah penduduk kota Tarim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30246485&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=109002018763&amp;amp;aid=-1&amp;amp;oid=109002018763&amp;amp;id=1240985347"&gt;&lt;img src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs082.snc1/4879_1083742414048_1240985347_30246485_7482658_a.jpg" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div face="courier new" style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SjQXfVraTsI/AAAAAAAAAV8/a_6TD18oQS4/s1600-h/DSC00022.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SjQXfVraTsI/AAAAAAAAAV8/a_6TD18oQS4/s400/DSC00022.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346924484758228674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt; Doakan ya ikhwan, insyaALLAH al faqir akan melanjutkan ta'lim ke Tarim, insyaALLAH di Darul Mustafa. InsyaALLAH kami akan berangkat pada tanggal 25 Juni 2009 nanti bertepatan dengan tanggal 2 Rajab 1430 H. Melalui web / blog ini, al faqir meminta maaf bagi ikhwan apabila pernah salah dalam bertutur kata maupun bertingkah laku mengingat "Al Maut biyadillah", juga al faqir harapkan ridha dan doa agar insyaALLAH sukses dalam ta'lim dan kembali ke Indonesia untuk mengamalkan ilmu yang telah didapat dan berda'wah fi sabilillah...&lt;br /&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_center"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30246485&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=109002018763&amp;amp;aid=-1&amp;amp;oid=109002018763&amp;amp;id=1240985347"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold;" class="clear_center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Foto-foto di Darul Mustafa :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear_none"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30246487&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=109002018763&amp;amp;aid=-1&amp;amp;oid=109002018763&amp;amp;id=1240985347"&gt;&lt;img style="width: 460px;" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs102.snc1/4879_1083742494050_1240985347_30246487_867887_n.jpg" alt="" class="" onload="return wait_for_load(this, event, function() { var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); }); });" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Bersama Hb.Kadzim Assegaf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30246560&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=109002018763&amp;amp;aid=-1&amp;amp;oid=109002018763&amp;amp;id=1240985347"&gt;&lt;img style="width: 460px;" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs082.snc1/4879_1083764654604_1240985347_30246560_5911523_n.jpg" alt="" class="" onload="return wait_for_load(this, event, function() { var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); }); });" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; font-style: italic; text-align: center;" class="caption"&gt;Lg ta'lim... asyik nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30246563&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=109002018763&amp;amp;aid=-1&amp;amp;oid=109002018763&amp;amp;id=1240985347"&gt;&lt;img style="width: 460px;" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs082.snc1/4879_1083765774632_1240985347_30246563_6598724_n.jpg" alt="" class="" onload="return wait_for_load(this, event, function() { var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); }); });" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30246564&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=109002018763&amp;amp;aid=-1&amp;amp;oid=109002018763&amp;amp;id=1240985347"&gt;&lt;img style="width: 460px;" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs082.snc1/4879_1083765814633_1240985347_30246564_8227760_n.jpg" alt="" class="" onload="return wait_for_load(this, event, function() { var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); }); });" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-8502797584393463303?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/8502797584393463303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/06/yaa-tarim-wa-ahlaha.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/8502797584393463303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/8502797584393463303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/06/yaa-tarim-wa-ahlaha.html' title='Yaa Tarim wa ahlaha ...'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SjQUYV1DNYI/AAAAAAAAAVk/UVjD5JvdZ5k/s72-c/JIMAT+HA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-971520012260076128</id><published>2009-06-14T03:24:00.002+09:00</published><updated>2009-06-14T03:38:09.152+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manhaj'/><title type='text'>Kenapa salaf dan siapa salaf sebenarnya...?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="entry"&gt;      &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Kenapa salaf dan siapa salaf sebenarnya?&lt;br /&gt;Kenapa salaf dan siapa salaf sebenarnya?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang tidak memadai dengan pengakuannya sebagai muslim saja, kerana ungkafan itu terlalu umum dan luas, merangkumi semua umat Islam, termasuk Islam yang mendapat jaminan atau tidak termasuk golongan yang menganut fahaman Muhammad Abdul Wahab, termasuk Islam khwarij, Qadyani, muktazilah dan lainnya .&lt;br /&gt;Jadi lebih tepat sekiranya pengakuannya hanya sebagai muslim salafi sahaja kerana fahaman salaf dan golongan salafi ini telah diakui sebagai umat yang diakui oleh rasulullah sallallahu ‘alai wa sallam sebagai jenerasi terbaik dan selamat iaitu jenerasi dalam tiga atau lima abad selepas kewafatan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam .Ini berdasarkan hadisnya yang memperakui “bahawa sebaik-baik qurun itu qurunku kemudian qurun yang selepas itu kemudian qurun sesudah itu”Dari sinilah di fahami bahawa tiga qurun atau lima qurun sesudah itu dinamakan qurun salaf dan jenerasi terbaik yang di jamin selamat oleh Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam .Selaras dengan firman Allah bermaksud “dan mereka yang awal (beriman) dari kalangan Muhajrin dan Ansor dan pengikut merekadengan baik Allah telah meredhai mereka mereka juga meredhai Allahdan (Allah ) sediakan untuk mereka (ganjaran ) syurga yang (penuh ni’amat ) dan kekal didalamnya “ al Taubah ayat 100.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh yang demikian jenerasi sahabat dan jenerasi tabi’in , juga jenerasi tabi’in tabi’in sesudahnya dikenali sebagai jenerasi salaf (orang yang terdahulu)yang diakui selamat dan masuk syurga, begitu juga mereka yang mengikuti jijak langkah mereka dengan baik sahingga hari kamudian . Justeru itu golongan ulama yang lahir dalam qurun tersebut seperti Hasan Basri ,Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafie , Imam Ahmad, radia llahu ‘anhum dipanggil mereka sebagai ulama salafusalih dan mereka yang mengikutinya di kira kompolan yang selamat dan Berjaya . Adapun ulama yang timbul pada abad ketujuh dan sesudahnya seperti Ibnu Taimiah ,Ibnul Qayyim Ibnu Abdil Wahab dan selepasnya bukan dari golongan salaf , tentulah pengikut mereka itu bukan dari pengikut salaf . Sesuai dengan hadis Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam yang masyhur itu bermaksud “ akan berpecah umatku kepada 73 kumpulan semuanya keneraka melainkan satu kumpulan saja ia itu kumpulan yang berpegang dengan sunahku dan sunah para sahabatku HR Abu Daud Tarmizi dan lainnya . Dalam riwayat lain diperintahnya kita berpegang kuat dengan sunahnya dan sunnah penggantinya(khulafaa) yang rasyidin “ .&lt;br /&gt;Jelaslah bahawa golongan salaf dan pengikutnya yang baik itulah ,yang akan selamat dan berjaya Pengikutnya dengan baik itulah yang diakui sebagai muslim ahlusunah yang merupakan majority umat Islam di dunia hari ini .Dalam hadis sahih yang lain diakui sebagai kompolan umat yang sentiasa berada atas jalan kebenaran yang tidak akan menggugatkan mereka oleh arus penyelewengan (kesesatan)mereka (kompolan) serpihan yang menyalahi mereka hingga hari kiamat, hadis sahih Bukhari&amp;amp;Muslim .Di akhir-akhir ini ramai yang mengakui mereka adalah pengikut ulama salaf ,tetapi adakah pengakuan mereka itu benar atau palsu belaka, atau bertujuan untuk menyesatkan orang ramai sahaja ,kerana mereka (orang awam ini ) mudah terpeperangkap dengan kepalsuan yang dibawa mereka itu .&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disini marilah kita pastikan satu-satu ajaran yang dibawa kompolan tadi , adakah ianya benar-benar atau cuma kepelsuan belaka , nama sahaja menarik dan mempesunakan , untuk mempengaruhi siapa yang mendengarnya ,tetapi ajaran dan isinya adalah penipuan belaka .Dinagara kita ini terdapat banyak ajaran yang cuba diserapkan Tetapi bila dibandingkan dengan ajaran aswj yang merupakan jalan perdana (siratal mustaqim) amatlah jauh berbeza dan pelik lagi aneh , contohnya dalam isu akidah bayak kesamaran yang mereka perkenalkan Seperti Allah itu bertempat berangguta dan sebagainya , mereka terikut-ikut dengan ayat-ayat mutasyabih, sedangkan dengan tegas Allah mengingatkan kita “bahawa mereka yang cuba mengikuti apa –apa yang kesamaran dari ayat tersebut , itulah tandanya mereka yang ada penyakit (zaigh) dalam hatinya kerana mencari fitnah” Ali Imran 7 .Begitu juga apa yang dijelaskan oleh Rasulullah sallallahu ‘alahi wa sallam sabdanya bermaksud “kiranya ada mereka yang terikut-ikut dengan apa yang kesamara dari ayat mutasyabih, itulah orangnya yang dimaksudkan dalam ayat tadi(mereka yang berpenyakit hatinya) , sebab ayat mutasyabih tadi mengandungngi banyak makna dan artinya, ada yang kesamaran dan memberi wahamkan persamaan Allah yang qadim itu, dengan makhluk yang baru sedangkan Allah itu Tuhan yang tidak menyerupai dengan suatu apa pun “ maksud firmanNya pada ayat 11dari surah al Syura .&lt;br /&gt;Jadi para salaf mensucikan Allah dari makna kesamaran tadi dan menyerahkan maksud sebenar kepada Allah atau mentakwelkan maksudnya sesuai dengan apa yang di jelaskanNya dalam ayatnya yang lain yang labih sesuai dengan kebesaranNya seperti istawa dikatakan berkuasa atas segala hamba (dan makhluNya seperti maksud firmanNya pada surah al An’aam ayat 61.Dalam hadis kudsi riwayat Bukhari muslim ada mengatakan “Aku sakit tetapi kamu tidak sudi menziarahiKu,lalu bertanya hamba itu, bagaiman dapat aku menziarahiMu sedangkan Kmu itu Tuhan semasta alam ?firman Allah tidakkah kamu ketahui disana terdapat hambaKu yang sakit dan lapar kamu tidak pergi menziarahinya , sekiranya kamu pergi menziarahinya pasti kamu dapati aku (rahmatKu) ada bersamanya- al hadis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh itu fahamlah kita bahawa dalam ungkapan perkataan hadis tadi terdapat perkataan majaz (kiasan) atau pinjaman sahaja (kinayah ) kerana mustahil Allah bersipat dengan kekurangan (sakit atau menyerupai makhlukNya bertempat berangguta berjisim dan sebagainya), mereka (kaum musyabbihah tadi akan bertanya bagaimana pula dengan pengakuan kita bahawa Allah Maha mendengar lagi Maha melihat bukankah itu juga penyerupaan Allah dengan makhluk?. kita tahu bahawa sipat mendengar dan melihat Allah itu merupakan sipat kesempurnaan (kamalat)bagi Allah dan kita yakin bahawa Allah wajib bersipat dengan segala sipat kemalat, dan itu bukan berarti penyerupaan Allah dengan makhlukNya kerana mendengar dan melihat Allah itu bukan melalui alat(mata dan telinga ) seperti makhlukNya malah melihat dan mendengar dengan sipat samak dan basarNya , bukan dengan mata dan telinga yang terbatas ini , bahkan Allah mendengar dan melihat dengan sipat samak dan basarNya akan segala yang maujudat ini, dan mustahil dariNya segala kekurangan seperti buta dan tuli atau melihat dan mendengar dengan mata dan telinga dan sebagainya, seperti apa yang difahami oleh kaum musyabbihah tadi yang mana Allah melihat dengan mata dan mendengar melalui telinga, seperti hal yang dimiliki manusia ini .&lt;br /&gt;Disinilah titik perpisahan kita dengan golongan sesat tadi ,kerana mereka tidak mahu menerima perkataan majaz dalam dalil ( (nas Quran hadis ) lalu di terimanya segala perkataan itu adalah hakiki(benar) belaka , kalau macamtulah fahaman mereka, tentulah Allah itu bersipat dengan sipat makhluk yang baru dan lemah ini, berangguta, sakit, berjisim bertempat dan sebagainya dan segala macam kesamaran yang terdapat pada perkataan ayat mutasyabihat .Sedangkah Allah sendiri telah membahagikan ayat –ayat itu ada dua , ada yang muhkamnya dan selainnya ada ayat yang mutasyabihat seperti apa yang dapat difahami dari ayat7 dari surah ali Imran tadi .&lt;br /&gt;Bagi kita tentulah antara dua kadaan ayat yang berlainan itu penerimaan kita juga berlainan dan tidak boleh disamakan , kiranya ada makna dan maksud yang lebih sesuai dengan kebesaran Allah atau mensucikanNya dari sebarang penyerupaan yang telah di nafikanNya pada ayat muhkam tadi pada surah al Sura ayat 11 atau ayat 4 pada surah al Ikhlas dan lainnya &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari hadis kudsi tadi pun sudah diselitkan jawapannya iatu Allah tidak munkin dapat dilawati atau diziarhi kerana Maha suci Allah dari ruang dan tempat berjisim dan sebagainya, sahingga dapat di ziarahi atau sebagainya seperti akidah yang diyakini firaun laknatullah itu .Sebenarnya maksud dari perkataan itu semua hanyalah mengenai kasih sayang dan rahmatNya kepada hambaNya yang menerima ujian dariNya dengan sabar dan redha dengan ujian Tuhannya .Sebab itu siapa yang menziarahi mereka yang sakit lapar dan sebagainya tadi, akan beroleh sama rahmat kasih sayang, dan keampunanNya .&lt;br /&gt;Untuk panduan kita orang awam ini bagi mengenali siapa salaf yang sebenar , iaitu mereka yang dapat mengikuti ajaran Quran hadis dengan baik dan berpandukan ajaran aswj yang merupakan ajaran perdana dan diterima oleh majority umat Islam diseluruh dunia hari ini, mereka tidak membid’ahkan amal kebajikan yang di terima pada satu-satu masyarakat jauh sekali dari menyesatkan umat islam dalam perkara khilafiah dan adat resam mereka yang tidak bertentangan dengan ajaran agama ,mereka amat bencikan perpecahan dan permusuhan .&lt;br /&gt;Ajaran yang mereka anuti adalah saksama saimbang dan masra serta penuh berhikmat . Akidah mereka adalah suci dan bersih dari sebarang penyelewengan atau pelik dan sayz sesuai dengan pertunjuk al Quran hadis dan jejak salafussaleh ridwanullai ‘alaihim ijma’in . Ayat muhkam itu difahami secara jelas maknanya , tidak perlu sebarang takwelan lagi , maka fahaman mereka terhadap ayat yang mutasyabih itu, yang mengandungi banyak makna lagi kesamaran pula ada yang sesuai dan ada yang kesamaran ,sikap kaum aswj tentulah memilih makna yang sesuai dan layak dengan kebesaranNya dan menulak makna kesamaran (penyerupaan Allah dengan yang baru) . Wabillahi taufiq wal hidayah wassalam. &lt;/p&gt; &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-971520012260076128?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/971520012260076128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/06/kenapa-salaf-dan-siapa-salaf-sebenarnya.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/971520012260076128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/971520012260076128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/06/kenapa-salaf-dan-siapa-salaf-sebenarnya.html' title='Kenapa salaf dan siapa salaf sebenarnya...?'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-6230746880013457103</id><published>2009-06-14T03:04:00.002+09:00</published><updated>2009-06-14T03:24:42.189+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ma&apos;had'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rubat_tarim'/><title type='text'>Rubat Tarim</title><content type='html'>&lt;img style="font-family: verdana;" src="file:///C:/Users/U305/AppData/Local/Temp/moz-screenshot-2.jpg" alt="" /&gt;&lt;img style="font-family: verdana;" src="file:///C:/Users/U305/AppData/Local/Temp/moz-screenshot-3.jpg" alt="" /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: verdana;" class="articleImgs"&gt; &lt;img src="http://indo.hadhramaut.info/App_images/Large/ulama%20ribat.jpg" /&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Sekilas mengenal profil pesantren Rubat Tarim yang telah banyak menelorkan ulama besar di Asia Tenggara, Afrika dan penjuru dunia lainnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: verdana;"&gt;Pendahuluan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kota Tarim sejak dulu merupakan pusat ilmu dan penyebaran agama Islam, pakar sejarah mengatakan demikian. Kerena, melalui perantau yang berasal dari kota ini pada khususnya dan Hadramaut pada umumnya Islam menyebar hingga ke Timur Asia, India, Indonesia, Malaysia, Berunei Darussalam, Fhilipina, Singapura, juga belahan Afrika, Kongo, Somalia, dan Sudan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Mereka para muhajirin tersebut pergi untuk berdakwah, dan untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka berdagang, hingga negeri-negeri yang dulunya kafir berubah menjadi negeri-negeri Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Imam Ahmad bin Hasan al-Attas menyebutkan bahwa sebagian ulama Tarim telah hijrah sejak lebih dari 1000 tahun lalu, diantara mereka ada yang menjadi qadhi (hakim) di Mesir, padahal negeri ini dan    al-Azharnya sudah terkenal sejak dulu sebagai pusat cendekiawan-cendekiawan muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad-abad selanjutnya fenomena ini mulai berubah, jika sebelumnya para ulama hijrah dari kota Tarim Al-Ghanna ini, kini orang mulai berdatangan ke Tarim untuk menuntut ilmu. Itu terjadi baik dimasa hidup Habib Syekh Abu Bakar bin Salim, masa putra beliau Hamid dan Husin juga di masa Imam Abdullah al-Haddad. Hal ini terjadi terus menerus hingga pada paruh pertama abad ke-13 H. Kota Tarim kian dipenuhi pendatang asing, diantara mereka Sayyid Imam al-Habib Sholeh al-Bahrain, Salim bin Sa’id bin Syumaeil, Syekh Abdullah Basaudan, al-Habib Abu Bakar bin Abdullah al-Attas, dan sebagainya. Pendatang-pendatang ini tinggal di mesjid-mesjid dan juga di zawiyah-zawiyah yang ada di Tarim.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota yang besarnya tidak lebih dari luas sebuah kecamatan di Indonesia ini memang sangat istimewa. Walaupun kecil namun jumlah mesjidnya saja sangat banyak, kurang  lebih 365 buah, dan zawiyah-zawiyah yang makna asalnya adalah pojok-pojok yang berfungsi sebagai tempat ibadah para ubbad (ahli ibadah). Disitu para pelajar belajar ilmu nahwu, fiqh, dan ilmu-ilmu lainnya dengan para guru-guru yang ada di tiap-tiap zawiyah atau mesjid tersebut. Seperti zawiyah Syekh Ali bin Abu Bakar as-Sakron bin Abdurrahman as-Seqqaf yang diasuh oleh al-Allamah Mufti Diyar Hadramiyah al-Habib Abdurrahman bin Muhammad al-Masyhur, kemudian zawiyah mesjid Sirjis dan Awwabin dengan Syekh al-Allamah Muhammad bin Ahmad al-Khatib, zawiyah mesjid Nafi’ diasuh al-Allamah Syekh Ahmad bin Abdullah al-Bakri al-Khatib (setelah wafat guru beliau yang juga pendiri zawiyah tersebut, al-Allamah Ahmad bin Abdullah Balfaqih pada tahun 1299 H, dan setelah wafat al-Habib Abu Bakar bin Abdullah Bakar al-Khered), kemudian mesjid Suwayyah pengajarnya juga Syekh Ahmad, mesjid bani Hatim (sekarang dikenal dengan mesjid ‘Asyiq) mudarrisnya al-Allamah Alwi bin Abdurrahman bin Abu Bakar Al-Masyhur, zawiyah Syekh Salim bin Fadhal Bafadhal dengan pengasuh al-Habib Abu Bakar bin Abdullah          al-Kherred (meninggal tahun 1312 H) dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikinlah kegiatan-kegiatan ilmiah yang ada di kota ini begitu ramai dan tatkala pelajar dari luar Tarim kian banyak dan dirasa kian sulit mendapatkan tempat tinggal, berkumpullah para pemuka kota ini guna memecahkan masalah itu, diantara mereka dari keluarga al-Haddad, as-Sirri, al-Junaid dan al-Arfan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nama Perguruan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan untuk mendirikan sebuah rubath (ma’had) yang kemudian dinamakan “RUBATH TARIM”. Persyaratan bagi calon pelajar juga dibahas pada kala itu, kriteria utama antara lain: calon santri adalah penganut salah satu mazhab dari empat mazhab fiqh (Maliki, Hanafi, Syafi’i, dan Hambali) dan dalam aqidah bermazhab Asy’ariyah (mazhab Imam Abi Hasan Al-Asy’ari)     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tahun Diresmikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Setelah membuat kesepakatan diatas dimulailah pembangunan Rubath Tarim. Untuk keperluan ini, Habib Ahmad bin Umar as-Syatiri (wafat  di Tarim tahun 1306 H) mewakafkam rumah beliau (dar muhsin) dan pekarangannya yang berada disebelah pasar di halaman mesjid Jami’ Tarim dan mesjid Babthoinah (sekarang mesjid Rubath Tarim). Wakaf juga datang dari al-Allamah al-Muhadisth Muhammad bin Salim as-Sirri (lahir di Singapura 1264 H, dan wafat di Tarim 1346 H)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Habib Salim bin Abdullah as-Syatiri (pengasuh Rubath Tarim sekarang) menambahkan bahwa pedagang-pedagang dari keluarga al-Arfan juga mewakafkan tanah yang mereka beli di bagian timur, mereka kemudian dijuluki tujjaru ad-dunya wa al-akhirah (pedagang dunia dan akhirat). Datang juga sumbangan melalui wakaf rumah, kebun, dan tanah milik keluarga-keluarga habaib di luar Yaman, seperti Indonesia, Singapura, dan Bombosa Afrika. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Akhirnya selesailah pembangunan Rubath Tarim di bulan Dzulhijjah tahun 1304 H dan secara resmi dibuka pada 14 Muharram 1305 H, keluarga al-Attash tercatat sebagai santri pertama yang belajar di Rubath Tarim kemudian datang keluarga al-Habsyi,begitu selanjutnya berdatangan para pelajar, baik dari Hadramaut sendiri maupun dari luar Hadramaut  bahkan dari luar negeri Yaman. Habib Ahmad bin Hasan al-Attash berkata: “Perealisasian pembangunan Rubath Tarim ini tidak lain adalah niat semua salafusshalihin alawiyiin, hal ini terbukti dengan mamfaatnya yang besar serta meluas mulai dari bagian Timur bumi dan Barat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengasuh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Pengasuh I   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mufti Diyar Hadramiyah Sayyidina al-Imam al-Habib Abdurrahman bin Muhammad al-Masyhur (pengarang kitab Bugyatul Mustarsidin), beliau  lahir di Tarim tahun 1250 H. Beliau mengasuh Rubath Tarim hingga tahun 1320 H, dengan dibantu ulama-ulama lain yang ada pada masa itu, seperti al-Allamah Syekh Ahmad bin Abdullah al-Bakri al-Khatib (1257-1331 H), al-Allamah an-Nahrir Habib Alwi bin Abdurrahman al-Masyhur (1263-1341), al-Faqih   al-Qadhi Husein bin Ahmad bin Muhammad al-Kaff (menjadi qadhi di Tarim selama dua periode, wafat 1333 H), al-Allamah as-Sayyid Hasan bin Alwi bin Sihab, al-Allamah Syekh Abu Bakar bin Ahmad         al-Bakri al-Khatib (1286-1356). Para mudarris inilah yang mengajar di Rubath Tarim sejak pertama kali dibuka pada tahun 1305 hingga tahun 1314 H.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Pengasuh II&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Al-Allamah al-Habib Ali bin Abdurrahman al-Masyhur (lahir di Tarim tahun 1274 H), mudarris di zawiyah Syekh Ali bin Abu Bakar bin Abdurrahman as-Segaf. Beliau mengasuh Rubath Tarim sejak wafatnya sang ayah (al-Habib Abdurrahman bin Muhammad al-Masyhur) pada tahun 1320 H dan terus berlangsung hingga tahun 1344 H ketika beliau berpulang ke rahmatullah pada tahun itu pada tanggal 9 Syawal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Pengasuh III  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Habib Abdullah bin Umar as-Syatiri ra (lahir di Tarim bulan Ramadhan tahun 1290 H), yang kemudian diberi mandat oleh pemuka kota Tarim untuk menjadi pengasuh ketiga yang semula menjadi wakil Habib Ali bin Abdurrahman al-Masyhur sejak tahun 1341 H jika beliau berhalangan mengajar dan telah menjadi mudarris di Rubath Tarim sejak datang dari Mekkah pada tahun 1314 H. Pada mulanya beliau belajar di kota kelahiran kepada para masyayikh di sana terutama kepada Habib Abdurrahman al-Masyhur, Habib Alwi bin Abdurrahman al-Masyhur dan Habib Ahmad bin Muhammad    al-Kaff. Kemudian beliau pindah ke Seiwun (25 Km sebelah barat laut kota Tarim) dan belajar di Rubath Habib Ali bin Muhammad bin Husien al-Habsyi selama kurang lebih empat bulan, juga kepada Habib Muhammad bin Hamid as-Segaff, dan saudara beliau Umar bin Hamid as-Segaf, serta Habib Abdullah bin Muhsin as-Segaf. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Pada waktu berumur 20 tahun (tahun 1310 H), beliau pergi ke Mekkah bersama orang tua beliau Habib Umar As-Syatiri, untuk menunaikan ibadah haji dan ziarah kepada Rasulullah saw. Setelah selesai menunaikan ibadah haji, beliau meminta izin kepada ayah beliau untuk tinggal di Mekkah guna menuntut ilmu. Dan tercatat sejak tanggal 15 Muharram 1211 H hingga 15 Dzulhijjah 1313 H beliau belajar pada ulama-ulama di kota suci itu, diantaranya kepada Syekh al-Allamah Umar bin Abu Bakar Ba Junaid, Syekh al-Allamah Muhammad bin Said Babsheil, Habib Husien bin Muhammad bin Husien al-Habsyi (saudara Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, Seiwun), Habib Ahmad bin Hasan al-Attash, dan al-Faqih al-Abid Abu Bakar bin Muhammad Syatho (pengarang kitab Hasyiyah I’anatu at-Thalibin ‘ala Fathi al-Mu’in).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Konon ilmu nahwu sangat sulit bagi beliau, sampai beliau berujar (sebagaimana yang dituturkan putera beliau Habib Salim bin Abdullah as-Syatiri):”…..dulu saya punya kitab Kafrawi syarah al-Jurumiah yang penuh dengan air mata….. “ kerena sulitnya ilmu itu bagi beliau. Namun kemudian Allah SWT menganugerahi beliau ke-futuh-an.”….tatkala saya berada di Mekkah, semua risalah yang datang, saya taruh dibawah tempat tidur, saya berdo’a di Multazam agar Allah SWT membukakan bagi saya ilmu yang bermamfaat, dan agar ilmu saya menyebar di bumi barat dan timur, maka acap kali saya berdo’a dengan do’a ini, terlintas dalam benak, bahwa saya akan menjadi musafir yang pindah dari  negeri satu ke negeri yang lain untuk mengajar umat, akan tetapi berapa lama umur manusia untuk semua itu ?…”. Maka Allah SWT mengabulkan do’a beliau, Allah SWT memudahkan perjalanan Rubath ini, sehingga para penuntut ilmu berdatangan dari penjuru dunia, mereka menjadi ulama, dan menyebarkan ilmu mereka masing-masing maka menyebarlah ilmu beliau (Habib Abdullah bin Umar as-Syatiri) di timur dan barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sayyid Muhammad bin Salim bin Hafizd (salah seorang murid beliau) berujar:”……..Habib Abdullah bercerita kepada kami bahwa lama tidur beliau kala itu (selama balajar di Mekkah) tidak lebih dari 2 jam saja setiap harinya, beliau belajar kepada guru-gurunya sebanyak 13 mata pelajaran pada siang dan malam, serta menelaah kembali semua pelajaran itu (tiap hari)……”.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Selama kurang lebih lima puluh tahun beliau mengajar di Rubath Tarim (1314-1361 H) selama itu hanya enam jam beliau berada dirumah, sedang delapan belas jam dari dua puluh empat jam tiap hari, beliau berada di Rubath Tarim untuk mengajar dan memimpin halaqah-halaqah ilmiah, jumlah murid yang telah belajar di Rubath Tarim tak dapat diketahui secara pasti jumlahnya. Dalam biografi Habib Muhammad bin Abdullah al-Hadar (salah seorang murid di Rubath Tarim) menyebutkan bahwa lebih dari 13.000 alim telah keluar dari Rubath Tarim di bawah asuhan Habib Abdullah bin Umar as-Syatiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-   Pengasuh IV  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Habib Hasan bin Abdullah bin Umar as-Syatiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-   Pengasuh V &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Habib Salim bin Abdullah bin Umar as-Syatiri (pengasuh sekarang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Luas Bangunan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, bangunan Rubath Tarim yang luasnya sekitar 500 m persegi ini menampung pelajar dari berbagai belahan dunia terutama pelajar Indonesia yang hampir mendominasi warga Rubath Tarim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sistem Belajar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak berdiri hingga sekarang (kurang lebih 121 tahun) pengajian di Rubath Tarim dilaksanakan dengan sistem halaqah yang dibimbing oleh para masyayikh. Klasifikasi ini disesuaikan dengan tingkatan masing-masing pelajar. Tiap halaqah mengkaji berbagai fan keilmuan tak kurang dari sepuluh halaqah sejak pagi hingga malam mengkaji ilmu-ilmu agama dan diikuti oleh para pelajar dengan disiplin dan khidmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kitab-Kitab Yang Dipelajari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kitab-kitab yang dikaji pada tiap halaqah disesuaikan dengan kemampuan pelajar (semacam tingkatan kelas), antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   *    Umdah&lt;br /&gt;   *    Fathul mu’in&lt;br /&gt;   *    Minhajut Thalibin dan sarahnya&lt;br /&gt;   *    Nahwu&lt;br /&gt;   *    Fawaid Sugro dan Kabir&lt;br /&gt;   *   Matan al-Jurumiah&lt;br /&gt;   *    Al-Fushul al-fikriah Fiqh&lt;br /&gt;   *    Ar-risalatul al-Jamiah&lt;br /&gt;   *    Safinatun Najah&lt;br /&gt;   *    Mukhtasar Shogir&lt;br /&gt;   *    Mukhtasar Kabir&lt;br /&gt;   *   Abi Syuja’&lt;br /&gt;   *   Fathul Qarib&lt;br /&gt;   *   Zubad&lt;br /&gt;   *   Mutammimah -&lt;br /&gt;   *  Qatrun Nida&lt;br /&gt;   *   Syaddzu adzhab&lt;br /&gt;   *   Alfiah Ibnu Malik&lt;br /&gt;   *   Zawaid (tambahan) Alfiah Ibnu Malik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menamatkan kitab-kitab diatas para pelajar melanjutkan pada materi-materi lain, seperti Hadist, Tafsir, Usul fiqh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Waktu Belajar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengurus Rubath Tarim memperhatikan semua aktifitas pelajar dengan secara cermat. Jadual rutinitas keseharian para pelajar dimulai sejak sebelum shalat Subuh dengan melaksanakan shalat Tahajud, dilanjutkan shalat Subuh berjamaah di mesjid Babthoin, disertai pembacaan aurad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru kira-kira pukul 05.00 s.d 07.00 pagi, digelar pengajian nahwu atau lebih akrab disebut dars nahwu. Setelah itu para pelajar dipersilahkan makan pagi. Pada jam 07.30 dilaksanakan mudzakarah tiap halaqah selama sekitar setengah jam untuk persiapan pengajian yang akan di pelajari bersama masyayikh yaitu hafalan matan sampai pukul 09.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tiga jam berikutnya adalah waktu istirahat hingga Dzuhur, setelah menunaikan shalat Dzuhur diadakan hizb (tadarus) al-Qur’an selama setengah jam. Setelah itu para pelajar dianjurkan tidur siang untuk persiapan mengaji pada sore hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pukul 15.00 setelah shalat ashar berjamaah, semua pelajar mengaji tiap halaqah sampai pukul 17.00, setelah shalat magrib dilanjutkan dengan hizb (tadarus) Al-Qur’an dan pengajian halaqah sampai pukul 20.15. Setelah makan malam para pelajar diharuskan mengikuti halaqah selama setengah jam untuk persiapan pelajaran pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Staf Pengajar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Al-Habib Salim bin Abdullah bin Umar as-Syatiri&lt;br /&gt;2.    Syekh Abu Bakar Muhammad Balfaqih&lt;br /&gt;3.    Syekh Umar Abdurrahman al-Atthas&lt;br /&gt;4.    Syekh Abdullah Abdurrahman al-Muhdhar&lt;br /&gt;5.    Syekh Muhammad Ali al-Khatib&lt;br /&gt;6.    Syekh Muhammad Ali Baudhan&lt;br /&gt;7.    Syekh Abdullah Umar bin Smith&lt;br /&gt;8.    Syekh Abdurrahman Muhammad al-Muhdhar&lt;br /&gt;9.    Syekh Hasan Muhsin al-Hamid&lt;br /&gt;10.    Syekh Abdullah Shaleh Ba’bud&lt;br /&gt;11.    Syekh Muhammad Al-Haddad&lt;br /&gt;12.    Syekh Abdullah Umar Bal Faqih&lt;br /&gt;Selain para masyayikh diatas, para senior juga diwajibkan membimbing halaqah tingkat bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fasilitas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   *     50 kamar&lt;br /&gt;   *     Wartel&lt;br /&gt;   *    Toserba&lt;br /&gt;   *     Perpustakaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama yang telah belajar di Rubath Tarim , antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Al-Imam Syaikhul Islam al-Habib Muhammad bin Abdullah        al-Haddar (1340-1418 H), mufti propinsi Baidha, Yaman dan pendiri Rubath al-Haddar lil ulumus Syariat.&lt;br /&gt;-    Al-Allamah Habib Hasan bin Ismail bin Syekh, pendiri Rubath Inat Hadramaut.&lt;br /&gt;-  Al-Allamah al-Habr, pejabat qadhi as-syar’i Baidha, Habib Muhammad bin Husien al-Baidhawi.&lt;br /&gt;-   Al-Habib Abdullah bin Abdurrahman Ibn Syekh Abu Bakar bin Salim, pendiri Rubath Syihir.&lt;br /&gt;-   Al-Habib Husien al-Haddar, ulama besar kelahiran Indonesia dan meninggal di Mukalla Hadramaut.&lt;br /&gt;-  Al-Habib Muhammad bin Salim Bin Hafizd Ibn Syekh Abu Bakar bin Salim, pengarang dari berbagai kitab fikih dan faraid ayah dari al-Habib Ali Masyhur bin Hafizd dan al-Habib Umar bin Hafizd pendiri ma’had Dar Al-Musthafa Tarim Hadramaut.&lt;br /&gt;- Al-Habib al-Wara’ as-Shufi  Ahmad bin Umar as-Syatiri, pengarang kitab Yakutun Nafis, Nailurraja’ syarah Safinatun Naja  dan sebagainya.&lt;br /&gt;- Al-Habib Muhammad bin Ahmad as-Syatiri, pengarang kitab Syarah Yaqutun Nafis, Mandzuma Al-Yawaqit fifanni Al-Mawaqit (ilmu falaq), kitab Al-Fhatawa Al-Muassyirah dan sebagainya.&lt;br /&gt;- Al-Allamah Syekh Muhammad bin Salim al-Baihani, pendiri ma’had Al’ilmi, Aden.&lt;br /&gt;- Al-Allamah Habib Muhammad bin Ali bin Abdurrahman al-Habsyi, Jakarta, Indonesia.&lt;br /&gt;- Al-Wajih an-Nabil al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Balfaqih (wafat tahun 1381 H), pengasuh ma’had Darul Hadist al-Faqihiyyah, Malang, Indonesia.&lt;br /&gt;- Al-Faqih an-Nabil pejabat qadhi as-syar’i Banjarmasin Syekh Ahmad Said Ba Abdah.&lt;br /&gt;-   Habib Abdullah al-Kaff, Tegal, Indonesia.&lt;br /&gt;-    Habib Ahmad bin Ali al-Attas, pekalongan.&lt;br /&gt;-    Habib Abdurrahman bin Syekh al-Attas, Jakarata.&lt;br /&gt;-    Habib Abdullah Syami al-Attas, Jakarta.&lt;br /&gt;-    Syekh al-Allamah Umar Khatib, Singapura.&lt;br /&gt;-    Habib ‘Awad Ba ’Alawi, sesepuh ulama Singapura.&lt;br /&gt;-    Syekh Abdurrahman bin Yahya, qadhi Kelantan, Malaysia.&lt;br /&gt;-    Sayyid al-Muhafizd al-Majid al-Adib Hamid bin Muhammad bin Salim bin Alwi as-Sirri, pengajar di Rubath Tarim dan Jam’iyatul al-Haq di kota yang sama, kemudian pindah dan mengajar di Malang, Indonesia.&lt;br /&gt;-    Habib Alwi bin Thohir Al-Haddad, Mufti Johor, Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan banyak lagi para ulama yang telah belajar di Rubath Tarim ini, yang tak mungkin disebutkan nama-nama mereka yang mencapai ribuan. Habib Alwi bin Muhammad bin Ahmad al-Muhdhar di Indonesia, berkata:”…tak kutemukan satu daerah atau pulau di Indonesia yang saya masuki, kecuali saya dapati orang orang yang menyebarkan ilmu disana adalah alumni Rubath Tarim ini atau orang yang belajar kepada orang yang telah belajar disini…”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habib Musthafa bin Ahmad al-Muhdar menulis pada sebagian surat beliau kepada ahli Tarim: ”Ilmu as-Syatiri (Habib Abdullah bin Umar as-Syatiri) teruji dengan penyebarannya menyebar ke segala penjuru, dari daerah yang satu ke daerah yang lain, menyebar ke Hindia, China, negara-negara Arab, Somalia, Malabar, dan sebagainya..”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Muhammad bin Salimwalaikum sala bin Hafizd menambahkan (Habib Abdullah as-Syatiri) berhak mengatakan jika beliau mau sebagaimana yang dikatakan Imam Abi Ishaq as-Syairozi tatkala memasuki Khurasan,”tak aku dapati disatu kota pun dari kota-kota disana, Qadhi atau Alim kecuali dia adalah muridku atau murid dari muridku..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Demikianlah sekelumit sejarah Rubath Tarim yang panjang dan agung, yang telah belajar di sana beribu-ribu ulama, al-allamah, faqih, mufti, qadhi, syair bahkan para aulia Allah SWT. Dan saat ini Rubath Tarim telah memasuki usia yang ke-121 tahun, ratusan pelajar dari Yaman, Indonesia, Malaysia, Singapura, Tanzania, Afrika, dan sebagainya tengah menimba ilmu di sana, di bawah asuhan al-Allamah Habib Salim bin Abdullah as-Syatiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Allahumma ya Man waffaqa ahla al-khair  li khairi wa a’annahum ‘alaihi, waffiqna lil khairi   wa a’innaa ‘alaihi&lt;/i&gt;, Amin…&lt;br /&gt;(berbagai sumber)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-6230746880013457103?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/6230746880013457103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/06/rubat-tarim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/6230746880013457103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/6230746880013457103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/06/rubat-tarim.html' title='Rubat Tarim'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-1762288510882820935</id><published>2009-04-23T02:25:00.002+09:00</published><updated>2009-04-23T02:28:21.311+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Waliyullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalam_Habaib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wasiat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasehat'/><title type='text'>Kisah Tentang Wanita-Wanita Yang Soleh</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: right; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dari Kalam Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Ahmad bin Abdullah bin Husein bin Tohir bercerita kepadaku, "Sekali waktu aku  pergi ke rumah saudara perempuanku, Nur. Dia berkata, "Wahai Ahmad, tolong  ambilkan gula dan biji kopi". Aku naik ke atas loteng, tapi di sana tidak  kutemukan apa-apa. Aku kembali menemuinya, "Perempuan tua anak Abdullah bin  Husein, kau membohongiku". Ia menjawab, "Wahai anak ibumu, naik dan lihatlah!" Aku  sekali lagi naik ke atas loteng dan tidak menemukan apa-apa. Dia lalu naik ke  loteng bersamaku dan membuka lemari, tempat gula dan biji kopi yang tadi kosong,  ternyata sekarang telah penuh.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Nur pernah berkata kepadaku, "Aku mendengar seruan Allah di akhir malam:  Bangunlah, mintalah apa saja yang kau inginkan, kebutuhan dunia maupun agama,  Aku akan memberimu saat ini juga". Ayah beliau, Habib Abdullah bin Husein memberinya wasiat:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Wahai Nur,&lt;br /&gt;jika kau menginginkan nur,&lt;br /&gt;dan hati makmur,&lt;br /&gt;dada lapang dan bahagia,&lt;br /&gt;taatlah selalu kepada Allah.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Ahmad bin Abdullah juga bercerita, "Suatu hari aku duduk bersama Nur. Ketika  masuk waktu salat, ia bertanya, "Dimana arah kiblat?" Dengan maksud bercanda, aku  menunjuk arah lain, bukan arah kiblat. Ketika ia mulai mengangkat tangannya  hendak bertakbir, ia berkata, "Arah kiblatnya bukan ke situ. Kau pikir aku tidak  tahu arah kiblat. Demi Allah, aku tidak mengucapkan takbiratul ihram, kecuali  setelah benar-benar melihat ka'bah". &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Suatu hari aku berkunjung ke rumah Hababah Nur bersama beberapa orang  sahabatku. Hababah Nur berpesan, "Wahai keluargaku, curahkan perhatianmu pada  ilmu Fiqih, sebab dengan ilmu Fiqih-lah syariat suci ini akan dapat tegak. Namun  masyarakat telah meninggalkan ilmu Fiqih. Padahal ilmu fiqih merupakan inti  (agama). Allah...Allah dalam Fiqih, ketahuilah ilmu ini akan hilang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Dan kau (wahai Ali), hendak pergi ke Tarim, bukan? Jadikanlah semua topik  ceramahmu tentang wara', juga masalah halal dan haram. Sebab, semua yang haram  telah tersebar merata dan sikap wara' telah meninggalkan lembah ini. Anjurkanlah  mereka untuk bersikap wara' dan meninggalkan semua yang syubhat. Ketahuilah,  makanan haram akan melemahkan hati". &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Perhatikan generasi dahulu, para wanitanya  banyak yang saleh. Hababah Nur ini hidup di zamanku. Dikatakan bahwa: "Betapa  banyak rambut terurai (wanita) lebih baik dari jenggot (pria)" Ibu Habib Abdullah  bin Husein bin Tohir lebih agung lagi. Beliau adalah Hababah Syeikhoh binti  Abdullah bin Yahya. Dari pasangan suami istri ini lahir Husein, Tohir, Abdullah  dan Khodijah. Khodijah adalah ibu Habib Abdullah bin Umar bin Yahya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Suatu hari Habib Abdulkadir bin Muhammad Al-Habsyi yang tinggal di Ghurfah  mengunjungi para Habaib yang tinggal di kota Masileh. Mereka semua merasa senang  dengan kedatangannya. Orang-orang mengatakan bahwa beliau gemar bermujahadah  yang berat-berat, dan berulang kali melakukan arbainiyah (khalwat selama 40  hari). Selama dua puluh tahun beliau tidak minum air. Habib Tohir dan Habib  Abdullah melaporkan hal ini kepada ibunya, "Wahai ibu, Habib Abdulkadir ini  amalnya begini dan begini. Telah dua puluh tahun beliau tidak minum air". &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Dia lelaki yang baik, perbuatannya baik, dan apa yang telah disifatkan oleh  orang-orang tentang dirinya sangat baik. Ambilkanlah sebuah teko lalu penuhilah  dengan air", perintah ibunya. "Berikan teko ini kepadanya dan katakan: ibu kami  mengucapkan salam dan berpesan agar kau meminum air ini sebagaimana kakekmu  Muhammad saw meminumnya. Keutamaan kaum sholihin terletak pada kemampuannya  meninggalkan larangan. Apakah selama dua puluh tahun ini engkau tidak  mengerjakan yang makruh; apakah tidak pernah terlintas di hatimu untuk  melakukannya? Kalau sekedar ibadah, para wanita tua pun dapat melakukannya.  Demikian pesan ibu mereka setelah diambilkan teko yang penuh air.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Kami tidak berani bersikap kurang ajar kepadanya, Bu". "Berikan teko ini lalu  sampaikan pesanku kepadanya jika kalian menginginkan kebaikan dan keberkahan".  Mereka berdua lalu menemui Habib Abdulkadir dan menyampaikan pesan ibunya.  "Benar, ibumu benar. Sungguh dia adalah seorang murabbiyah (pendidik) yang baik.  Sungguh beliau sebaik-baik muaddibah (pendidik). Sungguh baik ucapannya. Bawa  sini air itu", jawab Habib Abdulkadir. Setelah teko Itu beralih ke tangannya,  beliau pun segera meminum airnya. (N:102-105) &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Suatu hari aku dan Ahmad Ali Makarim berjalan-jalan di kota Bur. Kami  berbincang-bincang tentang masalah nafs. Jauh dari situ ada beberapa wanita  sedang mencari kayu di tepi sungai yang sudah kering. Tiba-tiba salah seorang  dari wanita-wanita itu mendatangi kami dan berkata, "Tidak ada yang merintangi  manusia dari Tuhannya kecuali nafs". Kami berkata kepadanya, "Kau benar, Allah  telah memuliakanmu dengan hikmah". Wanita itu kemudian pergi untuk bergabung  kembali dengan teman-temannya. Rupanya pembicaraan kami di-kasyf oleh wanita  tadi. (N:235) &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Sholeh bin Nukh berkata kepadaku, "Wahai Habib Ali, aku memiliki anak  perempuan yang saleh". "Bagaimana kau tahu dia seorang saleh?" "Aku pernah bertanya  kepadanya, "Senangkah kau jika ada seseorang yang memberimu satu peti perhiasan?" Dia menjawab,  "Wahai ayah, apakah perhiasan ini dapat menyenangkan hati  seseorang? Perhiasan hanya akan melukai hati". Aku bertanya lagi, "Bagaimana  pendapatmu jika kau dapat melihat Allah Yang Maha Mulia?" Mendengar ucapanku ini,  ia terjatuh dan menangis selama tiga hari. Apakah ia seorang wanita saleh?" &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Ya,  dia adalah seorang wanita yang saleh...sungguh-sungguh wanita yang saleh?" Salim  bin Abubakar (bin Abdullah Alatas) berkata kepadaku, "Aku pernah mendengar Sholeh  bin Nukh dan anak perempuannya berdzikir kepada Allah berdua di rumahnya, suara  mereka seakan-akan suara 100 orang". (N:463-464)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-1762288510882820935?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/1762288510882820935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/04/kisah-tentang-wanita-wanita-yang-soleh.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/1762288510882820935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/1762288510882820935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/04/kisah-tentang-wanita-wanita-yang-soleh.html' title='Kisah Tentang Wanita-Wanita Yang Soleh'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-2764908449057271067</id><published>2009-04-22T00:46:00.004+09:00</published><updated>2009-04-22T00:53:58.331+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarikh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sirah_nabawiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasul'/><title type='text'>Pertemuan Rasulullah dengan Kekasihnya Menghadap Hadirat Allah SWT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/Se3rt2xYPyI/AAAAAAAAAVU/xUjto2UCYC4/s1600-h/Makam+rosulullah+saw.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 176px; height: 144px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/Se3rt2xYPyI/AAAAAAAAAVU/xUjto2UCYC4/s320/Makam+rosulullah+saw.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327173107278429986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Allah SWT telah menentukan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Siapa pun pasti akan ditemui oleh kematian. Tidak peduli apapun jabatan dan kedudukannya. Tua atau muda, sakit atau tidak, pria maupun wanita, jika tiba ajalnya maka tidaklah dapat dimajukan atau diundurkan walau sesaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Para Anbiya' telah menghadap Allah, umat-umat terdahulu telah merasakan kematian. Tidak terkecuali Nabi kita tercinta Nabi Muhammad SAW. Sebagai hamba Allah, beliau tak luput dari kematian. Hal ini telah dinyatakan sendiri oleh Allah SWT dalam Al Quran surat Az Zumar ayat 30 (yang artinya):&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) akan mati dan mereka juga akan mati."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Untuk sebagian orang, kematian dianggap suatu yang menakutkan, tetapi untuk pribadi Rasulullah SAW kematian adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu karena dengan itulah beliau berjumpa dengan Kekasihnya. Tuhan sekalian alam. Setiap kekasih akan selalu senang berkumpul dan bersua dengan yang dicintainya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Wafat Rasulullah SAW&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, dan beliau wafat pada hari Senin pula. Menurut jumhur ulama'beliau saw meninggal pada hari Senin, 12 Rabiul Awwal di waktu dhuha(awal siang). Dan dikebumikan pada hari Rabu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Hari itu hari Jumat. Rasulullah SAW jatuh sakit. Orang-orang silih ganti membesuk beliau.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Esoknya beliau masih sakit. Esoknya lagi belum sembuh. Dan seterusnya. Pada hari ke-17, hari Ahad, sakit beliau memburuk sangat. Beliau tidak kuat bangun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Fajar merekah, Bilal r.a. mengumandangkan adzan. Seperti biasa, usai adzan, dia berjalan ke depan pintu kediaman Nabi SAW.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Assalamu’alaika ya Rasulallah," katanya.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Waktunya shalat, rahimakallah."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Beliau mendengar panggilan Bilal ini, namun Fathimah r.a. yang menyahut,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Bilal, Rasulallah SAW hari ini udzur. Beliau tidak kuat bangun."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Bilal masuk kembali ke dalam masjid. Ketika hari meremang, Bilal berkata pada diri sendiri,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Demi Allah, aku tidak akan menyeru iqamat, sebelum aku meminta izin pada Rasulullah Saw."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Dia pun kembali ke pintu rumah beliau.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Assalamu’alaika ya Rasulallah wa barakatuh. Ash-shalah yarhamukallah (Waktunya shalat, mudah-mudahan Allah merahmatimu)."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Mendengar panggilan ini, beliau bersabda,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Masuklah Bilal, Rasulallah SAW sangat payah, tak bisa bangun. Suruh Abu Bakar mengimami jamaah."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Bilal keluar dari kediaman beliau sembari menaruh dua tangannya di belakang kepala.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Duh, tolonglah Gusti. Duh, putus sudah harapan. Duh, remuk redam punggungku. Andaikan ibuku tak pernah melahirkanku. Ah, tapi dia sudah melahirkanku. Andai saja aku tidak melihat kondisi Rasulullah SAW hari ini."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Setiba di dalam masjid dia berkata,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Abu Bakar, Rasulullah SAW menyuruhmu mengimami shalat jamaah."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Abu Bakar r.a. berjalan menuju ke mihrab. Dia adalah lelaki kurus. Ketika melihat tempat di mana Rasulullah SAW biasa berdiri sekarang kosong, dia tidak tahan. Dia jatuh bergedebam. Pingsan. Orang-orang langsung gaduh. Semua menangis. Rasulullah SAW mendengar suara gaduh ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Ada apa kok gaduh?" tanya beliau.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Kaum muslimin gaduh karena kehilangan Engkau, ya Rasulallah."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Beliau memanggil Ali ibn Abi Thalib r.a. dan Ibnu Abbas r.a. Dengan bertelekan pada tubuh mereka, beliau berjalan ke luar ke masjid. Kemudian beliau mengimami slalat shubuh dengan cepat. Usai shalat, beliau memalingkan muka beliau yang bagus, menghadap ke arah jamaah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Kaum muslimin sekalian, aku titipkan kalian kepada Allah. Kalian akan berada di bawah perlindungan Allah dan keamanan-Nya. Allah menggantikanku bagi kalian. Kaum muslimin sekalian, hendaklah kalian tetap bertakwa pada Allah, tetap menjaga taat pada-Nya setelah kematianku. Aku akan segera meninggalkan dunia ini. Ini adalah hari permulaan akhiratku dan hari terakhir duniaku."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Keesokan harinya, sakit beliau bertambah parah. Allah menyampaikan wahyu pada malaikat pencabut nyawa,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Turunlah kamu ke tempat kekasih-Ku, pilihan-Ku, Muhammad SAW dengan rupa paling bagus. Cabutlah nyawanya dengan lembut."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Maka turunlah malaikat maut. Dia berdiri di depan pintu rumah beliau dengan rupa orang Badui (pedalaman).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Assalamu’alaikum wahai para penghuni rumah Nabi dan tambang risalah serta tempat mondar mandirnya para malaikat. Bolehkah saya masuk?"&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Aisyah r.a. menoleh ke arah Fathimah r.a.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Tolong lelaki itu dijawab."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Fathimah berkata,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Mudah-mudahan Allah membalas jalan Anda, wahai Abdullah (hamba Allah). Rasulullah SAW sedang udzur, sakit sangat parah."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Lelaki di luar pintu tersebut tidak beranjak dari tempat. Dia malah menyeru seperti tadi. Aisyah berpaling ke arah Fathimah,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Fathimah, tolong lelaki itu dijawab."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Mudah-mudahan Allah membalas jalanmu, tapi Rasulullah SAW sedang payah, sakit sangat parah."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Lelaki itu kembali memanggil untuk yang ketiga kali.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Assalamu’alaikum wahai para penghuni rumah Nabi dan tambang risalah serta tempat mondar mandirnya para malaikat. Bolehkah saya masuk? Saya memang harus masuk."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Rasulullah SAW mendengar panggilan ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Fathimah, siapa di pintu?" tanya beliau.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Ya Rasulallah, seorang lelaki berdiri di depan pintu. Dia minta izin untuk masuk. Kami sudah jawab berkali-kali. Lalu untuk ketiga kali dia menyeru dengan suara yang membuat bulu kudukku berdiri, bergetar seluruh tubuhku."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Fathimah, tahukah Kamu siapa di depan pintu itu? Dia adalah penghancur kelezatan dan pemisah jamaah. Dia membuat istri-istri menjadi janda, anak-anak jadi yatim. Dia peroboh rumah-rumah dan pemakmur kubur-kubur. Masuklah rahimakallah, wahai malaikat maut."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Maka masuklah si malaikat maut. Nabi SAW bersabda,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Malaikat maut, engkau datang untuk berziarah atau mencabut nyawa?"&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Aku datang untuk berziarah sekaligus mencabut nyawa. Allah memerintahkan aku supaya tidak masuk ke rumahmu kecuali dengan izinmu, dan tidak mencabut nyawamu kecuali dengan izinmu. Kalau kamu izinkan, aku masuk. Kalau tidak, aku kembali pada Tuhanku."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Malaikat maut, di mana kau tinggalkan kekasihku, Jibril?"&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Aku tinggalkan dia di langit dunia. Sementara para malaikat lain bertakziah kepadanya untuk Baginda."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Tak lama kemudian Jibril a.s. datang. Dia duduk di damping kepala beliau.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Jibril, ini adalah keberangkatan dari dunia. Berilah aku kabar gembira, tentang aku kemudian Allah."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Pintu-pintu langit telah dihias bagus. Para malaikat berdiri berbaris memakai wewangian dan dengan ucapan selamat. Mereka hendak menyongsong ruhmu, Muhammad."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Hanya untuk Allah segala pujian. Berilah aku kabar gembira, Jibril."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Aku beri kabar gembira bahwa pintu-pintu surga telah dihias indah. Bengawan-bengawannya sudah dialirkan. Pohon-pohonnya sudah berjuntai ke bawah. Para bidadarinya telah bersolek guna menyambut kedatanganmu, Muhammad."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Hanya bagi Allah segala pujian. Beri aku kabar gembira, Jibril."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Engkau bakal menjadi orang yang pertama kali memberi syafaat, dan orang pertama yang diberi syafaat pada hari kiamat."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Hanya bagi Allah segala pujian."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Kekasihku, tentang apakah Engkau hendak bertanya?"&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Aku ingin bertanya mengenai kegundahanku. Siapakah (penjaga bagi) pembaca-pembaca Quran setelahku? Siapakah yang berpuasa bulan Ramadhan setelahku? Siapakah berhaji ke Baitullah setelahku? Siapakah umatku yang terpilih setelahku?"&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Berbahagialah, kekasih Allah, karena Allah SWT berfirman, ‘Aku telah mengharamkan surga bagi seluruh nabi dan seluruh umat samapai Engkau memasukinya, dan umatmu.’"&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Sekarang hatiku lega. Malaikat maut, tunggu apa lagi, laksankan apa yang diperintahkan padamu."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;Ali r.a. berkata,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Ya Rasulallah, kalau nyawamu telah dicabut, siapakah yang akan memandikan jasadmu? Bagaimana kami mengkafanimu? Siapakah yang menyalatimu? Dan siapa yang masuk ke kuburmu?"&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Beliau bersabda,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Ali, adapun soal memandikan, hendaklah Engkau yang memandikanku. Al-Fadhal bin Abbas akan menuangkan air padamu, dan Jibril adalah orang ketiga dari kalian berdua. Kalau kalian sudah memandikanku, kafanilah aku dengan tiga lembar kain kafan yang baru, dan Jibril akan membawakan wewangian (untuk kafanku) dari surga. Bila kamu telah meletakkan jasadku di atas keranda, letakkan aku di dalam masjid. Keluarlah kalian, tinggalkan aku sendiri karena yang pertama kali shalat (memberi rahmat) padaku ialah Allah dari atas ‘Arasy-Nya. Lantas Jibril a.s., Mikail a.s., kemudian Isrofil a.s., menyolatiku. Selanjutnya para malaikat secara berkelompok-kelompok. Setelah itu, masuklah kalian ke dalam masjid. Berdiri berbarislah kalian dalam shaf-shaf. Tak seorang pun boleh maju daripada yang lain (menjadi imam)."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Fathimah r.a. berkata,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Hari ini adalah hari perpisahan. Kapankah aku dapat menjumpaimu?"&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Pada hari kebangkitan (hari kiamat), lalu di telaga. Aku memberi minum pada orang-orang dari umatku yang datang ke telagaku."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Kalau aku tidak dapat bertemu denganmu?"&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Di timbangan (Mizan). Aku akan memberi syafaat pada umatku"&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Kalau aku tidak jumpa?"&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Di Shirathal Mustaqim. Aku akan menyeru, ‘Tuhan, selamatkanlah umatku dari neraka.’"&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Sakaratul Maut&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Malaikat mendekat dan mulai mencabut nyawa beliau dengan lembut. Ketika ruh sampai di dua lutut, beliau berseru,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Auh."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Ruh terus bergerak. Saat ruh sampai di pusar, beliau tersenyum,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Oh sedihku."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Fathimah menyahut,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Betapa sedihku, Ayahanda."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Ketika ruh mencapai dada, beliau bersabda,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Jibril, betapa pahitnya kematian."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Jibril memalingkan mukanya. Dan beliau bersabda,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Jibril, apa kamu tidak suka melihat keadaanku?"&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Kekasihku, siapa yang tahan melihatmu yang mengalami sakaratul maut?"&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;Lantas, beliau menghembuskan nafas terakhir. Ruh telah dicabut dari jasad beliau seluruhnya.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Kemudian, Ali memandikan jasad beliau, sementara Ibnu Abbas menuangkan air untuknya, dan Jibril berdiri menunggui.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Setelah itu, beliau dikafani dengan tiga lembar kain. Lalu dibawa di atas keranda ke dalam masjid. Setelah meletakkan keranda di sana, orang-orang keluar. Allah yang pertama memberi rahmat pada beliau. Dilanjutkan Jibril, Mikail, dan para malaikat menyalati.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Kami mendengar suara ‘hm'yang bersahutan di dalam masjid, padahal kami tidak melihat satu sosok pun." kenang Ali.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Kemudian kami mendengar suara tanpa wujud,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;'Masuklah kalian rahimakumullah. Shalatilah nabi kalian SAW.’&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Maka kami masuk dan berdiri dalam shaf-shaf sebagaimana beliau perintahkan. Tak seorang pun dari kami maju. Kami bertakbir bersama takbir Jibril."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Kemudian upacara pemakaman. Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., Ali bin Abi Thalib r.a., dan Ibnu Abbas r.a. masuk ke liang kubur, dan jasad beliau dikuburkan. Ketika orang-orang bubar, Fathimah r.a. berkata kepada Ali r.a., suaminya,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Abal Hasan, kalian telah mengubur Rasulullah?"&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Ya."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Tega sekali kalian menguruk jasad beliau dengan tanah. Tidak adakah rasa sayang di hati kalian kepada Rasulullah SAW? Bukankah beliau pembimbing kea rah kebajikan?"&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Tentu, Fathimah. Tetapi keputusan Allah tidak ada yang dapat menolak."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Seketika Fathimah menangis mengguguk.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;"Oh ayah, sekarang terputuslah Jibril. Dulu Jibril biasa mendatangi kami membawa wahyu dari langit."&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Beliau SAW menutup kehidupan dunia ini dengan ridho dan diridhoi oleh Allah SWT pada usia 63 tahun. Ketika meninggal, jasad beliau ditutupi kain dari Yaman. Para sahabat yang mendengar berita itu, spontan terkejut dan kaget seakan tidak percaya bahwa Nabi telah betul-betul menghadap Allah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Umar bin Khattab awalnya mengingkari berita kematian Nabi itu, Utsman bin Affan pura-pura tuli sedang Ali bin Abi Thalib jatuh lemas. Dan sahabat yang lain menangis tertunduk lemah. Sungguh tidak ada yang lebih kuat menahan diri pada saat itu kecuali 'Abbas, paman Nabi dan Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Beliau dikafani dengan tiga lapis kain putih, dihamparkan karpet merah di bawah jasad Nabi ketika akan dikubur.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Yang mengurus pembuatan lahat Rasulullah SAW adalah sahabat Abu Thalhah. Beliau dikuburkan di rumah isteri tercintanya Sayyidah 'Aisyah r.a. dan setelah itu dikubur pula berdampingan dengan beliau dua sahabatnya yang mulia, Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-2764908449057271067?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/2764908449057271067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/04/pertemuan-rasulullah-dengan-kekasihnya.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/2764908449057271067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/2764908449057271067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/04/pertemuan-rasulullah-dengan-kekasihnya.html' title='Pertemuan Rasulullah dengan Kekasihnya Menghadap Hadirat Allah SWT'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/Se3rt2xYPyI/AAAAAAAAAVU/xUjto2UCYC4/s72-c/Makam+rosulullah+saw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-2743133628577054711</id><published>2009-04-21T02:03:00.010+09:00</published><updated>2009-04-22T00:46:11.652+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='khuruj_li_da&apos;wah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='da&apos;wah'/><title type='text'>Da'wah ke Manipa bersama RA Ambon (29 Maret - 2 April 2009)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/Seyrf0XeQoI/AAAAAAAAAUM/nX1WDhUmzSQ/s1600-h/30032009009.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/Seyrf0XeQoI/AAAAAAAAAUM/nX1WDhUmzSQ/s320/30032009009.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326821022393844354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Dari sekian banyak perjalanan da'wah inilah yang paling berkesan dimana saya dan rombongan pergi ke satu Pulau yang sangat tertinggal. Namanya Pulau Manipa, konon katanya Pulau ini banyak "suanggi" (manusia berilmu hitam). Tapi tidak mengecilkan niat kita untuk tetap pergi kesana. Kita berangkat menggunakan speedboat yang lamanya 3,5 jam dari tempat kapal-kapal tersebut. Perjalan ke Tehoku (tempat kapal) dari kota Ambon kita tempuh kurang lebih 1 jam.  Saya bersama Ust. Ahmad Alhabsyi dan rombongan keluar dari Maktab Rabithah Alawiyyah Cabang Ambon pada pukul 08.00 WIT.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SeytuyDg29I/AAAAAAAAAUU/lBELkIi7-E0/s1600-h/30032009014.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SeytuyDg29I/AAAAAAAAAUU/lBELkIi7-E0/s320/30032009014.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326823478494550994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dari mulai menaiki mobil, kita mulai dengan membaca ratib Haddad, Qhasaid, Burdah sampai ketika dalam speedboat kita membaca Maulid Habsyi dan Hizbul Bahar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/Seyu73WaOyI/AAAAAAAAAUc/hB1WzRV7wjs/s1600-h/30032009020.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/Seyu73WaOyI/AAAAAAAAAUc/hB1WzRV7wjs/s320/30032009020.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326824802765912866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Itu Pulau yang kami tuju, yang jaraknya dari pulau Ambon sekitar 3,5 jam. Hanya bisa ditempuh dengan jalur laut, itu pun kita mencarter speedboat untuk kesana.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/Seyv93_BLfI/AAAAAAAAAUk/ODtrQ6lOtKo/s1600-h/30032009019.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/Seyv93_BLfI/AAAAAAAAAUk/ODtrQ6lOtKo/s320/30032009019.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326825936807603698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Sangat mengasikan dimana, ketika kita sampai ( sekitar jam 2 siang) kemuadian mebacakan Fatehah pada Sohibul Wilayah, dan dijamu makan oleh Kepala desa disana. Malamnya selapas Isya kita pergi ke tempat acara maulid, dimana perjalan dilakukan lg tapi dengan speedboat juga. Alhasil, disana g ada kendaraan apa pun kecuali jalur laut, tidak ada listrik (terkecuali genset) , tidak ada signal hp, dan yang sangat mengesankan setelah acara maulid itu kita semua tidur di tempat acara tersebut, diatas tanah yg berlapiskan karpet hijau pada acara maulid tersebut.SubhanaALLAH....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/Seyx86sOF1I/AAAAAAAAAUs/G9IM2ONzhxM/s1600-h/30032009032.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/Seyx86sOF1I/AAAAAAAAAUs/G9IM2ONzhxM/s320/30032009032.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326828119377450834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/Seyyrlx5pRI/AAAAAAAAAU0/goZPnxop1aA/s1600-h/30032009033.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/Seyyrlx5pRI/AAAAAAAAAU0/goZPnxop1aA/s320/30032009033.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326828921217983762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/Sey0BS08BsI/AAAAAAAAAVE/haFZybhhc-s/s1600-h/30032009034.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/Sey0BS08BsI/AAAAAAAAAVE/haFZybhhc-s/s320/30032009034.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326830393599198914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;InsyaALLAH perjalan ini menjadi perjalan yang dirahmati dan diberkahi oleh ALLAH, juga dapat mebahagiakan hati Sang Nabi Besar Muhammad SAW. Dan kita menjadi hamba yang bertakwa dan beriman serta mencintai Rasul SAW, keluarganya dan juga shahabatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-2743133628577054711?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/2743133628577054711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/04/dawah-ke-manipa-bersama-ra-ambon-29.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/2743133628577054711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/2743133628577054711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/04/dawah-ke-manipa-bersama-ra-ambon-29.html' title='Da&apos;wah ke Manipa bersama RA Ambon (29 Maret - 2 April 2009)'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/Seyrf0XeQoI/AAAAAAAAAUM/nX1WDhUmzSQ/s72-c/30032009009.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-4286570778532509760</id><published>2009-03-03T15:54:00.006+09:00</published><updated>2010-09-03T23:27:56.955+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maulid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan_Rasul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mimpi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='da&apos;wah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasul'/><title type='text'>Kepemimpinan Rasulullah, Sayyidul Wujud Muhammad SAW</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SazWCPu-WRI/AAAAAAAAAUE/y6o1TPrdsPA/s1600-h/Milad+Muhammad+SAW.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 469px; height: 350px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SazWCPu-WRI/AAAAAAAAAUE/y6o1TPrdsPA/s320/Milad+Muhammad+SAW.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308853394834610450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Nabi Muhammad SAW, adalah pemimpin dunia yang terbesar sepanjang sejarah. Karena hanya dalam waktu 23 tahun (kurang dari seperempat abad), dengan biaya kurang dari satu persen biaya yang dipergunakan untuk revolusi Perancis dan dengan korban kurang dari seribu orang. Beliau telah menghasilkan tiga karya besar yang belum pernah dicapai oleh pemimpin yang manapun di seluruh dunia sejak Nabi Adam as. sampai sekarang. Tiga karya besar tersebut adalah:&lt;/p&gt;  &lt;ol  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="arab"&gt; &lt;span style="font-size:180%;"&gt;تَوْحِيْدُ الإِلهِ&lt;/span&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(mengesakan Tuhan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Nabi Besar Muhammad SAW. telah berhasil menjadikan bangsa Arab yang semula mempercayai Tuhan sebanyak 360 (berfaham polytheisme) menjadi bangsa yang memiliki keyakinan tauhid mutlak atau monotheisme absolut.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="arab"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;تَوْحِيْدُ الأُمَّةِ&lt;/span&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(kesatuan ummat)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Nabi Besar Muhammad SAW,  telah berhasil menjadikan bangsa Arab yang semua selalu melakukan permusuhan dan peperangan antar suku dan antar kabilah, menjadi bangsa yang bersatu padu dalam ikatan keimanan dalam naungan agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span class="arab"&gt;تَوْحِيْدُ الْحُكُوْمَةِ     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(kesatuan  pemerintahan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Nabi Besar Muhammad SAW, telah berhasil membimbing bangsa Arab yang selamanya belum pernah memiliki pemerintahan sendiri yang merdeka dan berdaulat, karena bangsa Arab adalah bangsa yang selalu dijajah oleh Persia dan Romawi, menjadi bangsa yang mampu mendirikan negara kesatuan yang terbentang luas mulai dari benua Afrika sampai Asia.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Kunci dari keberhasilan perjuangan Beliau SAW, dalam  waktu relatif singkat itu adalah terletak pada tiga hal:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Keunggulan agama Islam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketepatan sistem dan metode yang beliau pergunakan  untuk berda'wah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kepribadian beliau. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Keunggulan agama Islam terletak pada delapan sifat yang  tidak dimiliki oleh agama-agama lainnya di seluruh dunia ini, yaitu:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; Agama Islam itu adalah agama fitrah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Agama Islam itu adalah mudah, rational dan praktis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Agama Islam itu adalah agama yang mempersatukan antara kehidupan jasmani  dan rohani dan antara kehidupan duniawi dan ukhrawi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Agama Islam itu adalah agama yang menjaga keseimbangan antara kehiduan individual  dan kehidupan bermasyarakat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Agama Islam itu adalah merupakan jalan hidup yang sempurna.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Agama Islam itu adalah agama yang universal dan manusiawi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Agama Islam itu adalah agama yang stabil dan sekaligus berkembang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Agama Islam itu adalah agama yang tidak mengenal perubahan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Sistem dakwah yang dipergunakan oleh Nabi Besar Muhammad SAW adalah:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; Menanamkan benih iman di hati umat manusia dan menggemblengnya sampai benar-benar mantap.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mengajak mereka yang telah memiliki iman yang kuat dan mantap untuk beribadah  menjalankan kewajiban-kewajiban agama Islam dengan tekun dan berkesinambungan secara bertahap.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mengajak mereka yang telah kuat dan mantap iman mereka serta telah tekun menjalankan ibadah secara berkelanjutan untuk mengamalkan budi pekerti yang luhur.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Metode dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: verdana;"&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Hikmah, yaitu kata-kata yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dan yang bathil.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Nasihat yang baik. &lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Menolak bantahan dari orang-orang yang menentangnya dengan memberikan argumentasi yang jauh lebih baik, sehingga mereka yang menentang dakwah beliau tidak dapat berkutik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memperlakukan musuh-musuh beliau seperti memperlakukan sahabat karib. Keempat metode dakwah beliau di atas, disebutkan oleh Allah SWT dalam Al Qur'an  al Karim dalam surat: &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;An Nahlu ayat 125:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;" class="arab" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;اُدْعُ اِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ  بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ  ، وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِى هِيَ اَحْسَنُ ؛  إِنَّ رَبَّكَ  هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ  عَنْ سَبِيْلِهِ ، وَهَوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ  .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;"Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu  dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang sesat  dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Surat Fushshilat ayat 34:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;" class="arab" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;وَلاَ تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَلاَ  السَّيِّئَةُ ؛ اِدْفَعْ بِالَّتِى هِيَ اَحْسَنُ  فَإِذَا الَّذِى بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ  كَاَنَّهُ  وَلِيٌّ حَمِيْمٌ .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;"Dan tiadalah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan) itu dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia".&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Kepribadian Nabi Besar Muhammad saw. yang sangat menunjang  dakwah beliau disebutkan dalam Al Qur'an sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: verdana; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Bersikap lemah-lembut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selalu mema'afkan kesalahan orang lain betapapun besar kesalahan tersebu selama kesalahan tersebut terhadap pribadi beliau.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memintakan ampun dosa dan kesalahan orang lain kepada Allah swt., jika kesalahan tersebut terhadap Allah SWT.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selalu mengajak bermusyawarah dengan para sahabat beliau dalam urusan dunia dan beliau selalu konsukuen memegang hasil kepautusan musyawarah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika beliau ingin melakukan sesuatu, maka beliau selalu bertawakkal kepada Allah SWT dalam arti: direncanakan dengan matang, diprogramkan, diperhitungkan anggarannya dan ditentukan sistem kerjanya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Kelima kepribadian Nabi Besar Muhammad SAW, tersebut di atas, dituturkan oleh Allah swt. dalam surat Ali Imran ayat 159:&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: center;font-family:verdana;" class="arab" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللهِ   لِنْتَ لَهُمْ ، وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ  الْقَلْبِ لاَنْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ، فَاعْفُ   عَنْهَمْ .وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ  فِى الاَمْرِ ، فَإِذَا&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:180%;"&gt;عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ  عَلَى اللهِ ؛ إِنَّ اللهَ  يُحِبُّ  الْمُتَوَكِّلِيْنَ  .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya". &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-4286570778532509760?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/4286570778532509760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/03/kepemimpinan-rasulullah-sayyidul-wujud.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/4286570778532509760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/4286570778532509760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/03/kepemimpinan-rasulullah-sayyidul-wujud.html' title='Kepemimpinan Rasulullah, Sayyidul Wujud Muhammad SAW'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SazWCPu-WRI/AAAAAAAAAUE/y6o1TPrdsPA/s72-c/Milad+Muhammad+SAW.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-8715279010558945527</id><published>2009-02-22T07:31:00.005+09:00</published><updated>2009-02-22T09:36:29.917+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga_Sakinah'/><title type='text'>Keluarga Yang Sakinah &amp; Mawaddah...</title><content type='html'>&lt;h4 style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SaCFI_n47aI/AAAAAAAAAT0/kfJMVF_2u7I/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 89px; height: 118px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SaCFI_n47aI/AAAAAAAAAT0/kfJMVF_2u7I/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305386750606634402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:verdana;" class="arab"&gt; &lt;span style="font-size:180%;"&gt;وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;&lt;em&gt;"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah"&lt;/em&gt; (QS. adz Dzariyat: 49)&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Ummu Salamah ra menggambarkan betapa berseri-seri wajah Rasulullah ketika mendengar pinangan puteri Beliau yang dimohonkan oleh Sayyidina Ali Ibn Abi Thalib ra., sebab sang calon menantu adalah seorang pemuda yang gagah berani, berilmu, dan berakhlak mulia, yang sejak kecil ada di bawah bimbingan dan didikan Beliau sebagai anak angkat, yang dari sulbinya akan lahir keturunan Beliau Rasulullah SAW yang disebut Ahlul Bait atau Adz Dzuriyah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Diriwayatkan oleh Ibn Mas’ud bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya Allah SWT, memerintahkan kepadaku agar aku mengawinkan Fatimah dengan Ali."&lt;/em&gt; HR. Tabrani.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Perkawinan yang Penuh Berkah &lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Prosesi akad nikah berjalan dengan hidmat dan penuh dengan nilai-nilai kesakralan, walau maskawin yang diberikan oleh Sayyidina Ali hanya 400 dirham, atau senilai sebuah baju besi untuk berperang. Bahkan perjamuan &lt;em&gt;walimatul 'ursy&lt;/em&gt; hanyalah kurma dan kismis anggur yang dikeringkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Sahabat Anas Ibn Malik ra. menuturkan bahwa setelah selesai uapacara pernikahan Rasulullah SAW mendoakan kedua mempelai: &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;&lt;em&gt;"Semoga Allah SWT merukunkan kalian berdua, melimpahkan kebahagiaan dan memberkahi kalian berdua. Dan semoga pula akan memberikan keturuan yang baik dan banyak kepada kalian."&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Kehidupan Sayyidina Ali dan Sayyidatina Fatimah sangat sederhana, bahkan Sayyidina Ali tidak mampu membayar gaji seorang pembantu untuk rumah tangganya. Karenanya, Sayyidatina Fatimah yang masih muda itu harus menanggung sendiri semua pekerjaan rumah tangganya. Ia harus menggiling gandum sendiri, membakar roti sendiri, membersihkan rumah sendiri, mencuci sendiri, memasak sendiri,masih lagi harus merawat anak-anak sendiri. Coba bayangkan putri seorang nabi, yang juga kepala negara melakukan aktivitas rumah tangganya sendiri&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Suatu ketika Rasulullah SAW. berkunjung ke rumah puteri Beliau, Sayyidatina Fatimah sedang menggiling tepung dengan air mata yang berlinang. Baju yang dikenakannya pun dari kain kasar. Menyaksikan hal itu, Rasulullah SAW, haru dan air matanya pun meleleh, sambil menghibur:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;&lt;em&gt;"Fatimah, terimalah kepahitan dunia untuk memperoleh kenikmatan di akhirat nanti."&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Namun demikian, dengan segala kesederhanaan dan kehidupan yang serba kekurangan, rumah tangga mereka sangat harmonis, tenteram, damai, saling menghormati, saling mencintai, rukun dan penuh kasih sayang. Mereka tidak pernah mengeluh, semua dikerjakan bersama-sama dengan saling pengertian di posisi mereka masing-masing.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Kunci Rumah Tangga Sakinah&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Dari cerita kehidupan di atas, kita memperoleh gambaran yang indah dari sebuah rumah tangga yang pondasi dan pilar-pilar kekuatannya dibangun dengan &lt;em&gt;akhlaqul karimah&lt;/em&gt;. Dalam kehidupan rumah tangga, sesungguhnya suami-isteri memiliki hak dan kewajiban yang seimbang sesuai kodrat masing-masing. Dan keduanya dituntut menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.&lt;/p&gt;  &lt;div class="arab"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;span style="font-size:180%;"&gt;وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;blockquote style="font-family: verdana;"&gt;   &lt;p&gt;&lt;em&gt;"Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."&lt;/em&gt; Al Baqarah 228&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;h4 style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Kewajiban suami kepada istri :&lt;br /&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;li&gt;Memberi nafkah lahir (sandang, pangan dan papan), dan batin (kebutuhan biologis),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempergauli dengan baik dan bersikap seperti yang ia inginkan, selama hal itu tidak bertentangan dengan ajaran Islam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberi pelajaran agama agar mentaati perintah Allah SWT dan menjauhi segala laranganNya, serta mendidik untuk berperilaku terpuji.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghindari tindakan kekerasan dan sewenang-wenang.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Kewajiban istri kepada suami :&lt;br /&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;li&gt;Taat dan patuh kepada suami, selama hal itu tidak bertentangan dengan ajaran Islam, antara lain: &lt;ul&gt;&lt;li&gt;tidak menolak apabila diajak untuk bersenggama,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tidak bepergian tanpa izin suami&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tidak berpuasa sunnah tanpa izin suami&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tidak memasukkan seorang laki-laki yang bukan mahramnya tanpa izin suami&lt;/li&gt;&lt;li&gt;senantiasa mencari kerelaan suami.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjaga kehormatan suami&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memelihara harta benda suami&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengatur urusan rumah tangga dan ikut serta mendidik anak-anak&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;div  style="text-align: center;font-family:verdana;" class="arab"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;  &lt;span style="font-size:180%;"&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:180%;"&gt;تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبً&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;ا&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;blockquote style="font-family: verdana;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan daripadanya Allah SWT menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah SWT yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah SWT selalu menjaga dan mengawasi kamu."&lt;/em&gt; (QS. An Nisa: 1)&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-8715279010558945527?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/8715279010558945527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/02/keluarga-yang-sakinah-mawaddah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/8715279010558945527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/8715279010558945527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/02/keluarga-yang-sakinah-mawaddah.html' title='Keluarga Yang Sakinah &amp; Mawaddah...'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SaCFI_n47aI/AAAAAAAAAT0/kfJMVF_2u7I/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-3963452349755623238</id><published>2009-02-18T01:36:00.003+09:00</published><updated>2010-09-03T23:27:56.959+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maulid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mimpi'/><title type='text'>Sedikit tentang "Maulid Habsyi"</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana;" class="post-body entry-content"&gt; &lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7696/1343/1600/simthuddurar.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right;" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7696/1343/200/simthuddurar.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;"&lt;strong&gt;Simthud-Durar fi akhbar Mawlid Khairil Basyar min akhlaqi wa awshaafi wa siyar&lt;/strong&gt;" atau singkatannya "&lt;strong&gt;Simthud-Durar&lt;/strong&gt;" adalah karangan mawlid Junjungan yang disusun oleh Habib Ali bin Muhammad bin Husain al-Habsyi (1259 - 1333H / 1839 - 1913M). Mawlid yang juga terkenal dengan panggilan "&lt;strong&gt;Mawlid Habsyi&lt;/strong&gt;" ini telah diimla'kan oleh Habib Ali tatkala beliau berusia 68 tahun dalam beberapa majlis bermula pada hari Khamis 26 Shafar al-khair 1327 dan disempurnakan 10 Rabi`ul Awwal tahun tersebut dan dibacakan secara rasminya di rumah murid beliau Habib 'Umar bin Hamid as-Saqqaf pada malam Sabtu tanggal 12 Rabi`ul Awwal. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Habib Thoha bin Hasan bin Abdur Rahman as-Saqqaf dalam &lt;strong&gt;"Fuyudhotul Bahril Maliy"&lt;/strong&gt; menukil kata-kata Habib 'Ali berhubung karangannya tersebut seperti berikut:-&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;" Jika seseorang menjadikan kitab mawlidku ini sebagai salah satu wiridnya atau menghafalnya, maka sir Junjungan al-Habib s.a.w. akan nampak pada dirinya. Aku mengarangnya dan mengimla`kannya, namun setiap kali kitab itu dibacakan kepadaku, dibukakan bagiku pintu untuk berhubungan dengan Junjungan Nabi SAW....."&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Habib Novel bin Muhammad al-'Aydrus menceritakan bahawa antara keistimewaan &lt;strong&gt;"Simthud Durar"&lt;/strong&gt; ialah seseorang yang mempelajarinya akan cepat menghafal al-Quran. Perkara ini beberapa kali berlaku pada murid-murid yang diasuh oleh Habib Husain Mulakhela, di mana sebelum menghafal al-Quran mereka disuruh membaca dan menghafal&lt;strong&gt; "Simthud Durar"&lt;/strong&gt; dan ternyata hasilnya murid-murid tersebut lebih cepat menghafal al-Quran. Habib Husain Mulakhela sendiri mengalami hal sedemikian. Ketika diawal menuntut ilmu bahasa 'Arab, gurunya, Habib Hadi Jawas telah menyuruhnya untuk terlebih dahulu mempelajari &lt;strong&gt;"Simthud Durar"&lt;/strong&gt;. Setelah dipelajari dengan tekun, barulah diketahuinya bahawa &lt;strong&gt;"Simthud-Durar"&lt;/strong&gt; menghimpun semua wazan / pola kata / tata kata dalam bahasa 'Arab, sehingga dia menjadi mudah untuk menguasai ilmu nahu dan sharaf.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah 100 tahun karangan mawlid ini beredar, kemasyhurannya tetap bersinar cemerlang dengan dijadikan bahan bacaan dan wiridan ramai pencinta Junjungan s.a.w. Mudah-mudahan ianya terus hidup subur dan keberkatannya dilimpahkan kepada segala yang mengaku umat Junjungan SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Allahumma sholli wa sallim &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;asyrafas shoolati wat taslim&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;'ala Sayyidina wa Nabiyiina &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Muhammadi-nir Ra-ufir Rahim.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Allahumma sholli wa sallim wa baarik &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;'alaihi wa 'ala aaalih.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span class="post-timestamp"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="post-icons"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="item-action"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/email-post.g?blogID=2645994464670714985&amp;amp;postID=4808957656217172851" title="Posting Email"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/email-post.g?blogID=2645994464670714985&amp;amp;postID=4808957656217172851" title="Posting Email"&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-3963452349755623238?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/3963452349755623238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/02/sedikit-tentang-maulid-habsyi.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/3963452349755623238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/3963452349755623238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/02/sedikit-tentang-maulid-habsyi.html' title='Sedikit tentang &quot;Maulid Habsyi&quot;'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-8789595122538311671</id><published>2009-02-18T01:23:00.004+09:00</published><updated>2009-02-18T01:48:11.242+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='da&apos;wah'/><title type='text'>Yang Paling Dicintai Rasulullah SAW Diantara Kalian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;قَالَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center; font-size: 20px;"&gt;&lt;strong&gt; (إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ أَحْسَنَكُمْ أَخْلَاقًا (صحيح البخاري&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p face="verdana" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Sabda Rasulullah saw :&lt;br /&gt;“Sungguh yang paling kucintai diantara kalian adalah yang paling baik akhlaknya diantara kalian” (Shahih Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img title="Image" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/hb_munzir_005.jpg" alt="Image" align="left" border="0" height="173" hspace="6" width="130" /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p face="verdana" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Limpahan Puji Kehadirat Allah, Maha Raja Langit dan Bumi, Tunggal dan Abadi sepanjang waktu dan zaman di dalam Kesempurnaan Nya. Nama Yang Paling Indah disebut dan diingat, Nama yang Mengawali segala kejadian dan kehidupan, yang setiap kehidupan berawal dari Keagungan Nama Nya, yang setiap kehidupan berawal dari Kehendak Nya.&lt;br /&gt;Hadirin hadirat…, wahai yang setiap sel tubuh kita yang milik Allah Swt, wahai yang diberi panca indera yang milik Allah..,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p face="verdana" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Hadirin hadirat sadarkah kita bahwa kita ini ada yang memiliki, ada yang mengatur setiap kehidupannya, ada yang mengatur jumlah nafasnya, ada yang mengatur usianya untuk hidup diatas bumi yang milik Nya, ada yang mendengar setiap ucapan yang diucapkannya, Maha Melihat setiap lintasan pemikirannya, Dialah Allah Swt Yang Maha Dekat kepada segenap hamba Nya tanpa sentuhan dan tanpa jarak.&lt;br /&gt;Tiada menyerupai Nya segala sesuatu, Dialah Allah yang Tidak Serupa dengan segala galanya. Maha Tunggal dan Maha Sempurna. Dengan tidak bisa dibayangkan keberadaan Dzat Nya dan tidak bisa disamakan dengan makhluk Nya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p face="verdana" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Tunggal berbeda dari segenap yang ada di langit dan bumi, kasih sayang Nya melebihi segenap kasih sayang, kelembutan Nya melebihi kemurkaan Nya. Sebagaimana firman Nya didalam hadits qudsi riwayat Shahih Bukhari, &lt;strong&gt;“Rahmat Ku mengungguli daripada Kemurkaan Ku”.&lt;/strong&gt; Rahmat Ku terlebih dahulu daripada Kemurkaan Ku dan Kasih Sayang Ku melebihi Kemurkaan Ku.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p face="verdana" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Menunjukkan ketika hamba telah banyak berbuat salah dan dosa, Kasih Sayang Ilahi tetap terbuka baginya untuk kembali kepada kelembutan Allah. Untuk dimaafkan dan untuk mendapatkan kehidupan yang bahagia dan abadi. Allah Swt Semulia mulia Dzat yang Diingat dan Disebut setiap lisan, Semulia mulia yang Dimuliakan dan Diagungkan, Yang Paling Berhak Dimuliakan dan Dicintai adalah Allah Swt. Semakin seseorang mencintai dan merindukan Allah, menjaga perasaan Allah….&lt;br /&gt;Adakah kita terlintas menjaga perasaan Allah agar Allah tidak kecewa?, Yang memiliki dirimu.., sepantas pantasnya yang kita jaga perasaannya adalah Allah.. Dan kita malam hari ini bertamu di rumah Allah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Hadirin hadirat semakin besar keinginan seorang hamba untuk mencari keridhoan Tuhannya, untuk membuat Tuhannya senang maka ia semakin dicintai oleh Allah.&lt;br /&gt;Pahami satu jiwa yang termuliakan dari semua jiwa, sanubari yang paling suci dari semua makhluk Nya, adalah Sayyidina Muhammad Saw.. Manusia yang paling menjaga perasaan Allah, Manusia yang selalu ingin berbuat apa apa yang sangat dicintai Allah dan selalu ingin membimbing hamba hamba Allah agar sampai pada kelompok orang orang yang dicintai Allah. Allah kabulkan niat mulia Sang Nabi Saw sehingga Allah berfirman &lt;strong&gt;“Qul in kuntum tuhibbunallah fattabi’uni yuhbibkumullah, katakanlah jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku (Nabi Muhammad Saw) maka kalian akan dicintai Allah” (QS. Ali Imran:31). &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah menjaga perasaan Sang Nabi Saw. Allah tidak biarkan Sang Nabi Saw kecewa dan sedih. Oleh sebab itu ketika terputusnya wahyu beberapa waktu, mulailah penghinaan dari kaum kaum kuffar quraisy terhadap Sang Nabi Saw yang berkata&lt;strong&gt; “tampaknya setan yang biasa menyurupimu sudah hilang wahai Muhammad”.&lt;/strong&gt; Nabi Saw itu kalau turun ayat, beliau menggigil, maka mereka mengumpamakan dg ejekan yaitu kesurupan.&lt;br /&gt;Lalu muncullah firman Allah Swt dari ucapan orang orang kuffar mengatakan itu kemasukkan syaithan. Maka ketika tidak ada wahyu beberapa waktu, orang orang kuffar berkata &lt;strong&gt;“berarti sudah sembuh dari kesurupanmu”. &lt;/strong&gt;Maka sakitlah Rasul saw mendengar pernyataan itu, bukan karena hinaan orang tapi karena takut berpisah dan takut jauh dari Allah. Sangat mencintai Allah dan tidak ingin berpisah dengan Allah walaupun harus berpisah dengan segala galanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Termuncul dari ucapan beliau (Nabi Saw) ketika dilempari dan dikejar kejar seraya berkata &lt;strong&gt;“in lam yakun laka ghadhabun alayya fala ubaliy, asal Kau (Allah Swt) tidak murka padaku, aku tidak perduli apapun yang menimpaku”. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Inilah jiwa termegah dan jiwa yang paling mulia yang dipuji oleh Allah,&lt;strong&gt; “wa innaka la’alaa khuluqin adhim, sungguh kau (Nabi Saw) memiliki akhlak yang agung” (QS.Al Qalam:4). &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Ketika Sang Nabi saw didalam puncak kesedihan hingga jatuh sakit karena terputusnya wahyu dalam waktu yang lama, Allah turunkan firman Nya untuk menghibur Sang Nabi saw&lt;strong&gt; “Wadhdhuhaa, wallaili idza sajaa, ma wadda a’ka robbuka wamaa qalaa, walal akhiroti khoirullaka minal uulaa, walasaufa yu’thiika robbuka fatardha…., Demi cahaya dhuha, demi cahaya pagi dan demi malam ketika gelap gulita” (QS.Adhdhuha:1-5). &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Al Hafidh Al Musnid Al Imam Qurthubi didalam tafsirnya menukil sedemikian banyak penafsiran tentang ayat ini. Dari salah satu penafsirannya yang tsigah, Al Imam Qurthubi mengatakan makna kalimat wadhdhuha disini adalah melambangkan cahaya yang menerangi hati orang orang yang dipenuhi cinta kepada Allah (qulubul arifin), dipenuhi cahaya khusyu’. Allah bersumpah dengan cahaya yang ada di sanubari ahlul khusyu’, ahlul sujud dan ahlul munajat. Orang yang jiwanya dipenuhi kerinduan kepada Allah, Allah bersumpah dengan cahaya itu yang menerangi jiwa mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Dan dari sedemikian banyak jiwa yang memiliki cahaya rindu kepada Allah, tentunya pemimpinnya adalah Sayyidina Muhammad Saw. Allah sedang melambangkan indahnya iman pada jiwa Sang Nabi Saw dan para arifin (ahli makrifah) lainnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;“wallaili idza sajaa, demi malam ketika gelap gulita” (QS.Adhdhuha:2). &lt;/strong&gt;Al Imam Qurthubi menafsirkan salah satu dari makna penafsiran ini adalah demi malam ketika gelap gulita. Allah bersumpah menqiyaskan jiwa orang orang kuffar yang memusuhi Sang Nabi saw dalam gelap gulita. Tidak mengenali kemuliaan dan imam. Maksudnya antara jiwa Sang Nabi saw dan orang orang yang dimuliakan Allah dan orang orang yang gelap hatinya dengan kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“Ma wadda a’ka robbuka wamaa qalaa, Allah tidak akan meninggalkanmu wahai Muhammad dan tidak akan murka kepadamu” (QS.Adhdhuha:3). “walal akhiroti khoirullaka minal uulaa, hal hal yang akan datang jauh lebih baik daripada yang sekarang ini” (QS.Adhdhuha:4). “wa lasaufa yu’thiika rabbuka fatardha, Allah akan memberimu anugerah sampai kau benar benar ridha dan puas” (QS.Adhdhuha:5). &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Al Imam Ibn Abbas dalam tafsirnya menafsirkan makna ayat “wa lasaufa yu’thiika rabbuka fatardha” adalah Syafa’at Nabi Muhammad Saw di yaumal qiyamah. Ayat ini juga menenagkan orang orang yang merindukan Allah Swt karena pemimpin mereka Nabi Muhammad Saw ditenangkan oleh Allah dengan turunnya ayat ini. Dan ayat ini juga diperuntukkan bagi kita. Tenangkan diri kita dengan cahaya Keagungan dan Kasih Sayang Illahi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Oleh sebab itu Sang Nabi Saw selalu ucapan bibirnya mengucap Nama Allah, berdzikir, berdoa dalam segala hal. Bahkan diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, beliau (Nabi Saw) selalu mengucapkan &lt;strong&gt;“labbaik allahumma labbaik” &lt;/strong&gt;mulai dari medan Arafah saat beliau pergi haji sampai Mudzdalifah, dari Mudzdalifah sampai Mina. Terus ucapan ini diucapkan&lt;strong&gt; “labbaik allahumma labbaik”, aku datang pada Mu wahai Allah, aku datang.&lt;/strong&gt; Dan ucapan ini, para ahlul ma’rifah (para ulama) kita sering mengucapkannya walau bukan di musim haji dan umrah. Tapi dari cinta mereka kepada Allah, mengatakan &lt;em&gt;“wahai Alllah wahai Allah, kami datang kepada kasih sayang Mu, kepada Rahmat Mu, kepada Pengampunan Mu, kepada Majelis Dzikir Mu, kepada Masjid masjid Mu, kepada Panggilan Shalat Mu”. &lt;/em&gt;seluruh bentuk ibadah dan taat kepada Allah adalah bentuk talbiyah dan ucapan aku datang kepada Mu wahai Allah. Seluruh bentuk ibadah. Setiap sujud adalah bentuk daripada ucapan labbaika allahumma labbaik. Wahai Allah aku datang pada Mu wahai Allah dalam setiap shalat kita, dalam setiap ibadah kita.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Jadikan dirimu siang dan malam dipenuhi cahaya talbiyah (aku datang kepada Mu wahai Allah). Datang siang, malam dalam kebaikan dan ibadah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Hadirin hadirat, dan ketahuilah segala kemuliaan bukan hanya muncul pada ibadah ibadah yang &lt;strong&gt;khusus &lt;/strong&gt;saja tetapi ibadah untuk menyenangkan hati orang orang yang shalih atau orang orang yang beriman atau ayah bunda kita adalah bentuk ibadah. Seseorang berkata (barangkali kalau zaman sekarang menyenangkan hati orang lain itu bukan ibadah). Hadirin hadirat, kalau dibilang ibadah syirik nanti. Tentunya tidak demikian. (tidak syirik), Menyenangkan hati seorang muslim, seorang mukmin apalagi ayah bunda apalagi shalihin atau bahkan Nabi Muhammad Saw adalah merupakan ibadah yang diganjar pahala oleh Allah. Sebagaimana firmannya&lt;strong&gt; “jangan sesekali mengeraskan suara pada ayah bunda kita namun ucapkan pada mereka kalimat yang baik”.&lt;/strong&gt;(QS Al Isra 23). Kenapa? karena ucapan yang baik baik itu ibadah walaupun kepada kedua orangtua kita, bukan kita menyembah ayah bunda kita tapi mengikuti tuntunan Sang Nabi saw adalah ibadah. Karena firman Allah&lt;strong&gt; “athi’ullah wa athi’urrasul, taatilah Allah dan taatilah Rasul”. &lt;/strong&gt;Bakti kepada orangtua adalah ibadah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Rasul saw bersabda didalam hadits yang kita baca tadi&lt;strong&gt; “diantara kalian yang paling kucintai diantara kalian adalah yg paling baik akhlaknya”.&lt;/strong&gt; Hadirin hadirat, ini menujukkan Sang Nabi saw memberi kesempatan kepada kita untuk berlomba lomba menjadi orang orang yang beliau saw cintai. Kenapa ucapan ini muncul? diantara kalian yang paling kucintai adalah yang paling baik akhlaknya.&lt;br /&gt;Disini Sang Nabi saw mengajak kita berlomba lomba menjadi orang yang paling dicintai oleh beliau. Kenapa? karena orang yang paling dicintai beliaulah orang yang paling dicintai Allah.&lt;br /&gt;Demikian hadirin hadirat rahasia dari makna hadits ini. Menunjukkan perbuatan perbuatan yang mengarah kepada hal hal yang menyenangkan Sang Nabi saw adalah ibadah dan hal tersebut merupakan bakti kita kepada Nabi Muhammad Saw.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Kehadiran kita ditempat ini adalah salah satu bentuk yang sangat membuka gerbang keridhoan Allah yang menggembirakan Sang Nabi saw. Apa sih yang membuat Sang Nabi saw gembira? yang membuat Nabi saw gembira itu adalah hal hal yang diridhoi Allah. Itu yang membuat Sang Nabi saw gembira, diantaranya akhlak yang indah. Jaga lidah kita jangan mencaci muslimin, jaga hati kita jangan membenci muslimin, jaga hari hari kita jangan mengganggu saudara saudari kita muslimin, apalagi ayah bunda kita, tetangga kita, keluarga kita, guru kita apalagi Nabiyyuna Muhammad Saw. Jangan sampai kita berbuat hal hal yang mengecewakan mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Hadirin hadirat, “sungguh yang paling dicintai dihadapanku diantara kalian adalah yang paling baik akhlaknya diantara kalian”. Hadits ini jelas mengajak kita berlomba lomba menjadi orang yang paling dicintai olejh Nabi Muhammad Saw. Semoga Allah menjadikan kita orang orang yang paling dicintai Allah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika Rasul saw menyebutkan&lt;strong&gt; “aku mendengar hentakkan sandalmu wahai Bilal dihadapanku di surga”.&lt;/strong&gt; Saat Rasul saw Mi’raj sampai ke surga, beliau mendengar suara langkah sandalnya Bilal. Kita bertanya kenapa bukan Bilal yang masuk ke dalam surga Nya, tapi langkah sandalnya? ini menunjukkan perbuatan Bilal dicintai oleh Allah dan dicintai oleh Nabi Muhammad Saw. Para Muhaddits menjelaskan makna daripada hadits ini bahwa Bilal itu ketika ditanya akan hadits ini, kenapa bisa demikian? Bilal berkata &lt;strong&gt;“tidaklah aku batal wudhu terkecuali aku berwudhu lagi”. &lt;/strong&gt;Batal wudhu, berwudhu lagi dan shalat sunnah 2 rakaat. Perbuatan itu dicintai oleh Allah dan Rasul. Dan Rasul melafadhkannya kepada umat ini agar sampai kepada kita. Untuk apa? Menunjukkan perbuatan memperbanyak wudhu itu dicintai oleh Rasul dan itu dicintai oleh Allah Swt.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Oleh sebab itu hadirin hadirat, perbanyak perbuatan yang membuat Rasul saw senang kepada kita. Bagaiman kalau kita mendengar hadits beliau,&lt;strong&gt; “seseorang bersama dengan orang yang ia cintai”. &lt;/strong&gt;Pahamlah kita disini, munculkan kecintaan kepada Nabi Muhammad Saw itu akan membuat kita dicintai oleh Allah dan akan membuat kita dicintai oleh Rasul saw.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Cinta kepada Allah dan Rasul itu akan membenahi keadaan kita, membenahi sifat kita, membenahi apa apa yang kita perbuat sehingga kita akan semakin terbimbing untuk mengikuti akhlak Nabiyyuna Muhammad Saw.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Hadirin hadirat, oleh sebab itu Rasul saw berkata (riwayat Shahih Bukhari) &lt;strong&gt;“tidak diperbolehkan untuk berselisih antara sesama muslim melebihi 3 hari”. &lt;/strong&gt;Menunjukkan Rasul saw memahami perselisihan itu mungkin ada antara muslimin tapi tidak boleh lebih dari 3 hari, kata Rasul. Kalau tidak saling jumpa, tidak saling silaturahmi selama berpuluh puluh tahun tentunya tidak mengapa tapi jangan ada permusuhan., jika muncul permusuhan tidak boleh lebih dari 3 hari dan diantara 2 orang yang berselisih yang paling afdhol (kata Rasul saw) adalah yang memulai dengan mengucap salam kepada temannya. Dari orang yang berselisih, mana yang paling mulia diantara mereka? yaitu yang memulai salam terlebih dahulu. Itulah yang lebih mulia, kata Rasul saw.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Jika kita kaitkan ayat ini dengan habluminallah dan habluminannas. Subhanallah!! Betapa besarnya cinta Allah kepada kita. Kita tidak boleh berselisih lebih dari 3 hari, tapi kalau Allah harus 5X sehari kita menghadap. Demikian besarnya cinta Allah Swt kepada kita.&lt;br /&gt;Wahai yang tidak bersujud kecuali hanya kepada Allah, benahi penghadapanmu kepada Allah dalam 5 waktu setiap harinya, karena itu adalah bentuk cinta Allah kepada kita dan jawablah lamaran cinta Allah Swt kepada kita. Bagaimana dengan kita?, dengan menunaikan shalat 5 waktunya, tambah lagi kalau mampu dengan qabliyah dan ba’diyah. Tidak mampu saya sibuk banyak pekerjaan di sekolah atau dalam pekerjaan dikantornya atau didalam perdagangannya atau lainnya. Ada waktu shalat witir malam hari setelah shalat isya, ada waktu shalat dhuha, ada waktu qiyamullail. Ada banyak waktu yang diluar waktu kesibukkan kita. Sempatkan waktu menjawab cintanya Allah yang wajib dan yang sunnah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Hadirin hadirat, hiasi hari harimu dengan hal hal yang dicintai Allah, perbuatlah terus dan perbuatlah terus sebagaimana Allah menjanjikan &lt;strong&gt;“tiadalah seorang hamba beramal hal hal yang fardhu dan tiadalah hamba Ku berhenti pada hal hal yang fardhu saja tapi ia teruskan dengan hal hal yang sunnah sampai Aku mencintainya”. &lt;/strong&gt;Amal yang fadhu semampumu perjuangkan, lebihkan lagi dengan hal hal yang sunnah, akan sampai waktunya Allah mencintaimu. Rabbiy pastikan kami semua sampai kepada nafas nafas yang Kau cintai wahai Rabb.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Penyampaian saya yang terakhir adalah munculnya banyak pertanyaan tentang hukumnya memakai minyak wangi yang mengandung alkohol atau minum obat batuk yang mengandung alkohol. Hadirin kalau minyak wangi itu alkoholnya tidak dihukumi “khamr”, bukan arak. Sebagian besar ulama membolehkannya karena bukan najis. Yang disebut alkohol yang diharamkan dan najis itu adalah yang memabukkan. Kalau minyak wangi dan obat bius lokal dikulit itu tidak memabukkan tapi itu racun. Kalau diminum tidak mabuk, tapi mati.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu tidak diharamkan, tidak najis hukumnya. Tapi yang diharamkan adalah diantaranya obat batuk yang mengandung alkohol. Obat batuk yang mengandung alkohol itu bukan racun tapi itu obat penenang yang juga menghilangkan rasa sakit dan lainnya itu adalah hal yang tidak diperbolehkan oleh syariah. Banyak obat batuk anak anak (mengandung alcohol), cari obat yang lain karena masih banyak yang tidak mengandung alkohol. Demikian hadirin hadirat yang diharamkan adalah yang melewati proses yang diperbuat sepeprti membuat arak. Memabukkan bila diminum itu haram hukumnya, walaupun sedikit. Hadirin hadirat demikian. Tapi kalau proses dibuatnya bukan untuk memabukkan maka tidak haram hukumnya dan hukumnya bukan hukum khamr.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Semoga Allah swt membangkitkan kecintaan didalam jiwa kita untuk selalu berbuat hal – hal yang dicintai Allah. Ya Rahman Ya Rahiim Ya Dzaljalali wal ikram terangi jiwa kami dengan pelita keindahan Nama Mu, terbitkan keindahan Nama Mu didalam jiwa kami dengan cahaya yang tiada pernah terbenam, Ya Rahman Ya Rahiim Ya Dzaljalali wal ikram kami benamkan seluruh doa dan munajat kami didalam doa kami, didalam dzikir kami, kami memanggil Nama Mu Yang Maha Luhur..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Hadirin hadirat setiap kali kau memanggil Nama Allah maka saat itu kalimat itu, kau telah memanggil Sang Pemilikmu, Yang Memilikimu didunia hingga di akherat, Dialah Allah Swt, Dzat Yang Paling Lembut dan paling mencintaimu, memberikan kepadamu kehidupan yang tidak bisa diberikan oleh sesama makhluk satu sama lain, Dialah Allah Yang Maha Tunggal dan Abadi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) &lt;/span&gt;Ya Allah.. Ya Allah.. Ya Allah..&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) &lt;/span&gt;Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Washollallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center; font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;/p&gt;              &lt;p class="postfeedback"&gt;         &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-8789595122538311671?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/8789595122538311671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/02/yang-paling-dicintai-rasulullah-saw.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/8789595122538311671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/8789595122538311671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/02/yang-paling-dicintai-rasulullah-saw.html' title='Yang Paling Dicintai Rasulullah SAW Diantara Kalian'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-507130674678985994</id><published>2009-02-17T02:21:00.001+09:00</published><updated>2009-02-17T02:24:14.949+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Waliyullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manaqib_Habaib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ulama'/><title type='text'>Al Habib Husein bin Hadi Al Hamid</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__x767RBRK18/SWj9aAseFLI/AAAAAAAAAiA/JL7sgJVJ5tw/s1600-h/Al+Habib+Husein+bin+Hadi+Al+Hamid.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 282px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__x767RBRK18/SWj9aAseFLI/AAAAAAAAAiA/JL7sgJVJ5tw/s400/Al+Habib+Husein+bin+Hadi+Al+Hamid.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289756385651594418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Waliyullah Yang Berumur Panjang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habib Husein termasuk seorang Waliyullah yang berumur panjang dan jauh dari penyakit-penyakit. Selian itu, ia sampai akhir hayatnya tidak pernah absen shalat Subuh berjamaah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Desa Brani Kulon, Kraksan, Probolinggo (Jawa Timur), ada seorang Habib yang berumur panjang, ia wafat dalam usia 124 tahun. Ketika ditanya, kenapa ia tidak punya penyakit?&lt;br /&gt;”Di hati saya, tidak mempunyai sedikit pun rasa iri dan dengki terhadap pemberian orang lain,” demikian kata &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Habib Husein bin Hadi bin Salim Al-Hamid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kunci dari Habib Husein berumur panjang adalah tidak lain karena ia secara istiqamah shalat Subuh berjemaah di Masjid dan gemar melakukan jalan kaki sekitar satu jam. Habib Husein berjalan kaki tiap sambil berdakwah, setiap tempat yang beliau lalui selalu ia mendatangkan rahmah. Ia berjalan kaki dari rumahnya yang ada di Brani keliling kampung atau ke pasar. Dengan berjalan kaki tiap pagi, seluruh peredaran darah dalam tubuh jadi lancar. Udara segar yang dihirup membuat kesegaran tubuh tetap prima, itulah salah satu keistimewaan waktu dari shalat Subuh.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Habib Husein sendiri lahir di Hadramaut, Yaman Selatan pada tahun 1862 M dari pasangan Habib Hadi bin Salim Al-Hamid dan Ummu Hani. Dari kecil, Habib Husein dididik langsung oleh kedua orang tuanya itu. Patut diketahui, Habib Hadi bin Salim Al-Hamid, ayahanda Habib Husein, dikenal sebagai salah seorang wali yang kesohor di Hadramaut. Habib Husein dibesarkan sampai umur 86 tahun di Hadramaut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bagi orang sekarang, usia 86 tahun itu sudah memasuki usia senja, kakek-kakek di mana orang sudah mulai kehilangan kekuatan dan gairahnya. Namun bagi Habib Husein, usia seperti itu tergolong muda. Kekuatannya tak jauh berbeda dengan usia pemuda saat ini. Itulah salah satu kekuatan Habib Husein.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Di usia 86 tahun atau tepatnya 1929 M, ia masih senang mengembara ke berbagai negeri. Termasuk ke Hujarat dengan menggunakan kapal laut bersama saudagar-saudagar Arab yang berdagang melanglang buana ke berbagai negeri. Sejak itu ia Habib Husein meninggalkan Yaman dan tidak pernah kembali lagi ke sana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sekitar 2 tahun, Habib Husein tinggal di Gujarat. Selama di Gujarat, ia berguru pada ulama setempat dan berdagang. Setelah itu, ia kembali mengembara ke Indonesia dengan menggunakan kapal saudagar yang menuju Batavia. Tak berapa lama kemudian, ia mengembara lagi ke berbagai daerah dan akhirnya ia sampai ke kota Pekalongan. Di kota ini, Habib Husein kemudian berguru pada seorang wali besar, yakni Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alattas hingga beberapa tahun lamanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Kepada auliya’ yang sangat terkenal di Kota Pekalongan itu, Habib Husein selain berguru ilmu lahir, ia juga mendalami ilmu batin. Sebagai tanda bahwa Habib Husein telah mencapai maqam kewalian yang mumpuni, ia kemudian dihadiahi sebuah sorban (kain putih) dan kopiah putih dari Habib Ahmad bin Abdullah bin Tholib Alattas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Atas pesan Habib Ahmad bin Abdullah bin Tholib Alattas (Pekalongan), Habib Husein kemudian mengasah ilmu kepada Habib Muhammad bin Muhammad Al- Muhdhor, yang tidak lain adalah guru dari Habib Ahmad bin Abdullah bin Tholib Alatas. Selama menjadi murid Habib Muhammad, Habib Husein senantiasa menadapat perintah untuk berdakwah ke berbagai daerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Salah satu tugasnya yang terakhir dari gurunya itu, Habib Husein diperintahkan untuk menyebarkan dakwah ke Brani Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Ia masuk ke desa yang terpencil itu sekitar tahun 1939. Saat itu kondisi desa Brani masih berupa hutan belantara dan sarang penyamun. Tampaknya, Habib Husein memang sengaja ditugasi untuk membrantas para penyamun untuk kembali ke jalan Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Setelah Habib Husein tinggal di Brani Kulon, ia langsung membuka dakwah dan dakwahnya itu diterima secara luas ke seluruh pelosok Kab Probolinggo. Tak mudah seperti dibayangkan, Habib Husein tidak langsung menempati rumah mewah di Brani. Ia harus membabat alas terlebih dahulu, bahkan ia hidup menumpang pada salah satu penduduk setempat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Kendati hanya hidup menumpang, ia tetap gigih berdakwah dalam rangka menyebarkan ajaran Islam. Kendati tempat tinggalnya menumpang, tetapi penyebaran Islam tak pernah berhenti hingga kemudian ia berhasil mendirikan pesantren kecil. Di desa itu pula ia mengakhiri masa lajangnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dalam sebuah perjalanan bersama para habaib dari berziarah ke Makam Habib Husein bin Abdullah Alaydrus (Kramat Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara). Habib Husein di dalam kereta api pernah dipaksa untuk menyediakan tempat duduknya oleh seorang pemuda kumal dan hanya memakai kaos oblong. Melihat seorang pemuda yang berdiri di depannya, Habib Husein kemudian berdiri sembari menyerahkan tempat duduknya kepada pemuda asing itu. Setelah berdialog beberapa saat dan Habib Husein memberi bekal uang yang tersisa pada pemuda tersebut. Tak berapa lama, tiba-tiba pemuda asing itu menghilang begitu saja. Ketika teman-teman Habib Husein mendapatinya sendirian, dan menanyakan tentang keberadaan pemuda asing tadi, Habib Husein berkata,”Dia itu sebenarnya adalah Nabiyallah Khiddir Alaihi Salam.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Amaliah Habib Husein tidak saja menyeimbangkan ibadah dengan Allah SWT (hablumminnallah), ia juga menjalin hubungan yang erat dengan Umat (hablumminannas). Sering Habib Husein berjalan-jalan ke pasar dan melihat pedagang yang barang dagangannya tidak habis terjual atau malah tidak terjual sama sekali. Habib Husein tak segan-segan memborong barang dagangan dari pedagang yang ada di pasar agar si pedagang itu tidak menderita kerugian, atau minimal sang pedagang mendapat keuntungan. Tak pelak dengan keseimbangan amaliah itu, dakwahnya diterima dengan baik oleh masyarakat luas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Tak hanya itu, dalam soal keilmuan, para santri PP Aswaja Brani Kulon sangat mempercayai kalau Habib Husein itu adalah titisan dari Syeikh Abdul Qadir Jaelani. Ikhwalnya ia mendapat julukan Titisan Syeikh Abdul Qadir Jaelani, adalah ketika Habib Ahmad, salah seorang sahabatnya pernah bermunajat kepada Allah agar bertemu dengan Syeikh Abdul Qadir Jaelani. Dalam mimpinya, ia dipertemukan dengan Syeikh Abdul Qadir Jaelani yang bersorban putih, dan ketika didekati ternyata wajah itu adalah wajah Habib Husein bin Hadi Al-Hamid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sebagaimana banyak diketahui, Habib Husein kerap dikunjungi oleh para Habaib pada jamannya seperti salah seorang habib yang dikenal sebagai salah satu pejuang RI yakni Habib Soleh Tanggul (Jember). Habib Husein juga mempunyai kedekatan khusus dengan Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfaqih (Darul Hadits, Malang) dan lain-lain. Bahkan anak cucu keturunan dari Habib Husein banyak yang masuk pesantren Darul Hadits, seperti Habib Muhammad Shodiq (anak), Habib Abdul Qadir (cucu), Habib Salim (cucu). Sekarang pesantren peninggalan Habib Husein di asuh oleh Abdul Qadir bin Muh Shadiq bin Husein Al-Hamid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Habib Husein wafat hari Jum’at Legi, 11 Safar 1406 H/25 Januari 1986. Jenazahnya kemudian di makamkan di sebelah utara Masjid Al Mubarok, komplek Pondok Pesantren Ahlus Sunnah Wal Jamaah, Desa Brani Kulon, Kecamatan Maron, Probolinggo, Jawa Timur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;disarikan dari Manakib Habib Husein yang disusun oleh Habib Abdul Qadir bin Muhammad Shodiq bin Husein bin Al-Hamid.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-507130674678985994?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/507130674678985994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/02/al-habib-husein-bin-hadi-al-hamid.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/507130674678985994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/507130674678985994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/02/al-habib-husein-bin-hadi-al-hamid.html' title='Al Habib Husein bin Hadi Al Hamid'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__x767RBRK18/SWj9aAseFLI/AAAAAAAAAiA/JL7sgJVJ5tw/s72-c/Al+Habib+Husein+bin+Hadi+Al+Hamid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-5109570136126388536</id><published>2009-02-17T02:17:00.001+09:00</published><updated>2009-02-17T02:25:15.785+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Waliyullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manaqib_Habaib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ulama'/><title type='text'>Al Habib Husein bin Muhammad Al Qadri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Mengenai Habib Husein al-Qadri, tidak terlalu sukar membuat penyelidikan kerana memang terdapat beberapa manuskrip yang khusus membicarakan biografinya. Walau bagaimana pun semua manuskrip yang telah dijumpai tidak jelas nama pengarangnya, yang disebut hanya nama penyalin. Semua manuskrip dalam bentuk tulisan Melayu/Jawi. Nama lengkapnya, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;As-Saiyid/as-Syarif Husein bin al-Habib Ahmad/Muhammad bin al-Habib Husein bin al-Habib Muhammad al-Qadri, Jamalul Lail, Ba `Alawi&lt;/span&gt;, sampai nasabnya kepada Nabi Muhammad s.a.w. Sampai ke atas adalah melalui perkahwinan Saidatina Fatimah dengan Saidina Ali k.w. Nama gelarannya ialah Tuan Besar Mempawah. Lahir di Tarim, Yaman pada tahun 1120 H/1708 M. Wafat di Sebukit Rama Mempawah, 1184 H/ 1771M. ketika berusia 64 tahun. Dalam usia yang masih muda beliau meninggalkan negeri kelahirannya untuk menuntut ilmu pengetahuan bersama beberapa orang sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENDIDIKAN, PENGEMBARAAN DAN SAHABAT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Mengembara ke negeri Kulaindi dan tinggal di negeri itu selama empat tahun. Di Kulaindi beliau mempelajari kitab kepada seorang ulama besar bernama Sayid Muhammad bin Shahib. Dalam waktu yang sama beliau juga belajar di Kalikut. Jadi sebentar beliau tinggal di Kulaindi dan sebentar tinggal di Kalikut. Habib Husein al-Qadri termasuk dalam empat sahabat. Mereka ialah, Saiyid Abu Bakar al-`Aidrus, menetap di Aceh dan wafat di sana. Digelar sebagai Tuan Besar Aceh. Kedua, Saiyid Umar as-Sagaf, tinggal di Siak dan mengajar Islam di Siak, juga wafat di Siak. Digelar sebagai Tuan Besar Siak. Ketiga, Saiyid Muhammad bin Ahmad al-Qudsi yang tinggal di Terengganu dan mengajar Islam di Terengganu. Digelar sebagai Datuk Marang. Keempat, Saiyid Husein bin Ahmad al-Qadri (yang diriwayatkan ini)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Maka Habib Husein pun berangkatlah dari negeri Kulaindi menuju Aceh. Di Aceh beliau tinggal selama satu tahun, menyebar agama Islam dan mengajar kitab. Selanjutnya perjalanan diteruskan ke Siak, Betawi dan Semarang. Saiyid Husein tinggal di Betawi selama tujuh bulan dan di Semarang selama dua tahun. Sewaktu di Semarang beliau mendapat sahabat baru, bernama Syeikh Salim bin Hambal. Pada suatu malam tatkala ia hendak makan, dinantinya Syeikh Salim Hambal itu tiada juga datang. Tiba-tiba ia bertemu Syeikh Salim Hambal di bawah sebuah perahu dalam lumpur. Habib Husein pun berteriak sampai empat kali memanggil Syeikh Salim Hambal. Syeikh Salim Hambal datang menemui Habib Husein berlumuran lumpur. Setelah itu bertanyalah Habib Husein, “Apakah yang kamu perbuat di situ?” Jawabnya: “Hamba sedang membaiki perahu.” Habib Husein bertanya pula, “Mengapa membaikinya malam hari begini?” Maka sahutnya, “Kerana siang hari, air penuh dan pada malam hari air kurang.” Kata Habib Husein lagi, “Jadi beginilah rupanya orang mencari dunia.” Jawabnya, “Ya, beginilah halnya.” Kata Habib Husein pula, “Jika demikian sukarnya orang mencari atau menuntut dunia, aku haramkan pada malam ini juga akan menuntut dunia kerana aku meninggalkan tanah Arab sebab aku hendak mencari yang lebih baik daripada nikmat akhirat.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Habib Husein kembali ke rumah dengan menangis dan tidak mahu makan. Keesokan harinya wang yang pernah diberi oleh Syeikh Salim Hambal kepadanya semuanya dikembalikannya. Syeikh Salim Hambal berasa hairan, lalu diberinya nasihat supaya Habib Husein suka menerima pemberian dan pertolongan modal daripadanya. Namun Habib Husein tiada juga mahu menerimanya. Oleh sebab Habib Husein masih tetap dengan pendiriannya, yang tidak menghendaki harta dunia, Syeikh Salim Hambal terpaksa mengalah. Syeikh Salim Hambal bersedia mengikuti pelayaran Habib Husein ke negeri Matan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Setelah di Matan, Habib Husein dan Syeikh Salim Hambal menemui seorang berketurunan saiyid juga, namanya Saiyid Hasyim al-Yahya, digelar orang sebagai Tuan Janggut Merah. Perwatakan Saiyid Hasyim/ Tuan Janggut Merah itu diriwayatkan adalah seorang yang hebat, gagah dan berani. Apabila Saiyid Hasyim berjalan senantiasa bertongkat dan jarang sekali tongkatnya itu ditinggalkannya. Tongkatnya itu terbuat daripada besi dan berat. Sebab Saiyid Hasyim itu memakai tongkat demikian itu kerana ia tidak boleh sekali-kali melihat gambaran berbentuk manusia atau binatang, sama ada di perahu atau di rumah atau pada segala perkakas, sekiranya beliau terpandang atau terlihat apa saja dalam bentuk gambar maka dipalu dan ditumbuknya dengan tongkat besi itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KEDUDUKAN DI MATAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Setelah beberapa lama Habib Husein dan Syeikh Salim Hambal berada di Matan, pada suatu hari Sultan Matan menjemput kedua-duanya dalam satu jamuan makan kerana akan mengambil berkat kealiman Habib Husein itu. Selain kedua-duanya juga dijemput para pangeran, sekalian Menteri negeri Matan, termasuk juga Saiyid Hasyim al-Yahya. Setelah jemputan hadir semuanya, maka dikeluarkanlah tempat sirih adat istiadat kerajaan lalu dibawa ke hadapan Saiyid Hasyim. Saiyid Hasyim al-Yahya melihat tempat sirih yang di dalamnya terdapat satu kacip besi buatan Bali. Pada kacip itu terdapat ukiran kepala ular. Saiyid Hasyim al-Yahya sangat marah. Diambilnya kacip itu lalu dipatah-patah dan ditumbuk-tumbuknya dengan tongkatnya. Kejadian itu berlaku di hadapan Sultan Matan dan para pembesarnya. Sultan Matan pun muram mukanya, baginda bersama menteri-menterinya hanya tunduk dan terdiam saja. Peristiwa itu mendapat perhatian Habib Husein al-Qadri. Kacip yang berkecai itu diambilnya, dipicit-picit dan diusap-usap dengan air liurnya. Dengan kuasa Allah jua kacip itu pulih seperti sediakala. Setelah dilihat oleh Sultan Matan, sekalian pembesar kerajaan Matan dan Saiyid Hasyim al-Yahya sendiri akan peristiwa itu, sekaliannya gementar, segan, berasa takut kepada Habib Husein al-Qadri yang dikatakan mempunyai karamah itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Beberapa hari setelah peristiwa di majlis jamuan makan itu, Sultan Matan serta sekalian pembesarnya mengadakan mesyuarat. Keputusan mesyuarat bahawa Habib Husein dijadikan guru dalam negeri Matan. Sekalian hukum yang tertakluk kepada syariat Nabi Muhammad s.a.w. terpulanglah kepada keputusan Habib Husein al-Qadri. Selain itu Sultan Matan mencarikan isteri untuk Habib Husein. Beliau dikahwinkan dengan Nyai Tua. Daripada perkahwinan itulah mereka memperoleh anak bernama Syarif Abdur Rahman al-Qadri yang kemudian dikenali sebagai Sultan Kerajaan Pontianak yang pertama. Semenjak itu Habib Husein al-Qadri dikasihi, dihormati dan dipelihara oleh Sultan Matan. Setelah sampai kira-kira dalam dua hingga tiga tahun diam di negeri Matan, datanglah suruhan Raja Mempawah dengan membawa sepucuk surat dan dua buah perahu akan menjemput Habib Husein untuk dibawa pindah ke Mempawah. Tetapi pada ketika itu Habib Husein masih suka tinggal di negeri Matan. Beliau belum bersedia pindah ke Mempawah. Kembalilah suruhan itu ke Mempawah. Yang menjadi Raja Mempawah ketika itu ialah Upu Daeng Menambon, digelar orang dengan Pangeran Tua. Pusat pemerintahannya berkedudukan di Sebukit Rama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HABIB HUSEIN PINDAH KE MEMPAWAH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Negeri Matan dikunjungi pelaut-pelaut yang datang dari jauh dan dekat. Di antara ahli-ahli pelayaran, pelaut-pelaut yang ulung, yang datang dari negeri Bugis-Makasar ramai pula yang datang dari negeri-negeri lainnya. Salah seorang yang berasal dari Siantan, Nakhoda Muda Ahmad kerap berulang alik ke Matan. Terjadi fitnah bahawa dia dituduh melakukan perbuatan maksiat, yang kurang patut, dengan seorang perempuan. Sultan Matan sangat murka, baginda hendak membunuh Nakhoda Muda Ahmad itu. Persoalan itu diserahkan kepada Habib Husein untuk memutuskan hukumannya. Diputuskan oleh Habib Husein dengan hukum syariah bahawa Nakhoda Muda Ahmad lepas daripada hukuman bunuh. Hukuman yang dikenakan kepadanya hanyalah disuruh oleh Habib Husein bertaubat meminta ampun kepada Allah serta membawa sedikit wang denda supaya diserahkan kepada Sultan Matan. Sultan Matan menerima keputusan Habib Husein. Nakhoda Muda Ahmad pun berangkat serta disuruh hantar oleh Sultan Matan dengan dua buah sampan yang berisi segala perbekalan makanan. Setelah sampai di Kuala, Nakhoda Muda Ahmad diamuk oleh orang yang menghantar kerana diperintah oleh Sultan Matan. Nakhoda Muda Ahmad dibunuh secara zalim di Muara Kayang. Peristiwa itu akhirnya diketahui juga oleh Habib Husein al-Qadri. Kerana peristiwa itulah Habib Husein al-Qadri mengirim surat kepada Upu Daeng Menambon di Mempawah yang menyatakan bahawa beliau bersedia pindah ke Mempawah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Tarikh Habib Husein al-Qadri pindah dari Matan ke Mempawah, tinggal di Kampung Galah Hirang ialah pada 8 Muharam 1160 H/20 Januari 1747 M. Setelah Habib Husein al-Qadri tinggal di tempat itu ramailah orang datang dari pelbagai penjuru, termasuk dari Sintang dan Sanggau, yang menggunakan perahu dinamakan `bandung’ menurut istilah khas bahasa Kalimantan Barat. Selain kepentingan perniagaan mereka menyempatkan diri mengambil berkat daripada Habib Husein al-Qadri, seorang ulama besar, Wali Allah yang banyak karamah. Beliau disegani kerana selain seorang ulama besar beliau adalah keturunan Nabi Muhammad s.a.w. Dalam tempoh yang singkat negeri tempat Habib Husein itu menjadi satu negeri yang berkembang pesat sehingga lebih ramai dari pusat kerajaan Mempawah, tempat tinggal Upu Daeng Menambon/Pangeran Tua di Sebukit Rama. Manakala Upu Daeng Menambon mangkat puteranya bernama Gusti Jamiril menjadi anak angkat Habib Husein al-Qadri. Dibawanya tinggal bersama di Galah Hirang/Mempawah lalu ditabalkannya sebagai pengganti orang tuanya dalam tahun 1166 H/1752 M. Setelah ditabalkan digelar dengan Penembahan Adiwijaya Kesuma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Akan kemasyhuran nama Habib Husein al-Qadri/Tuan Besar Mempawah itu tersebar luas hingga hampir semua tempat di Asia Tenggara. Pada satu ketika Sultan Palembang mengutus Saiyid Alwi bin Muhammad bin Syihab dengan dua buah perahu untuk menjemput Habib Husein al-Qadri/Tuan Besar Mempawah datang ke negeri Palembang kerana Sultan Palembang itu ingin sekali hendak bertemu dengan beliau. Habib Husein al-Qadri/Tuan Besar Mempawah tidak bersedia pergi ke Palembang dengan alasan beliau sudah tua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;WAFAT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dalam semua versi manuskrip Hikayat Habib Husein al-Qadri dan sejarah lainnya ada dicatatkan, beliau wafat pada pukul 2.00 petang, 2 Zulhijjah 1184 H/19 Mar 1771 dalam usia 64 tahun. Wasiat lisannya ketika akan wafat bahawa yang layak menjadi Mufti Mempawah ialah ulama yang berasal dari Patani tinggal di Kampung Tanjung Mempawah, bernama Syeikh Ali bin Faqih al-Fathani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt; Penyebar Islam Kalimantan Barat Oleh Wan Mohd. Shaghir Abdullah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-5109570136126388536?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/5109570136126388536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/02/al-habib-husein-bin-muhammad-al-qadri.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/5109570136126388536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/5109570136126388536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/02/al-habib-husein-bin-muhammad-al-qadri.html' title='Al Habib Husein bin Muhammad Al Qadri'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-2454594933008311966</id><published>2009-02-17T02:14:00.000+09:00</published><updated>2009-02-17T02:17:01.283+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='da&apos;wah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasehat'/><title type='text'>Habib Muhsin Al-Hamid: Bahaya Lidah dan Keutamaan Diam</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Lidah adalah salah satu kenikmatan yang besar yang dianugerahkan Allah kepada hambaNya, padanya terdapat kebaikan yang banyak dan kemanfaatan yang luas bagi siapa yang menjaganya dengan baik dan mempergunakannya sebagaimana diharapkan syari'at. Dan padanya pula terdapat kejelekan yang banyak dan bahaya yang besar bagi siapa yang meremehkannya (membiarkannya) lalu digunakannya pada jalan atau tempat yang tidak semestinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Padahal Allah Ta'ala menciptakan lisan (lidah) itu agar digunakan untuk dzikrullah (menyebut Asma Allah), membaca Al Quran, menasehati manusia dan mengajak mereka kepada jalan Allah dan ketaatan serta memperkenalkan kepada mereka tentang kewajiban-kewajiban mereka terhadap Allah SWT.Maka jika si hamba mempergunakan lidahnya untuk tujuan tersebut, maka dia tergolong orang yang bersyukur kepada Allah atas nikmat lidah itu sendiri. Tapi jika sebaliknya, digunakan bukan pada jalan kebenaran seperti disebutkan di atas, maka dia adalah orang yang berbuat dholim lagi melampaui batas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Kemudian ketahuilah, bahwa perkara lidah ini adalah sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan, sebab dia adalah anggota tubuh yang dominan dalam dhohir manusia dan paling kuat dalam menyeret seorang hamba dalam kebinasaan, ini semua jika tidak dijaga dan dipaksa dengan tuntunan syari'at.Maka Rasulullah SAW sudah menasehati kita agar menjaga lidah dengan baik, minimal dengan jalan tidak banyak berbicara, selagi tidak bermanfaat atau tidak mengandung kebaikan, beliau SAW bersabda (yang artinya):&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhirat maka berkatalah yang baik, atau (jika tidak), diamlah ". (HR. Bukhori dan Muslim)Rasulullah SAW bersabda (yang artinya):"Semoga Allah merahmati seseorang yang berbicara kebaikan maka dia beruntung, atau diam dari kejelekan maka dia selamat ".Dan banyak riwayat yang sampai kepada kita tentang bahaya lidah ini, diantaranya, hadits Rasulullah saw (yang artinya):"Dan tidakkah nanti seseorang akan diseret ke neraka dengan wajah-wajah mereka (di tanah), terkecuali itu karena ulah lidah-lidah mereka". (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Dalam hadits yang lain disebutkan (yang artinya):"Setiap pembicaraan anak adam adalah (saksi yang) memberatkannya, bukan untuk kebaikannya, kecuali Dzikrullah, Amr Ma'ruf dan Nahi Munkar ".Rasulullah SAW bersabda pula (yang maknanya):&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Sungguh ada seorang hamba berbicara dengan satu kalimat, dimana ketika mengucapkannya dia tidak perduli (dengan cuek), tapi berkat satu kalimat itu justru dia terjun ke neraka lebih jauh daripada jarak bintang Tsurayya ".Maka lidah ibarat pedang yang tajam, jika tidak dijaga dengan baik akan membinasakan orangnya, ibarat binatang buas, jika si hamba lengah sedikit maka dia akan menyambar dan mencabiknya dan lidah ibarat juru bicara hati, yang ada disana dilontarkan olehnya, yang terpendam disana ditampakkan olehnya. Maka orang yang sholeh akan diketahui dari cara bicaranya atau pembicaraan yang disampaikannya demikian pula orang jelek akhlaknya dan kaku perangainya dapat diketahui dari apa yang keluar dari lidahnya.Hal mana seperti dikatakan oleh imam Hasan Al Bashri:"Sesungguhnya lidah orang mukmin berada dibelakang hatinya, apabila ingin berbicara tentang sesuatu maka dia merenungkan dengan hatinya terlebih dahulu, kemudian lidahnya menunaikannya. Sedangkan lidah orang munafik berada di depan hatinya, apabila menginginkan sesuatu maka dia mengutamakan lidahnya daripada memikirkan dulu dengan hatinya ".&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Ketajaman lidah mengalahkan ketajaman pedang yang mampu membelah besi dan daya penghancur (rusak)nya sangat kuat mengalahkan cuka dalam merusak madu yang manis, seperti diriwayatkan Ibnu Abi Dunya, Rasulullah saw bersabda:"Tidak ada satupun jasad manusia, kecuali pasti kelak akan mengadukan lidah kepada Allah atas ketajamannya".&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Beliau saw bersabda pula :"Sesungguhnya kebanyakan dosa anak Adam berada pada lidahnya" (HR. Ath Thabarani, Ibnu Abi Dunya dan Al Baihaqi)Keutamaan menjaga lidahAl Imam Al Ghazali dalam Ihya' Ulumiddin berkata: "Ketahuilah bahwa lidah bahayanya sangat besar, sedikit orang yang selamat darinya, kecuali dengan banyak diam ". Oleh sebab itu, Pembuat syari'at memuji dan menganjurkan diam, Nabi Muhammad SAW bersabda (yang artinya):"Barang siapa yang diam, pasti dia selamat " (HR. At Tirmidzi)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Luqman Al Hakim berkata: "Diam itu adalah kebijaksanaan, namun sedikit sekali orang yang melakukannya".&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Abdullah bin Sufyan meriwayatkan dari ayahnya, dia berkata:"Aku berkata kepada Rasulullah SAW, wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku tentang islam, dengan suatu perkara yang aku tidak akan bertanya lagi kepada orang lain sesudahmu.". Nabi saw bersabda: "Katakanlah, aku beriman, kemudian istiqamahlah". Dia berkata: "Lalu apakah yang harus aku jaga?", kemudian Rasulullah saw mengisyaratkan dengan tangan beliau ke lidah beliau. (HR. At Tirmidzi, An Nasa'I dan Ibnu Majah).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Uqbah bin ‘Amir bertanya kepada Rasulullah SAW:"Wahai Rasulullah, apakah jalan keselamatan?", Nabi menjawab: "Tahanlah lidahmu, tinggallah di rumahmu (jangan banyak keluar) dan tangisilah kesalahanmu". (HR. At Tirmidzi)Mu'adz bin Jabal bertanya kepada Rasulullah Saw: "Wahai Rasulullah perbuatan apakah yang paling utama?", kemudian Rasulullah menjulurkan lidah beliau yang mulia lalu meletakkan jemarinya diatasnya dengan mengisyaratkan agar menjaganya.Sahl bin Sa'ad meriwayatkan hadits dari Rasulullah saw, dimana beliau bersabda (yang artinya):"Siapa yang menjamin untukku (agar menjaga) apa yang ada diantara dua janggutnya (lidah) dan yang ada diantara dua kakinya (kemaluan), maka aku menjamin untuknya surga " (HR. Bukhori)Rasulullah Saw bersabda (yang artinya):"Siapa yang menahan lidahnya pasti Allah menutupi auratnya, siapa yang dapat menahan amarahnya pasti Allah melindunginya dari siksaNya, dan siapa meminta ampun kepada Allah, Dia pasti menerima permohonan ampunannya " (HR. Ibnu Abi Dunya).Beliau saw bersabda pula:"Simpanlah lidahmu kecuali untuk kebaikan, karena dengan demikian kamu dapat mengalahkan syaitan " (HR. Ath Thabarani dan Ibnu Hibban)Keutamaan diam&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Cara menyelamatkan diri dari bahaya lidah adalah diam, kecuali dari hal yang baik dan mengundang kebaikan. Para salaf pendahulu kita lebih banyak diam daripada berbicara. Sebab dengan diam akan mengurangi dosa dan bahaya yang timbul akibat lidah. Tetapi jika hak-hak Allah dilecehkan, syariat dihina dan Rasulullah direndahkan, maka mereka tidak akan tinggal diam. Mereka akan berbicara dengan lantang dan pasti sekalipun di depan pemimpin yang kejam, sekalipun nyawa adalah taruhannya. Jadi berbicara itu baik jika ditempatkan pada posisinya dan diam itu baik jika ditempatkan pada tempatnya pula. Dan jika dibalik maka rusaklah tatanan Amr Ma'ruf Nahi Munkar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Bagaimana Imam Syafi'I tidak diam diri, manakala melihat sulthon berbuat ketidakadilan, dengan tegas beliau berbicara, menasehati si pemimpin itu. Tetapi jika ditanyakan sesuatu yang sekiranya tidak perlu jawaban, maka beliau diam, tidak menjawab. Lihatlah bagaimana beliau memposisikan sesuatu pada tempat dan waktu yang layak dan tepat.Sebagian Ulama berkata: "Diam menghimpun beberapa keutamaan, diantaranya keselamatan agama, kewibawaan, konsentrasi untuk berfikir, berdzikir dan beribadah. Dan dalam diam juga terkandung keselamatan dari berbagai tanggung jawab perkataan di dunia dan hisabnya di akhirat", Allah SWT berfirman (yang artinya):"Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir (Raqib ‘Atid) " (QS. Qaaf 18)Bahkan diam mendatangkan ibadah yang berpahala, jika diam itu didasarkan karena khawatir berbicara sesuatu yang haram, demi mengharap ridho Allah. Rasulullah saw bersabda (yang artinya):"Maukah kalian aku beritahukan tentang ibadah yang paling mudah dan paling ringan bagi badan? Diam dan akhlak yang baik " (HR. Ibnu Abi Dunya).Jika anda bertanya, apa sebabnya diam memiliki keutamaan sedemikian besar? Maka ketahuilah bahwa sebabnya karena terlalu banyak penyakit lidah, seperti ghibah, berdusta, mengadu domba, berkata keji, riya', terlibat dalam kebathilan, bertengkar, marah, menyingkap aurat orang dan lainnya. Oleh karena banyak penyakit dan dosa yang timbul karena lidah, maka yang terbaik adalah banyak diam. Kemampuan menahan lidah adalah jalan keselamatan, oleh sebab itu keutamaan diam sangatlah besar. Wallahu A'lam.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Disarikan dari kitab Ihya' Ulumiddin karya Imam Al Ghazali dan An Nashoihud Diniyyah karya Al Habib Abdullah bin Alawi Al Haddad.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;   &lt;!-- back to top link //--&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-2454594933008311966?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/2454594933008311966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/02/habib-muhsin-al-hamid-bahaya-lidah-dan_17.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/2454594933008311966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/2454594933008311966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/02/habib-muhsin-al-hamid-bahaya-lidah-dan_17.html' title='Habib Muhsin Al-Hamid: Bahaya Lidah dan Keutamaan Diam'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-6156915841286947809</id><published>2009-02-17T01:38:00.006+09:00</published><updated>2009-02-17T01:54:06.788+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download'/><title type='text'>Kitab "Khulashatul Madad An-Nabawy"</title><content type='html'>&lt;img src="http://dc110.4shared.com/img/87441775/ab715030/Kholasoh.pdf" alt="Kitab Khulashatul Madad An-Nabawy" align="middle" height="200" width="141" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibagikan dalam peringatan haul Sayyidina Al Imam Fakhrul Wujud Syekh Abu Bakar bin Salim ra. &lt;a href="http://www.4shared.com/file/87441775/ab715030/Kholasoh.html"&gt;Download disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kitab tersebut berisikan amalan-amalan yang biasanya diamalkan oleh bani 'Alawi. Berikut ini, isi dari kitab tersebut :&lt;br /&gt; 1. Dzikir Siang dan Malam&lt;br /&gt; 2. Dzikir Akhir Malam setelah shalat witir&lt;br /&gt; 3. Doa Asmaul Husna&lt;br /&gt; 4. Wirid Al Fakhril Wujud As Syaikh Abubakar bin Salim (ra)&lt;br /&gt; 5. Dzikir sebelum Shalat Fajar&lt;br /&gt; 6. Do'a Fajar&lt;br /&gt; 7. Dzikir setelah Shalat&lt;br /&gt; 8. Dzikir setelah Shalat Shubuh&lt;br /&gt; 9. Wirdul Lathif Imam Haddad&lt;br /&gt; 10.Wirid Al Imam Abu bakar bin Abdurrahman Assegaf (Wirid As Sakran)&lt;br /&gt; 11.Wirid Imam Nawawi&lt;br /&gt; 12.Hizbun Nashar Imam Haddad&lt;br /&gt; 13.Dzikir setelah Shalat Ashar&lt;br /&gt; 14.Doa setelah membaca Surat Al Waqiah&lt;br /&gt; 15.Hizbul Bahr Sayyid Abi Hasan Asy-Syadzili&lt;br /&gt; 16.Bacaan Dzikir sebelum Maghrib&lt;br /&gt; 17.Ratib Al-Attas&lt;br /&gt; 18.Ratib Al-Haddad&lt;br /&gt; 19.Dzikir setelah Shalat Isya&lt;br /&gt; 20.Dzikir malam dan hari Jum'at&lt;br /&gt; 21.Shalawat Al Ibrahimmiyah&lt;br /&gt; 22.Shalawat At-Tajiyyah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-6156915841286947809?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/6156915841286947809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/02/kitab-khulashatul-madad-nabawy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/6156915841286947809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/6156915841286947809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/02/kitab-khulashatul-madad-nabawy.html' title='Kitab &quot;Khulashatul Madad An-Nabawy&quot;'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-2236085145638759748</id><published>2009-02-14T13:37:00.006+09:00</published><updated>2010-09-03T23:49:33.529+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maulid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manaqib_Habaib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarikh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mimpi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='habaib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wara&apos;'/><title type='text'>Wara’ Kunci Kesuksesan dan Keselamatan</title><content type='html'>&lt;a style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_HtITFCpxdt0/SIikquDMIfI/AAAAAAAABPw/a6f51N85Zf0/s1600-h/284491595_38060426e2_o.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_HtITFCpxdt0/SIikquDMIfI/AAAAAAAABPw/a6f51N85Zf0/s320/284491595_38060426e2_o.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226608421386330610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi ialah salah satu auliya (kekasih) Allah SWT yang kata-kata dan petuanya selalu diterima setiap insan. Perbuatan dan perangainya selalu menjadi teladan bagi mereka. Majelis beliau senantiasa dipadati oleh orang-orang yang hendak mendulang ilmu dan sir dari beliau. Tidak terkecuali orang yang berilmu pun turut hadir di majelis itu, karena mereka melihat derasnya hikmah dan rahasia-rahasia yang bermutu tinggi yang disampaikan oleh beliau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Kata-kata mutiara beliau senantiasa membasahi hati yang gersang bak air hujan yang membasahi tanah yang tandus sehingga menyuburkannya. Memang benar bahwa ilmu (hikmah) yang disampaikan seorang Arif billah, akan memberikan ketenangan dan kesejujkan hati ibarat air hujan memberikan kesuburan pada pepohonan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Marilah kita simak dengan cermat dan laksanakan sebagian nasehat yang beliau sampaikan pada malam Senin 24 Muharram 1324 H di salah satu majelis beliau yang mulia. Insya-allah kita tergolong kaum yang mencintai beliau dan para salaf sholeh, sehingga kita kelak dikumpulkan bersama mereka. Amin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi berkata,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;“Wahai saudara-saudaraku, hati-hati telah menjadi kaku dan beku, tidak ada lagi bekas dan pengaruh dari al Quran maupun nasehat para ulama yang selalu didengarnya. Sedang kita tidak tahu apa gerangan penyebab kekerasan hati itu. Ketahuilah bahwa penyebab terbesar dan yang paling dominan adalah karena makanan yang kotor (syubhat atau haram) yang masuk ke perut kita, saat ini banyak orang tidak perduli dan bahkan tidak takut untuk jatuh pada keharaman. Mereka meremehkan masalah ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Bagaimana mungkin nasehat dan petuah yang sampai akan memberikan atsar (pengaruh) dan membekas di hati, sedang makanan yang dikonsumsi adalah haram? Mudah-mudahan Allah menjauhkan kita dari keharaman di mana pun dan kapan pun kita berada, serta menghalangi dan membentengi kita dari orang yang suka keharaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Ketahuilah, keluarga kita (para salaf sholeh), thariqah (jalan) mereka adalah mencari yang halal dan bersikap wara’ (berhati hati/menjaga diri). Hati-hatilah saudaraku dari makanan haram. Kekasih kalian Nabi Muhammad SAW telah bersabda (yang artinya), “Setiap daging yang tumbuh dari makanan yang haram maka neraka lebih pantas untuknya”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Hadits di atas sudah cukup populer dan sering disampaikan sebagaimana terdapat dalam kitab Kasyful Khafa’ karya Al Imam Al ‘Ajaluniy ra. Imam Sahl bin Abdillah At Usturi, salah seorang ulama salaf berkata, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;“Siapa memakan yang haram, maka tubuhnya akan bermaksiat, dia mau atau tidak, Dan siapa yang memakan yang halal maka tubuhnya akan berbuat taat, dia mau atau tidak”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Pada masa kita ini, nyaris tidak ditemukan lagi orang yang wara’ kecuali sangat sedikit kebanyakan mereka telah terjerumus dalam keharaman. Ketahuilah bahwa hati ini akan menjadi gelap karena makanan haram, baik dia menyadari dan mengetahuinya atau tidak. Baiklah jika memang dia tidak mengetahui bahwa yang dimakannya adalah haram, ini mungkin agak ringan (tetapi tetap akan menyebabkan kegelapan hatinya). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Tapi yang dengan sengaja melakukannya maka celakalah dia, binasalah dia. Sebab siapa memasukkan satu suapan haram pada tubuhnya maka sholatnya tidak diterima oleh Allah selama suapan itu masih berada dalam tubuhnya. Siapa yang sholat dengan baju yang disana terdapat satu benang (kain) yang haram maka sholatnya tidak diterima oleh Allah selama baju itu melekat ditubuhnya. Lalu apa faedah yang akan didapat dari amalnya jika ternyata itu semua tidak diterima? Bagaimana mungkin cahaya akan masuk ke dalam hati yang gelap gulita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Saat ini, jika kamu datang kepada sekelompok orang lalu membicarakan masalah ke-wara’-an, maka mereka akan berkata, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;”Kamu ini siapa?”&lt;br /&gt;“Kamu sedang berada di mana?”&lt;br /&gt;“Sekarang manusia semua sudah makan yang haram. Di mana yang halal?”&lt;br /&gt;“Kamu mau makan apa?” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Ketahuilah bahwa kata-kata semacam ini adalah kurang ajar dan menentang (berani) kepada Allah SWT. Padahal bumi Allah sangatlah luas, jika dia mau berusaha pasti akan mendapatkan yang halal sekalipun dengan usaha yang keras.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Yang lebih mengherankan lagi bahwa ada sebagian manusia yang berakal, memiliki pikiran, tetapi sengaja memakan yang haram padahal dia tahu bahwa dengan perbuatannya itu dia akan diadzab oleh Allah. Sebab jika dia melakukan itu dia akan terseret ke dalam neraka, maka tinggalkanlah makanan haram, pasti akan datang kepada kalian makanan yang halal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Nabi Muhammad saw bersabda (yang artinya),&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;“Yang halal itu jelas dan haram juga jelas, dan antara keduanya adalah perkara yang syubhat (remang-remang), banyak manusia tidak mengetahui kejelasannya. Maka siapa yang manjaga diri dari barang syubhat ini, maka dia telah menjaga harga diri dan agamanya. Dan siapa yang terjerumus pada syubhat maka dia akan terjerumus pada yang haram, ibarat seorang pengembala yang menggembalakan kambingnya di dekat daerah larangan maka dia nyaris akan memasuki daerah larangan itu.”&lt;br /&gt;(Riwayat Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Saat ini, hampir tidak ada mudzakarah (pengajian) tentang wara’, sebab jika ada yang menyebutkamya maka dia akan diam karena khawatir akan diingkari oleh orang lain, sebab keharaman sudah membaur di antara masyarakat. Inilah hari di mana kebenaran banyak disepelekan. Nasehat sudah tidak masuk ke dalam hati dan rasa takut kepada Allah sudah tidak bersemayam lagi dalam kalbu. Dan sebabnya adalah makanan haram yang mengeraskan dan menggelapkan hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Saat ini banyak orang yang datang kepada kita dan menipu kita dengan menyuruh agar uang-uang kita ditabung di bank (agar menghasilkan bunga yang banyak), anak-anak kecil yang mendapat harta warisan yang banyak, mereka diperdaya agar uangnya disimpan sehingga ketika anak itu sudah baligh maka dia akan mendapati hartanya telah tercampur dengan keharaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Maka dari itu jagalah diri kita dan keluarga kita terutama dari hal yang semacam ini, jangan sampai tubuh mereka terisi makanan syubhat apalagi haram, sekuat apapun usaha kita untuk mengarahkan mereka ke jalan yang lurus, namun jika makanan yang kita berikan tidak benar, maka akan sia-sia usaha tersebut. Dan kita larang mereka sekuat tenaga dari kemungkaran, maka itu pun akan sia-sia. Karena makanan baram telah mendarah daging dengan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Dalam atsar disebutkan, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;“Jika kalian banyak sholat sehingga menjadi seperti tiang-tiang, bannyak berpuasa sehingga kurus kering seperti tali busur, semua ibadah itu tidak akan diterima kecuali jika dilandasi dengan kewara’an yang tinggi“.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Al Habib Abdullah bin Alawiy Al Haddad RA dalam untaian nasehatnya menyatakan, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;“Ketahuilah semoga Allah merahmati kalian bahwa makanan halal akan menyinari hati dan melembutkannya dan menyebabkan adanya rasa takut kepada Allah dan _khusyu’ kepadaNya, memberikan semangat dan motivasi pada anggota tubuh untuk taat dan beribadah serta menumbuhkan sikap zuhud terhadap dunia dan kecintaan pada akhirat. Dan inilah sebab diterimanya amal amal sholeh kita dan dikabulkannya doa-doa kita.”_&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Sebagaimana sabda Rasulullah saw kepada Sa’ad bin Abi Waqqash, “Perbaguslah (jaga kehalalan) makananmu, niscaya doamu akan dikabulkan”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;“Adapun makanan haram dan syubhat maka kebalikan dari yang sudah disebutkan tadi, dia akan menyebabkan kekerasan hati dan menggelapkannya, mengikat (mengekang) tubuh dari ketaatan dan menjadikannya rakus terhadap dunia. Inilah sebab ditolaknya amal-amal ibadah dan doanya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Sebagaimana dalam sebuah hadits, di mana Rasulullah saw menceritakan seorang musafir yang bajunya compang-camping, rambutnya berdebu (tidak terurus), dan dia menengadahkan kedua tangannya ke langit (dengan suara lirih dan penuh harapan–red) dia berkata, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;“Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku …” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Namun makanannya haram, minumannya haram, bajunya haram dan dimasukkan pada mulutnya makanan haram, maka bagaimana mungkin akan diterima doanya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Maka berusahalah mencari pekerjaan dan makanan yang halal dan jauhilah keharaman. Dan ketahuilah bahwa kewara’an ini tidak hanya pada makanan saja tapi mencakup semua aspek pekerjaan kita. Berbuat apapun harus dilandasi dengan kehati-hatian dan kewaspadaan, jika masih ragu maka tingglkanlah, khawatir akan terjerumus pada keharaman dan akibatnya pasti fatal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255); text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi ialah penyusun kitab maulid 'Simtud Durar'&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255); text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255); font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Manaqib Al-Habib Al-Imam Al-Allamah Ali bin Muhammad bin Husin Al-Habsyi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255);" align="center"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(Simtud Duror)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Al-Habib Al-Imam Al-Allamah Ali bin Muhammad bin Husin Al-Habsyi dilahirkan pada hari Juma'at 24 Syawal 1259 H di Qasam, sebuah kota di negeri Hadhramaut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Beliau dibesarkan di bawah asuhan dan pengawasan kedua orang tuanya; ayahandanya, Al-Imam Al-Arif Billah Muhammad bin Husin bin Abdullah Al-Habsyi dan ibundanya; As-Syarifah Alawiyyah binti Husain bin Ahmad Al-Hadi Al-Jufri, yang pada masa itu terkenal sebagai seorang wanita yang solihah yang amat bijaksana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Pada usia yang amat muda, Habib Ali Al-Habsyi telah mempelajari dan mengkhatamkan Al-Quran dan berhasil menguasai ilmu-ilmu zahir dan batin sebelum mencapai usia yang biasanya diperlukan untuk itu. Oleh karenanya, sejak itu, beliau diizinkan oleh para guru dan pendidiknya untuk memberikan ceramah-ceramah dan pengajian-pengajian di hadapan khalayak ramai, sehingga dengan cepat sekali, dia menjadi pusat perhatian dan kekaguman serta memperoleh tempat terhormat di hati setiap orang. Kepadanya diserahkan tampuk kepimpinan tiap majlis ilmu, lembaga pendidikan serta pertemuan-pertemuan besar yang diadakan pada masa itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Selanjutnya, beliau melaksanakan tugas-tugas suci yang dipercayakan padanya dengan sebaik-baiknya. Menghidupkan ilmu pengetahuan agama yang sebelumnya banyak dilupakan. Mengumpulkan, mengarahkan dan mendidik para siswa agar menuntut ilmu, di samping membangkitkan semangat mereka dalam mengejar cita-cita yang tinggi dan mulia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Untuk menampung mereka, dibangunnya Masjid "Riyadh" di kota Seiwun (Hadhramaut), pondok-pondok dan asrama-asrama yang diperlengkapi dengan berbagai sarana untuk memenuhi keperluan mereka, termasuk soal makan-minum, sehingga mereka dapat belajar dengan tenang dan tenteram, bebas dari segala pikiran yang mengganggu, khususnya yang bersangkutan dengan keperluan hidup sehari-hari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Bimbingan dan asuhan beliau seperti ini telah memberinya hasil kepuasan yang tak terhingga dengan menyaksikan banyak sekali di antara murid-muridnya yang berhasil mencapai apa yang dicitakannya, kemudian meneruskan serta menyiarkan ilmu yang telah mereka peroleh, bukan sahaja di daerah Hadhramaut, tetapi tersebar luas di beberapa negeri lainnya - di Afrika dan Asia, termasuk di Indonesia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Di tempat-tempat itu, mereka mendirikan pusat-pusat dakwah dan penyiaran agama, mereka sendiri menjadi perintis dan pejuang yang gigih, sehingga mendapat tempat terhormat dan disegani di kalangan masyarakat setempat. Pertemuan-pertemuan keagamaan diadakan pada berbagai kesempatan. Lembaga-lembaga pendidikan dan majlis-majlis ilmu didirikan di banyak tempat, sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan dalam ruang lingkup yang luas sekali. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Beliau meninggal dunia di kota Seiwun, Hadhramaut, pada hari Ahad 20 Rabi'ul Akhir 1333 H dan meninggalkan beberapa orang putera yang telah memperoleh pendidikan sebaik-baiknya dari beliau sendiri, yang meneruskan cita-cita beliau dalam berdakwah dan menyiarkan agama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Di antara putera-putera beliau yang dikenal di Indonesia ialah puteranya yang bongsu; Al-Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi, pendiri Masjid "Riyadh" di kota Solo (Surakarta). Dia dikenal sebagai peribadi yang amat luhur budi pekertinya, lemah-lembut, sopan-santun, serta ramah-tamah terhadap siapa pun terutama kaum yang lemah, fakir miskin, yatim piatu dan sebagainya. Rumah kediamannya selalu terbuka bagi para tamu dari berbagai golongan dan tidak pernah sepi dari pengajian dan pertemuan-pertemuan keagamaan. Beliau meninggal dunia di kota Palembang pada tanggal 20 Rabi'ul Awal 1373 H dan dimakamkan di kota Surakarta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Banyak sekali ucapan Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi yang telah dicatat dan dibukukan, di samping tulisan-tulisannya yang berupa pesan-pesan ataupun surat-menyurat dengan para ulama di masa hidupnya, juga dengan keluarga dan sanak kerabat, kawan-kawan serta murid-murid beliau, yang semuanya itu merupakan perbendaharaan ilmu dan hikmah yang tiada habisnya. &lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  lang="IT" &gt;Dan di antara karangan beliau yang sangat terkenal dan dibaca pada berbagai kesempatan di mana-mana, termasuk di kota-kota di Indonesia, ialah risalah kecil ini yang berisi kisah Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan diberinya judul "Simtud Duror Fi Akhbar Maulid Khairil Basyar wa Ma Lahu min Akhlaq wa Aushaf wa Siyar (Untaian Mutiara Kisah Kelahiran Manusia Utama; Akhlak, Sifat dan Riwayat Hidupnya).&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;"  lang="IT"&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);" lang="IT"&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-2236085145638759748?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/2236085145638759748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/02/wara-kunci-kesuksesan-dan-keselamatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/2236085145638759748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/2236085145638759748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/02/wara-kunci-kesuksesan-dan-keselamatan.html' title='Wara’ Kunci Kesuksesan dan Keselamatan'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_HtITFCpxdt0/SIikquDMIfI/AAAAAAAABPw/a6f51N85Zf0/s72-c/284491595_38060426e2_o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-7939330227339857211</id><published>2009-02-10T03:50:00.000+09:00</published><updated>2009-02-10T04:11:04.516+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Tahukah Engkau Apakah Cinta itu . . .?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Syeikh Abul Hasan Asy-Syadzili&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pertayaan yang diajukan oleh seseorang kepada Syeikh Abul Hasan asy-Syadzily ra:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        1. Apakah yang disebut minuman Cinta?&lt;br /&gt;        2. Apa gelas piala Cinta?&lt;br /&gt;        3. Siapa sang peminum?&lt;br /&gt;        4. Apakah rasa minumannya?&lt;br /&gt;        5. Siapakan para peminum sejati?&lt;br /&gt;        6. Apakah rasa segar minuman?&lt;br /&gt;        7. Apakah yang disebut mabuk Cinta?&lt;br /&gt;        8. Apa pula sadar dari mabuk itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syeikh Abul Hasan asy-Syadzili&lt;/span&gt; pun menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Minuman Cinta adalah Cahaya yang cemerlang berkalian dari Kemahaindahan Sang Kekasih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Gelas pialanya adalah kelembutan yang menghubungkan ke bibir-bibir hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Sang peminum adalah pihak yang mendapat limpahan agung kepada orang-orang istemewa seperti para Auliya dan hamba-hambaNya yang saleh. Allah Yang Maha Tahu kadar kepastian dan kebajikan bagi kekasih-kekasihNya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Sang Peminum adalah pecinta yang dibukakan keindahan cinta itu dan menyerap minuman nafas demi nafas jiwa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Rasa minuman adalah rasa dibalik orang yang terdendam rindunya ketika hijab diturunkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Sang peminum sejati adalah pecinta yang meneguk arak cinta itu, sejam dua jam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Rasa segar peminuman cinta adalah bagi orang yang dilimpahi arak cinta dan terus menerus meminumnya hingga kerongkongan penuh sampai ke urat nadinya. Cahaya Allah ada dibalik minuman yang melimpah itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Mabuk Cinta adalah ketika seseorang hanyut dalam rasa dan hilang akal, tidak mengerti apa yang dikatakan dan diucapkan padanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Sadar dari mabuk cinta, adalah situasi sadar ketika gelas piala minuman cinta dikelilingkan, di hadapan mereka berbagai kondisi ruhani silih berganti, lalu kembali pada dzikir dan ketaatan, tidak terhijabi oleh sifat-sifat dengan berbagai ragam kadar yang ada, itulah yang disebut sebagai waktu sadar cinta, ketika pandangannya meluas melintas batas dan pengetahuannya semakin bertambah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Mereka berada di bintang-bintang pengetahuan, berada di rembulan Tauhid, untuk menjadi petunjuk ketika malam menjadi gulita. Mereka dengan matahari ma’rifat, mencerahi padang harinya. Mereka itulah yang disebut Hizbullah (Pasukan-pasukan Allah) dan ingatlah bahwa Hizbullah itulah yang menang.” (Al-Mujadilah: 22)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-7939330227339857211?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/7939330227339857211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/02/tahukah-engkau-apakah-cinta-itu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/7939330227339857211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/7939330227339857211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/02/tahukah-engkau-apakah-cinta-itu.html' title='Tahukah Engkau Apakah Cinta itu . . .?'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-8007308815881882448</id><published>2009-02-07T03:43:00.000+09:00</published><updated>2009-02-07T03:50:59.848+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='da&apos;wah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sholat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasehat'/><title type='text'>Habib Husein ibn Alwy ibn Aqiel: Utamakan Shalat Fardlu-mu!</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Ibadah yang paling sakral dan vital adalah Shalat. Salah satu buktinya, untuk pensyariatannya saja Allah “merasa” perlu mengundang Nabi Muhammad ke tempat dimana tak seorangpun boleh masuk termasuk Jibril AS. Padahal untuk hal-hal yang lain Allah mencukupkan dengan mengutus Malaikat Jibril AS agar menyampaikan kepada Rasulullah SAW.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Secara khusus pula Allah menyampaikan dalam al Quran surat Thoha ayat 14&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:verdana;" class="arab"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;أقم الصلاة لذكري&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Dirikanlah Sholat untuk mengingatku. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Namun demikian ada saja orang yang menafsirkan ayat tersebut dengan menyatakan yang penting ingat Allah, bahkan secara serampangan mengatakan lebih baik ingat Allah meski tidak shalat dibanding shalat tetapi tidak ingat Allah. Pernyataan ini sungguh salah besar, karena bukti seseorang mengingat Allah adalah dengan apa yang dia lakukan dari praktek shalat. Menafsiri arti DzikruLlah, kitab Murah Labid menyatakan :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:verdana;" class="arab"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;المراد بالذكر نفس الصلاة.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Yang dimaksud dengan dzikir adalah praktek sholat itu sendiri. &lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Dari tafsir diatas dapat dipahami pula bahwa seseorang tidak bisa dianggap ingat Allah apabila meninggalkan shalat, termasuk mereka yang menggunakan media lain selain shalat, seperti semedi atau meditasi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Mungkin tidak sedikit orang yang mengira merasa sudah sempurna ibadahnya ketika telah menjalankan ibadah Haji, tanpa melihat kualitas shalatnya yang selama ini dijalani. Padahal untuk mencapai kemabruran sebuah ibadah haji dibutuhkan kemampuan  menjauhi larangan Allah,  sebagaimana sabda Rasulullah :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:verdana;" class="arab"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;من حج هذا البيت فلم يرفث ولم يفسق رجع كيوم ولدته أمه&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Barangsiapa menjalankan ibadah haji di baituLlah ini, dan tidak melakukan rafats (berkata/berlaku kotor) dan tidak fusuq (durhaka/menjalani perilaku fasik), maka ia kembali suci dari dosa seperti bayi yang baru dilahirkan dari kandungan ibunya. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Kalimat suci dari dosa seperti bayi yang baru dilahirkan dari kandungan ibunya inilah yang dimaksudkan sebagai pahala haji mabrur. Sementara rafats dan fusuq adalah perilaku mungkarat yang diperintah Allah untuk dijauhi dan ditinggalkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Sementara diantara rukun Islam yang lima, hanya shalatlah yang disebutkan dalam al Quran surat al Ankabut ayat 45 mampu menjauhkan dan mencegah seseorang dari perilaku rafats dan fusuq&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:verdana;" class="arab"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;إن الصلاة تنهى عن الفحشاء و المنكر&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Mengenai keadaan seseorang yang selalu menjalankan shalat tetapi ternyata masih saja perilakunya tidak baik, Rasulullah sebagaimana dijelaskankan dalam kitab Tafsir Ibn Katsir menjawab pertanyaan para sahabat tentang tafsir dari sebuah ayat, dengan menyatakan bahwa shalat yang tidak membuat orang yang menjalankan menjauhi perilaku yang tidak baik maka dia seperti belum menjalankan shalat alias shalatnya belum diterima.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;حدثنا الحسن عن عمران بن حصين قال: سئل النبي صلى الله عليه وسلّم عن قول الله: {ٱتْلُ مَآ أُوْحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَـٰبِ} قال: من لم تنهه صلاته عن الفحشاء والمنكر فلا صلاة ل&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Meriwayatkan hadits kepadaku, al Hasan dari Imran Ibn Hasin dia berkata: RasuluLlah ditanya tentang ayat…(bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu yaitu al kitab……al ankabut 45) RasuluLlah menjawab: barangsiapa yang shalatnya tidak mencegahnya dari perilaku keji dan mungkar maka tiada shalat baginya. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Dalam riwayat yang lain disebutkan:&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: center;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;من رواية عمران وابن عباس مرفوعاً «من لم تنهه صلاته عن الفحشاء والمنكر، لم تزده من الله إلا بعد&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Dari riwayat Imran dan Ibn Abbas sebagai hadits marfu’: Barangsiapa yang shalatnya belum mencegahnya dari perilaku keji dan munkar maka di hadapan Allah dia tidak bertambah apapun kecuali semakin jauh.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Karena itu rasanya mustahil bila seseorang yang shalatnya masih terganggu dapat menuai haji mabrur atau menyempurnakan ibadah yang lain dengan baik. Shalat merupakan parameter baik buruknya segala macam amal ibadah seseorang, sebagaimana sabda Rasulullah :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:verdana;" class="arab"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;ورواه الطبراني بسند جيد عن عبد بن قرط بلفظ أول ما يحاسب به العبد الصلاة ينظر الله في صلاته فإن صلحت صلح سائر عمله وإن فسدت فسدت سائر عمله. كشف الخفاء. حرف الهمزة&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Meriwayatkan Hadits ini, Imam Tabrani dengan sanad yang baik dari Abd Ibn Qurd dengan kalimat; Amal seorang hamba yang pertama yang dihisab (dihitung amalnya oleh Allah) adalah Shalat, Allah melihat shalat seorang hamba, apabila shalatnya baik, maka baiklah amal-amal yang lain, apabila shalatnya tidak baik/cela, maka tidak baiklah amal yang lainnya. Kitab Kasful Khofa’. Huruf Hamzah.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Begitu pentingnya shalat terutama shalat fardlu bagi kita, kita dianjurkan untuk menambal segala kekurangan dan ketidaksempurnaan shalat yang kita jalani dengan menjalankan shalat sunnah. RasuluLlah bersabda :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:verdana;" class="arab"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;عن أبي هريرة قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلّم يقول: «إن أول ما يحاسب به العبد يوم القيامة الصلاة المكتوبة، فإن أتمها وإلا قيل انظروا هل له من تطوع، فإن كان له تطوع أكملت الفريضة من تطوعه. ثم يفعل بسائر الأعمال المفروضة مثل ذلك»&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;em&gt;Dari Abu Hurairah, berkata: saya mendengar RasuluLlah SAW bersabda: Sesungguhnya Amal seorang hamba yang pertama dihisab pada hari kiamat adalah shalat lima waktu, Kalau sempurna (maka dicatat sempurna) kalau tidak maka dikatakan; lihatlah apakah dia menjalankan ibadah sunnah, apabila dia menjalankan ibadah shalat sunnah maka sempurnalah kefardluannya tersebab ibadah sunnahnya. Kemudian diperlakukan seluruh amal lainnya yang fardlu seperti itu.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Begitu vitalnya ibadah shalat bagi orang Islam, hingga dalam tafsir an Nasafi Juz 1 halaman 39 disebutkan bahwa RasuluLlah menyebut shalat sebagai tiang agama dan menjadikannya pemisah bagi orang Islam dan kafir.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Kiranya Dalil-dalil diatas cukuplah memompa diri kita sebagai seorang muslim selalu memperbaiki mutu shalat kita dengan selalu mempelajari hukum-hukum yang terkait dengan ibadah shalat dan hal-hal yang menggerakkan hati kita ikut bersujud seiring sujudnya jasad kita. Amien Ya Rabbal Alamien.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-8007308815881882448?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/8007308815881882448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/02/habib-husein-ibn-alwy-ibn-aqiel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/8007308815881882448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/8007308815881882448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/02/habib-husein-ibn-alwy-ibn-aqiel.html' title='Habib Husein ibn Alwy ibn Aqiel: Utamakan Shalat Fardlu-mu!'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-8482793063729148054</id><published>2009-01-27T02:27:00.001+09:00</published><updated>2009-02-25T07:11:34.489+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manaqib_Habaib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='almuhaddits'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='habaib'/><title type='text'>Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid ‘Alawi ibn Sayyid ‘Abbas ibn Sayyid ‘Abdul ‘Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy’ari asy-Syadzili</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SX30A6AcddI/AAAAAAAAAJg/NK9Z3urWEhw/s1600-h/Sayyid-Muhammad-Al-Maliki.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 225px; height: 206px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SX30A6AcddI/AAAAAAAAAJg/NK9Z3urWEhw/s320/Sayyid-Muhammad-Al-Maliki.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295657033265870290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: center; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid ‘Alawi ibn Sayyid ‘Abbas ibn Sayyid ‘Abdul ‘Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy’ari asy-Syadzili        (1365-1425 H / - 2004M)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid ‘Alawi ibn Sayyid ‘Abbas ibn Sayyid ‘Abdul ‘Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy’ari asy-Syadzili lahir di Makkah pada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliau Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di halaqah di Haram Makki, dekat Bab As-salam&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Ayah beliau, &lt;strong&gt;Sayyid Alwi bin Abbas Almaliki&lt;/strong&gt; (kelahiran Makkah th 1328H), seorang alim ulama terkenal dan ternama di kota Makkah. Disamping aktif dalam berdawah baik di Masjidil Haram atau di kota kota lainnya yang berdekatan dengan kota Makkah seperti Thoif, Jeddah dll, Sayyid Alwi Almaliki adalah seorang alim ulama yang pertama kali memberikan ceramah di radio Saudi setelah salat Jumat dengan judul "Hadist al-Jumah". Begitu pula ayah beliau adalah seorang Qadhi yang selalu di panggil masyarakat Makkah jika ada perayaan pernikahan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Selama menjalankan tugas da'wah, Sayyid Alwi bin Abbas Almaiki selalu membawa kedua putranya Muhammad dan Abbas. Mereka berdua selalu mendampinginya kemana saja ia pergi dan berceramah baik di Makkah atau di luar kota Makkah. Adapun yang meneruskan perjalanan dakwah setelah wafat beliau adalah Sayyid Muhammad bin Alwi Almaliki dan Sayyid Abbas selalu berurusan dengan kemaslahatan kehidupan ayahnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Sebagaimana adat para &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sadah &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Asyraf &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; ahli Makkah, Sayyid Alwi Almaliki selalu menggunakan pakaian yang berlainan dengan ulama yang berada di sekitarnya. Beliau selalu mengenakan jubbah, serban (imamah) dan burdah atau rida yang biasa digunakan dan dikenakan Asyraf Makkah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Setelah wafat Sayyid Alwi Almaiki, anaknya Sayyid Muhammad tampil sebagai penerus ayahnya. Dan sebelumnya ia selalu mendapatkan sedikit kesulitan karena ia merasa belum siap untuk menjadi pengganti ayahnya. Maka langkah pertama yang diambil adalah ia melanjutkan studi dan ta'limnya terlebih dahulu. Beliau berangkat ke Kairo dan &lt;strong&gt;Universitas al-Azhar Assyarif&lt;/strong&gt; merupakan pilihanya. Setelah meraih S1, S2 dan S3 dalam fak Hadith dan Ushuluddin beliau kembali ke Makkah untuk melanjutkan perjalanan yang telah di tempuh sang ayah. Disamping mengajar di Masjidi Haram di halaqah, beliau diangkat sebagai dosen di Universitas King Abdul Aziz- Jeddah dan Univesitas Ummul Qura Makkah bagian ilmu Hadith dan Usuluddin. Cukup lama beliau menjalankan tugasnya sebagai dosen di dua Universiatas tsb, sampai beliau memutuskan mengundurkan diri dan memilih mengajar di Masjidil Haram sambil menggarap untuk membuka majlis ta'lim dan pondok di rumah beliau.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Adapun pelajaran yang di berikan baik di masjid haram atau di rumah beliau tidak berpoin kepada ilmu tertentu seperti di Universitas. Akan tetapi semua pelajaran yang diberikannya bisa di terima semua masyarakat baik masyarakat awam atau terpelajar, semua bisa menerima dan semua bisa mencicipi apa yang diberikan Sayyid Maliki. Maka dari itu beliau selalu menitik-beratkan untuk membuat rumah yang lebih besar dan bisa menampung lebih dari 500 murid per hari yang biasa dilakukan selepas sholat Maghrib sampai Isya di rumahnya di Hay al Rashifah. Begitu pula setiap bulan Ramadan dan hari raya beliau selalu menerima semua tamu dan muridnya dengan tangan terbuka tanpa memilih golongan atau derajat. Semua di sisinya sama tamu-tamu dan murid murid, semua mendapat penghargaan yang sama dan semua mencicipi ilmu bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Dari rumah beliau telah keluar ulama-ulama yang membawa panji Rasulallah ke suluruh pelosok permukaan bumi. Di mana negara saja kita dapatkan murid beliau, di India, Pakistan, Afrika, Eropa, Amerika, apa lagi di Asia yang merupakan sebagai orbit dahwah sayid Muhammad Almaliki, ribuan murid murid beliau yang bukan hanya menjadi kyai dan ulama akan tetapi tidak sedikit dari murid2 beliau yang masuk ke dalam pemerintahan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Di samping pengajian dan taklim yang rutin di lakukan setiap hari pula beliau telah berusaha mendirikan pondok yang jumlah santrinya tidak sedikit, semua berdatangan dari seluruh penjuru dunia, belajar, makan, dan minum tanpa di pungut biaya sepeser pun bahkan beliau memberikan beasiswa kepada para santri sebagai uang saku. Setelah beberapa tahun belajar para santri dipulangkan ke negara-negara mereka untuk menyiarkan agama.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Sayid Muhammad Almaliki dikenal sebagai guru, pengajar dan pendidik yang tidak beraliran keras, tidak berlebih-lebihan, dan selalu menerima hiwar dengan hikmah dan mauidhah hasanah.&lt;/strong&gt; Beliau ingin mengangkat derajat dan martabat Muslimin menjadi manusia yang berperilaku baik dalam muamalatnya kepada Allah dan kepada sesama, terhormat dalam perbuatan, tindakan serta pikiran dan perasaannya. Beliau adalah orang cerdas dan terpelajar, berani dan jujur serta adil dan cinta kasih terhadap sesama. Itulah ajaran utama Sayyid Muhammad bin Alwi Almaliki. Beliau selalu menerima dan menghargai pendapat orang dan menghormati orang yang tidak sealiran dengannya atau tidak searah dengan &lt;em&gt;thariqah&lt;/em&gt;nya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Dalam kehidupannya beliau selalu bersabar dengan orang-orang yang tidak bersependapat baik dengan pemikirannya atau dengan alirianya. Semua yang berlawanan diterima dengan sabar dan usaha menjawab dengan hikmah dan menklirkan sesuatu masalah dengan kenyataan dan dalil-dalil yang jitu bukan dengan emosi dan pertikaian yang tidak bermutu dan berkesudahan. Beliau tahu persis bahwa kelemahan Islam terdapat pada pertikaian para ulamanya dan ini memang yang di inginkan musuh Islam. Sampai-sampai beliau menerima dengan rela digeser dari kedudukannya baik di Universitas dan ta'lim beliau di masjidil Haram. Semua ini beliau terima dengan kesabaran dan keikhlasan bahkan beliau selalu menghormati orang orang yang tidak bersependapat dan sealiran dengannya, semasih mereka memiliki pandangan khilaf yang bersumber dari al-Quran dan Sunah. Adapun ulama yang telah mendapat gemblengan dari Sayyid Muhammad bin Alwi Almaliki, mereka pintar-pintar dan terpelajar. Di samping menguasai bahasa Arab, mereka menguasai ilmu-ilmu agama yang cukup untuk dijadikan &lt;em&gt;marja'&lt;/em&gt; dan reference di negara-negara mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;b&gt;Tulisan Beliau&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Di samping tugas beliau sebagai da'i, pengajar, pembibing, dosen, penceramah dan segala bentuk kegiatan yang bermanfaat bagi agama, beliau pula seorang pujangga besar dan penulis unggul. &lt;u&gt;Tidak kurang dari 100 buku yang telah dikarangnya&lt;/u&gt;, semuanya beredar di seluruh dunia. Tidak sedikit dari kitab2 beliau yang beredar telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, Prancis, Urdu, Indonesia dll.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Sayyid Muhammad merupakan seorang penulis prolifik dan telah menghasilkan hampir seratus buah kitab. Beliau telah menulis dalam pelbagai topik agama, undang-undang, social serta sejarah, dan kebanyakan bukunya dianggap sebagai rujukan utama dan perintis kepada topik yang dibicarakan dan dicadangkan sebagai buku teks di Institusi-institusi Islam di seluruh dunia. Kita sebutkan sebahagian hasilnya dalam pelbagai bidang: &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;b&gt;Aqidah:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="ol"&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mafahim Yajib an Tusahhah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manhaj As-salaf fi Fahm An-Nusus&lt;/li&gt;&lt;li&gt;At-Tahzir min at-Takfir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Huwa Allah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Qul Hazihi Sabeeli&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sharh ‘Aqidat al-‘Awam&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Tafsir:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Zubdat al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wa Huwa bi al-Ufuq al-‘A’la&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi ‘Ulum al-Quran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hawl Khasa’is al-Quran&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Hadith:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Al-Manhal al-Latif fi Usul al-Hadith al-Sharif&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi ‘Ilm Mustalah al-Hadith&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fadl al-Muwatta wa Inayat al-Ummah al-Islamiyyah bihi &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anwar al-Masalik fi al-Muqaranah bayn Riwayat al-Muwatta lil-Imam Malik&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Sirah:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Muhammad (Sallallahu Alaihi Wasallam) al-Insan al-Kamil&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tarikh al-Hawadith wa al-Ahwal al-Nabawiyyah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;‘Urf al-Ta'rif bi al-Mawlid al-Sharif &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Anwar al-Bahiyyah fi Isra wa M’iraj Khayr al-Bariyyah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Zakha’ir al-Muhammadiyyah &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Zikriyat wa Munasabat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Bushra fi Manaqib al-Sayyidah Khadijah al-Kubra&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Usul:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Al-Qawa‘id al-Asasiyyah fi Usul al-Fiqh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sharh Manzumat al-Waraqat fi Usul al-Fiqh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mafhum al-Tatawwur wa al-Tajdid fi al-Shari‘ah al-Islamiyyah &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Fiqh:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Al-Risalah al-Islamiyyah Kamaluha wa Khuluduha wa ‘Alamiyyatuha &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Labbayk Allahumma Labbayk&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Ziyarah al-Nabawiyyah bayn al-Shar‘iyyah wa al-Bid‘iyyah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Shifa’ al-Fu’ad bi Ziyarat Khayr al-‘Ibad&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hawl al-Ihtifal bi Zikra al-Mawlid al-Nabawi al-Sharif&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Madh al-Nabawi bayn al-Ghuluww wa al-Ijhaf&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Tasawwuf:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Shawariq al-Anwar min Ad‘iyat al-Sadah al-Akhyar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abwab al-Faraj&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Mukhtar min Kalam al-Akhyar &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Husun al-Mani‘ah &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mukhtasar Shawariq al-Anwar &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Lain-lain:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Fi Rihab al-Bayt al-Haram (Sejarah Makkah)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Mustashriqun Bayn al-Insaf wa al-‘Asabiyyah (Kajian Berkaitan Orientalis)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nazrat al-Islam ila al-Riyadah (Sukan dalam Islam)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Qudwah al-Hasanah fi Manhaj al-Da‘wah ila Allah (Teknik Dawah)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ma La ‘Aynun Ra’at (Butiran Syurga)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nizam al-Usrah fi al-Islam (Peraturan Keluarga Islam)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Muslimun Bayn al-Waqi‘ wa al-Tajribah (Muslimun, Antara Realiti dan Pengalaman)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kashf al-Ghumma (Ganjaran Membantu Muslimin)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Dawah al-Islahiyyah (Dakwah Pembaharuan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fi Sabil al-Huda wa al-Rashad (Koleksi Ucapan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sharaf al-Ummah al-Islamiyyah (Kemulian Ummah Islamiyyah)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Usul al-Tarbiyah al-Nabawiyyah (Metodologi Pendidikan Nabawi) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nur al-Nibras fi Asanid al-Jadd al-Sayyid Abbas (Kumpulan Ijazah Datuk beliau, As-Sayyid Abbas)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-‘Uqud al-Lu’luiyyah fi al-Asanid al-Alawiyyah (Kumpulan Ijazah Bapa beliau, As-Sayyid Alawi)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Tali‘ al-Sa‘id al-Muntakhab min al-Musalsalat wa al-Asanid (Kumpulan Ijazah)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-‘Iqd al-Farid al-Mukhtasar min al-Athbah wa al-Asanid (Kumpulan Ijazah)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Senarai di atas merupakan antara kitab As-Sayyid Muhammad yang telah dihasilkan dan diterbitkan. Terdapat banyak lagi kitab yang tidak disebutkan dan juga yang belum dicetak.Kita juga tidak menyebutkan banyak penghasilan turath yang telah dikaji, dan diterbitkan buat pertama kali, dengan nota kaki dan komentar dari As-Sayyid Muhammad. Secara keseluruhannya, sumbangan As-Sayyid Muhammad amat agung.Banyak hasil kerja As-Sayyid Muhammad telah diterjemahkan ke pelbagai bahasa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Mafahim Yujibu an-Tusahhah (Konsep-konsep yang perlu diluruskan) adalah salah satu kitab karya Sayyid Muhammad, red.) bersinar layaknya suatu kemilau mutiara. Inilah seorang manusia yang menantang rekan-rekan senegaranya, kaum Salafi-Wahhabi, dan membuktikan kesalahan doktrin-doktrin mereka dengan menggunakan sumber-sumber dalil mereka.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Untuk keberanian intelektualnya ini, Sayyid Muhammad dikucilkan dan dituduh sebagai “seorang yang sesat”. Beliau pun dicekal dari kedudukannya sebagai pengajar di Haram (yaitu di Masjidil Haram, Makkah, red.). Kitab-kitab karya beliau dilarang, bahkan kedudukan beliau sebagai professor di Umm ul-Qura pun dicabut. Beliau ditangkap dan passport-nya ditahan. Namun, dalam menghadapi semua hal tersebut, Sayyid Muhammad sama sekali tidak menunjukkan kepahitan dan keluh kesah. Beliau tak pernah menggunakan akal dan intelektualitasnya dalam amarah, melainkan menyalurkannya untuk memperkuat orang lain dengan ilmu (pengetahuan) dan tasawwuf.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Pada akhir hayatnya yang berkenaan dengan adanya kejadian teroris di Saudi Arabia, beliau mendapatkan undangan dari ketua umum Masjidil Haram Syeikh sholeh bin Abdurahman Alhushen untuk mengikuti &lt;strong&gt;"Hiwar Fikri"&lt;/strong&gt; di Makkah yang diadakan pada tg 5 sd 9 Dhul Q'idah 1424 H dengan judul &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Al-qhuluw wal I'tidal Ruya Manhajiyyah Syamilah"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, di sana beliau mendapat kehormatan untuk mengeluarkan pendapatnya tentang &lt;em&gt;thatarruf&lt;/em&gt; atau yang lebih poluler disebut ajaran yang beraliran fundamentalists atau extremist. Dan dari sana beliau telah meluncurkan sebuah buku yang sangat popular dikalangan masyarakat Saudi yang berjudul &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Alqhuluw Dairah Fil Irhab Wa Ifsad Almujtama"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Dari situ, mulailah pandangan dan pemikiran beliau tentang da'wah selalu mendapat sambutan dan penghargaan masyarakat luas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Pada tg 11/11/1424, beliau mendapat kesempatan untuk memberikan ceramah di hadapan wakil raja Amir Abdullah bin Abdul Aziz yang isinya beliau selalu menggaris-bawahi akan usaha menyatukan suara ulama dan menjalin persatuan dan kesatuan da'wah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Beliau wafat meninggalkan 6 putra, Ahmad, Abdullah, Alwi, Ali, al- Hasan dan al-Husen dan beberapa putri-putri yang tidak bisa disebut satu persatu disini .&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Beliau wafat hari jumat tg 15 ramadhan 1425 dan dimakamkan di pemakaman Al-Ma'la disamping kuburan istri Rasulallah Khadijah binti Khuailid ra. Dan yang menyaksikan penguburan beliau seluruh umat muslimin yang berada di Makkah pada saat itu termasuk para pejabat, ulama, para santri yang datang dari seluruh pelosok negeri, baik dari luar Makkah atau dari luar negri. Semuanya menyaksikan hari terakhir beliau sebelum disemayamkan, semua menyaksikan janazah beliau setelah disembahyangkan di Masjidil Haram ba'da sholat isya yang dihadiri oleh tidak kurang dari sejuta manusia. Begitu pula selama tiga hari tiga malam rumahnya terbuka bagi ribuan orang yang ingin mengucapkan belasungkawa dan melakukan `aza'. Dan di hari terakhir `Aza, wakil Raja Saudi, Amir Abdullah bin Abdul Aziz dan Amir Sultan datang ke rumah beliau untuk memberikan sambutan belasungkawa dan mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin agama yang tidak bisa dilupakan umat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  Semoga kita bisa meneladani beliau. Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.almihrab.com/"&gt;http://www.almihrab.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslimdelft.nl/titian_ilmu/biografi/assayyid_muhammad_ibn_alawi_almaliki_pembina_calon_ulama_indonesia_3.php"&gt;http://muslimdelft.nl/titian_ilmu/biografi/assayyid_muhammad_ibn_alawi_almaliki_pembina_calon_ulama_indonesia_3.php&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.asyraaf.com/v2/manaqib.php?op=2&amp;amp;id=15"&gt;http://www.asyraaf.com/v2/manaqib.php?op=2&amp;amp;id=15&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-8482793063729148054?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/8482793063729148054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/01/sayyid-prof-dr-muhammad-ibn-sayyid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/8482793063729148054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/8482793063729148054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/01/sayyid-prof-dr-muhammad-ibn-sayyid.html' title='Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid ‘Alawi ibn Sayyid ‘Abbas ibn Sayyid ‘Abdul ‘Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy’ari asy-Syadzili'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SX30A6AcddI/AAAAAAAAAJg/NK9Z3urWEhw/s72-c/Sayyid-Muhammad-Al-Maliki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-6357056598480204415</id><published>2009-01-13T02:44:00.000+09:00</published><updated>2009-01-13T02:52:08.764+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Baitullah'/><title type='text'>Foto Dan Sejarah Ka’bah</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/482460093_59078ad07d_m.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-382" src="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/482460093_59078ad07d_m.jpg?w=212&amp;amp;h=149" alt="Ka\'bah " width="212" height="149" /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin: 0pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin: 0pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin: 0pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="margin: 0pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya rumah yang mula-mula di bangun untuk tempat beribadat manusia ialah Baitullah yang di Makkah yang di-berkahi”&lt;/em&gt; al- Imran, ayat 96.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ka’bah adalah bangunan suci Muslimin yang terletak di kota Mekkah di dalam Masjidil Haram. ia merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah sholat bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/kabah-musyarafadoc_page_1.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-383" src="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/kabah-musyarafadoc_page_1.jpg?w=295&amp;amp;h=299" alt="" width="295" height="299" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/2536361441_09cdcec759_m.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-384" src="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/2536361441_09cdcec759_m.jpg?w=240&amp;amp;h=180" alt="" width="240" height="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ka’bah berbentuk bangunan kubus yang berukuran 12 x 10 x 15 meter (Lihat foto berangka Ka’bah). Ka’bah disebut juga dengan nama Baitallah atau Baitul Atiq (rumah tua) yang dibangun dan dipugar pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail setelah Nabi Ismail berada di Mekkah atas perintah Allah. Kalau kita membaca Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 37 yang berbunyi &lt;em&gt;“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur”&lt;/em&gt;, kalau kita membaca ayat di atas, kita bisa mengetahui bawah Ka’bah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim as menempatkan istrinya Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut. Jadi Ka’bah telah ada sebelum Nabi Ibrahim menginjakan kakinya di Makkah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/615851182_02d10a8622_m.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-385" src="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/615851182_02d10a8622_m.jpg?w=192&amp;amp;h=147" alt="foto kabah dari dalam" width="192" height="147" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;span&gt;&lt;a href="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/1403480117_88178b4d3b_m.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-386" src="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/1403480117_88178b4d3b_m.jpg?w=225&amp;amp;h=147" alt="kelambu kabah" width="225" height="147" /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Ka’bah dari Dalam                      Kelambu Ka’bah                                 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada masa Nabi saw berusia 30 tahun, pada saat itu beliau belum diangkat menjadi rasul, bangunan ini direnovasi kembali akibat bajir yang melanda kota Mekkah pada saat itu. Sempat terjadi perselisihan antar kepala suku atau kabilah ketika hendak meletakkan kembali Hajar Aswad namun berkat hikmah Rasulallah perselisihan itu berhasil diselesaikan tanpa kekerasan, tanpa pertumpahan darah dan tanpa ada pihak yang dirugikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/d8b3d986d987-1365d987d8acd8b1d98a.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-388" src="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/d8b3d986d987-1365d987d8acd8b1d98a.jpg?w=264&amp;amp;h=171" alt="banjir di kabah th 1941" width="264" height="171" /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;span&gt;&lt;a href="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/rare-picture-of-kaaba-during-1941-flood.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-389" src="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/rare-picture-of-kaaba-during-1941-flood.jpg?w=194&amp;amp;h=167" alt="banjir di kabah th 1941" width="194" height="167" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Banjir di Ka’bah tahun 1941                           Banjir di Ka’bah tahun 1941&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada zaman Jahiliyyah sebelum diangkatnya Rasulallah saw menjadi Nabi sampai kepindahannya ke kota Madinah, ka’bah penuh dikelilingi dengan patung patung yang merupakan Tuhan bangsa Arab padahal Nabi Ibrahim as yang merupakan nenek moyang bangsa Arab mengajarkan tidak boleh mempersekutukan Allah, tidak boleh menyembah Tuhan selain Allah yang Tunggal, tidak ada yang menyerupaiNya dan tidak beranak dan diperanakkan. Setelah pembebasan kota Makkah, Ka’bah akhirnya dibersihkan dari patung patung tanpa kekerasan dan tanpa pertumpahan darah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selanjutnya bangunan ini diurus dan dipelihara oleh Bani Sya’ibah sebagai pemegang kunci ka’bah (lihat foto kunci ka’bah) dan administrasi serta pelayanan haji diatur oleh pemerintahan baik pemerintahan khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Muawwiyah bin Abu Sufyan, Dinasti Ummayyah, Dinasti Abbasiyyah, Dinasti Usmaniyah Turki, sampai saat ini yakni pemerintah kerajaan Arab Saudi yang bertindak sebagai pelayan dua kota suci, Mekkah dan Madinah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0pt; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="verdana" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/58685629_36c04750cd.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-391" src="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/58685629_36c04750cd.jpg?w=207&amp;amp;h=300" alt="konci kabah" width="207" height="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="verdana" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Konci Ka’bah berada di museum Istambul&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="verdana" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="verdana" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail as pondasi bangunan Ka’bah terdiri atas dua pintu dan letak pintunya terletak diatas tanah, tidak seperti sekarang yang pintunya terletak agak tinggi. Namun ketika Renovasi Ka’bah akibat bencana banjir pada saat Rasulallah saw berusia 30 tahun dan sebelum diangkat menjadi rasul, karena merenovasi ka’bah sebagai bangunan suci harus menggunakan harta yang halal dan bersih, sehingga pada saat itu terjadi kekurangan biaya. Maka bangunan ka’bah dibuat hanya satu pintu serta ada bagian ka’bah yang tidak dimasukkan ke dalam bangunan ka’bah yang dinamakan Hijir Ismail (lihat foto) yang diberi tanda setengah lingkaran pada salah satu sisi ka’bah. Saat itu pintunya dibuat tinggi letaknya agar hanya pemuka suku Quraisy yang bisa memasukinya. Karena suku Quraisy merupakan suku atau kabilah yang sangat dimuliakan oleh bangsa Arab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="verdana" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="verdana" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/2242728826_f0aac30f8b_m.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-392" src="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/2242728826_f0aac30f8b_m.jpg?w=224&amp;amp;h=162" alt="Pintu Kabah" width="224" height="162" /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;span&gt;&lt;a href="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/2296172602_0ff893dfbf_m.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-393" src="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/2296172602_0ff893dfbf_m.jpg?w=181&amp;amp;h=163" alt="pintu kabah" width="181" height="163" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="verdana" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Pintu Ka’bah tahun 1941                                     Pmtu Ka’bah (Sekarang)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="verdana" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;span&gt;&lt;a href="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/101795975_daf8846975_m.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-394" src="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/101795975_daf8846975_m.jpg?w=212&amp;amp;h=163" alt="rukun yamani" width="212" height="163" /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;span&gt;&lt;a href="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/2241930469_0bdc91b249_m.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-402" src="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/2241930469_0bdc91b249_m.jpg?w=214&amp;amp;h=163" alt="batu fondasi masjid haram" width="214" height="163" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="verdana" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rukun Yamani                                Batu fondasi Haram 852H                             &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="verdana" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="verdana" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Karena agama islam masih baru dan baru saja dikenal, maka Nabi saw mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali ka’bah sehinggas ditulis dalam sebuah hadits perkataan beliau: “Andaikata kaumku bukan baru saja meninggalkan kekafiran, akan Aku turunkan pintu ka’bah dan dibuat dua pintunya serta dimasukkan Hijir Ismail kedalam Ka’bah”, sebagaimana pondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim”. Jadi kalau begitu Hijir Ismail termasuk bagian dari Ka’bah. Makanya dalam bertoaf kita diharuskan mengelilingi Ka’bah dan Hijir Ismail. Hijir Ismail adalah tempat dimana Nabi Ismail as lahir dan diletakan di pangkuan ibunya Hajar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="verdana" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketika masa Abdurahman bin Zubair memerintah daerah Hijaz, bangunan Ka’bah dibuat sebagaimana perkataan Nabi saw atas pondasi Nabi Ibrahim. Namun karena terjadi peperangan dengan Abdul Malik bin Marwan, penguasa daerah Syam, terjadi kebakaran pada Ka’bah akibat tembakan pelontar (Manjaniq) yang dimiliki pasukan Syam. Sehingga Abdul Malik bin Marwan yang kemudian menjadi khalifah, melakukan renovasi kembali Ka’bah berdasarkan bangunan hasil renovasi Rasulallah saw pada usia 30 tahun bukan berdasarkan pondasi yang dibangun Nabi Ibrahim as. Dalam sejarahnya Ka’bah beberapa kali mengalami kerusakan sebagai akibat dari peperangan dan umur bangunan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketika masa pemerintahan khalifah Harun Al Rasyid pada masa kekhalifahan Abbasiyyah, khalifah berencana untuk merenovasi kembali ka’bah sesuai dengan pondasi Nabi Ibrahim dan yang diinginkan Nabi saw. namun segera dicegah oleh salah seorang ulama terkemuka yakni Imam Malik karena dikhawatirkan nanti bangunan suci itu dijadikan masalah khilafiyah oleh penguasa sesudah beliau dan bisa mengakibatkan bongkar pasang Ka’bah. Maka sampai sekarang ini bangunan Ka’bah tetap sesuai dengan renovasi khalifah Abdul Malik bin Marwan sampai sekarang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hajar Aswad&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hajar Aswad merupakan batu yang dalam agama Islam dipercaya berasal dari surga. Yang pertama kali meletakkan Hajar Aswad adalah Nabi Ibrahim as. Dahulu kala batu ini memiliki sinar yang terang dan dapat menerangi seluruh jazirah Arab. Namun semakin lama sinarnya semangkin meredup dan hingga akhirnya sekarang berwarna hitam. Batu ini memiliki aroma wangi yang unik dan ini merupakan wangi alami yang dimilikinya semenjak awal keberadaannya. Dan pada saat ini batu Hajar Aswad tersebut ditaruh di sisi luar Ka’bah sehingga mudah bagi seseorang untuk menciumnya. Adapun mencium Hajar Aswad merupakan sunah Nabi saw. Karena beliau selalu menciumnya setiap saat bertoaf. Dan sunah ini diikuti para sahabat beliau dan Muslimin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;   &lt;span&gt;&lt;a href="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/hajar-aswad2.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-396" src="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/hajar-aswad2.jpg?w=145&amp;amp;h=181" alt="hajar aswad" width="145" height="181" /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;span&gt;&lt;a href="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/hajar-aswad1.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-397" src="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/hajar-aswad1.jpg?w=239&amp;amp;h=179" alt="hajar aswad" width="239" height="179" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;          Hajar Aswad                     Hajar Aswad berikut kerangka&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada awal tahun gajah, Abrahan Alasyram penguasa Yaman yang berasal dari Habsyah atau Ethiopia, membangun gereja besar di Sana’a dan bertujuan untuk menghancurkan Ka’bah, memindahkan Hajar Asswad ke Sana’a agar mengikat bangsa Arab untuk melakukan Haji ke Sana’a. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Abrahah kemudian mengeluarkan perintah ekspedisi penyerangan terhadap Mekkah, dipimpin olehnya dengan pasukan gajah untuk menghancurkan Ka’bah. Beberapa suku Arab menghadang pasukan Abrahah, tetapi pasukan gajah tidak dapat dikalahkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Begitu mereka berada di dekat Mekkah, Abrahah mengirim utusan yang mengatakan kepada penduduk kota Mekkah bahwa mereka tidak akan bertempur dengan mereka jika mereka tidak menghalangi penghancuran Ka’bah. Abdul Muthalib, kepala suku Quraisyi, mengatakan bahwa ia akan mempertahankan hak-hak miliknya, tetapi Allah akan mempertahankan rumah-Nya, Ka’bah, dan ia mundur ke luar kota dengan penduduk Mekkah lainnya. Hari berikutnya, ketika Abrahah bersiap untuk masuk ke dalam kota, terlihat burung-burung yang membawa batu-batu kecil dan melemparkannya ke pasukan Ethiopia; setiap orang yang terkena langsung terbunuh, mereka lari dengan panik dan Abrahah terbunuh dengan mengenaskan. Kejadian ini diabadikan Allah dalam surah Al-Fil&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Makam Ibrahim&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/makam-ibrahim-1.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-398" src="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/makam-ibrahim-1.jpg?w=193&amp;amp;h=141" alt="makam Ibrahim" width="193" height="141" /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;span&gt;   &lt;span&gt;&lt;a href="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/hajar-aswad.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-400" src="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/hajar-aswad.jpg?w=240&amp;amp;h=144" alt="makam ibrahim &amp;amp; hajar aswad" width="240" height="144" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Makam Ibrahim                             Makam Ibrahim            Hajar Aswad&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Makam Ibrahim bukan kuburan Nabi Ibrahim sebagaimana banyak orang berpendapat. Makam Ibrahim merupakan bangunan kecil terletak di sebelah timur Ka’bah. Di dalam bangunan tersebut terdapat batu yang diturunkan oleh Allah dari surga bersama-sama dengan Hajar Aswad. Di atas batu itu Nabi Ibrahim berdiri di saat beliau membangun Ka’bah bersama sama puteranya Nabi Ismail. Dari zaman dahulu batu itu sangat terpelihara, dan sekarang ini sudah ditutup dengan kaca berbentuk kubbah kecil. Bekas kedua tapak kaki Nabi Ibrahim yang panjangnya 27 cm, lebarnya 14 cm dan dalamnya 10 cm masih nampak dan jelas dilihat orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Multazam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/2442117009_cb4707517f_m.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-401" src="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/06/2442117009_cb4707517f_m.jpg?w=240&amp;amp;h=180" alt="multazam" width="240" height="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Multazam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Multazam terletak antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah berjarak kurang lebih 2 meter. Dinamakan Multazam karena dilazimkan bagi setiap muslim untuk berdoa di tempat itu. Setiap doa dibacakan di tempat itu sangat diijabah atau dikabulkan. Maka disunahkan berdoa sambil menempelkan tangan, dada dan pipi ke Multazam sesuai dengan hadist Nabi saw yang diriwayatkan sunan Ibnu Majah dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Terakhir, saya sangat berharap semoga artikel “Ka’bah” ini bisa membawa manfaat, menyejukan hati dan menambah semangat kita dalam mengenal dan mencintai rumah Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Walallahua’lam &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: right; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hasan Husen Assagaf &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-6357056598480204415?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/6357056598480204415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/01/foto-dan-sejarah-kabah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/6357056598480204415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/6357056598480204415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2009/01/foto-dan-sejarah-kabah.html' title='Foto Dan Sejarah Ka’bah'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-4507341992588751033</id><published>2008-12-29T08:47:00.001+09:00</published><updated>2009-11-23T16:28:08.502+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wahyu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarikh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hubbu_Rosul_saww'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasul'/><title type='text'>Kehidupan Rosulullah saww Sebelum Diutus</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Muhammad &lt;em&gt;Sholallahu 'Alaihi wa Salam&lt;/em&gt; dilahirkan di Makkah Al Mukarramah pada hari Senin tanggal 12 Rabi'ul Awwal tahun 571 M. Tahun tersebut adalah tahun ketika Abrahah Al Habsyi berusaha menghancurkan Ka'bah. Maka Allah menghancurkan Abrahah (dan tentaranya). Hal tersebut disebutkan di dalam surat Al Fiil.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Ayah beliau adalah Abdullah bin Abdil Muthallib bin Hasyim bin Abdi Manaf. Ia meninggal sebelum Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Salam dilahirkan. Oleh karena itu beliau dilahirkan dalam keadaan yatim.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Ibu beliau adalah Aminah bintu Wahb bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah. Setelah ibunya melahirkan, ia mengirim beliau kepada kakeknya. Ibunya memberikan kabar gembira kepada sang kakek dengan kelahiran cucunya. Maka kakeknya datang dengan menggendong-nya. Sang kakek memasuki Ka'bah bersama beliau. Kakeknya berdoa bagi beliau dan menamai beliau Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah &lt;em&gt;&lt;u&gt;'Azza wa Jalla&lt;/u&gt;&lt;/em&gt; berfirman: &lt;em&gt;"Dan (aku) memberikan kabar gembira dengan seorang rasul yang datang sesudahku yang bernama Ahmad (Muhammad).&lt;/em&gt;" (&lt;strong&gt;QS. Ash Shaff: 6&lt;/strong&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasab beliau dari sisi ayah adalah: Muhammad bin Abdillah bin Abdil Muthallib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ai bin ghalib bin Fihr bin Malik bin AnNadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nazzar bin Ma'ad bin Adnan. Adnan termasuk keturunan Ismail bin Ibrahim 'Alaihimussallam. Nasab ayah Nabi &lt;em&gt;Sholallahu 'Alaihi wa Salam&lt;/em&gt; bertemu dengan nasab ibu beliau pada Kilab bin Murrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Masa Penyusuan Nabi &lt;em&gt;Sholallahu 'Alaihi wa Salam&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di masa itu, orang-orang mulia suku Quraisy mempunyai sebuah kebiasaan untuk menyerahkan anak-anak mereka kepada para ibu susuan yang berasal dari desa (pedalaman). Agar di tahun-tahun pertama kehidupannya sang anak hidup di udara pedalaman yang segar, sehingga badannya menjadi kuat karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Abdul Muthallib mencari ibu susuan bagi Muhammad &lt;em&gt;Sholallahu 'Alaihi wa Salam&lt;/em&gt;. Ketika itu datanglah wanita-wanita dari bani Sa'ad di Makkah. Mereka mencari anak-anak untuk disusui. Di antara mereka adalah Halimah As Sa'diyyah. Semua wanita itu telah mengambil anak untuk disusui kecuali Halimah. Ia tidak menemukan selain Muhammad. Pada mulanya ia enggan mengambil beliau dikarenakan beliau adalah anak yatim tanpa ayah. Namun ia tidak suka kembali tanpa membawa anak susuan. Akhirnya Halimah mengambil beliau karena tidak ada bayi selain beliau untuk disusui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halimah mendapatkan banyak dari barakah Nabi &lt;em&gt;Sholallahu 'Alaihi wa Salam&lt;/em&gt; selama menyusui beliau. Nabi &lt;em&gt;Sholallahu 'Alaihi wa Salam&lt;/em&gt; menetap di Bani Sa'ad selama dua tahun, selama masa penyusuan. Kemudian Halimah membawanya ke Makkah. Ia membawanya kepada ibu beliau, Halimah meminta, agar beliau bisa tinggal bersamanya lebih lama lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah &lt;em&gt;Sholallahu 'Alaihi wa Salam&lt;/em&gt; mencapai usia lima tahun. Di usia itu terjadi peristiwa pembelahan dada beliau. Jibril datang kepada Muhammad &lt;em&gt;Sholallahu 'Alaihi wa Salam&lt;/em&gt;. Ketika itu beliau tengah bermain-main bersama anak-anak lain. Jibril mengambil beliau kemudian melemparkannya ke tanah. Ia mengambil jantung beliau. Ia mengeluarkan segumpal darah dari jantung tersebut. Kemudian ia berkata: "Ini adalah bagian syaithan dari dirimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia mencucinya dalam baskom emas dengan air zam-zam. Kemudian Jibril mengembalikan jantung itu seperti semula. Anas &lt;em&gt;Radhiyallahu'anhu&lt;/em&gt;, perawi hadits ini mengatakan: "Sungguh aku telah melihat bekas sobekan di dada beliau." ­­&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kemudian Halimah mengetahui kejadian ini. Ia pun mengkhawatirkan keselamatan beliau. Sehingga ia mengembalikan beliau kepada sang ibu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Meninggalnya Ibu Rasulullah &lt;em&gt;Sholallahu 'Alaihi wa Salam&lt;/em&gt; dan Pengasuhan Sang Kakek&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah &lt;em&gt;Sholallahu 'Alaihi wa Salam&lt;/em&gt; dikembalikan oleh Halimah. Beliau pun tinggal bersama sang ibu. Ketika beliau mencapai usia enam tahun, Aminah membawanya ke Yatsrib. Mereka menunjungi paman-paman beliau. Mereka adalah saudara Aminah dari Bani An Najjar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aminah pergi bersama Ummu Aiman, pengasuh Nabi &lt;em&gt;Sholallahu 'Alaihi wa Salam&lt;/em&gt;. Di perjalanan pulang dari Yatsrib, ibu beliau meninggal. Ia meninggal di suatu tempat yang disebut Al Abwa'. Al Abwa' berada di antara Makkah dan Madinah. Maka Ummu Aiman kembali ke Makkah bersama beliau. Kemudian beliau diasuh oleh sang kakek Abdul Muthallib.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Muqarrar al-Mustawa Ats Tsalits fis Siratin Nabawiyyah—Syu'bah Ta'lim al-Lughah al-'Arabiyyah al-Jami'ah al-Islamiyyah, Madinah  &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-4507341992588751033?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/4507341992588751033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2008/12/kehidupan-rasulullah-sebelum-diutus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/4507341992588751033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/4507341992588751033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2008/12/kehidupan-rasulullah-sebelum-diutus.html' title='Kehidupan Rosulullah saww Sebelum Diutus'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-5425467040840031315</id><published>2008-12-04T05:16:00.000+09:00</published><updated>2008-12-04T05:18:03.109+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sirah_nabawiyah'/><title type='text'>Nabi Danial a.s. Dengan Singa</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Suatu saat, Raja Bukhatnezar datang ke Baitul Maqdis dari negeri Syam. Dia membunuh orang-orang Bani Israil dan merebut secara paksa kota Baitul Maqdis serta menawan ramai orang dari mereka. Di antara mereka yang ditawan adalah Nabi Danial a.s. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; Sebelumnya, Raja ini didatangi oleh para ahli nujum (peramal) dan orang-orang cendekiawan saat itu. Mereka semua mengatakan, 'pada malam ini dan ini akan dilahirkan seorang bayi yang nantinya akan menghinakan dan menghancurkan kerajaanmu.' Maka Raja itu berjanji dan bersumpah, 'Demi Allah, tak ada seorang bayi pun yang lahir pada malam itu kecuali akan aku bunuh,' Di antara bayi-bayi yang lahir saat itu, hanya bayi Danial saja yang tidak dibunuh, tetapi dibuang ke hutan yang terdapat singa di dalamnya. Bayi Danial hanya sempat dijilat-jilat oleh seekor singa beserta anaknya dan tidak menyakitinya, sampai akhirnya datanglah ibunya. Saat dua binatang itu menjilatinya, maka Allah s.w.t. menyelamatkannya. Para cendekiawan daerah itu mengatakan, bahawa akhirnya Danial mengukir gambar dia beserta dua singa itu yang sedang menjilatinya, di atas batu cincinnya agar senantiasa tidak lupa akan nikmat Allah s.w.t. itu. (HR. Ibnu Abid-Dunya dengan sanad hasan). &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Dalam redaksi riwayat lain disebutkan: &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; Ada seorang Nabi pada masa Bani Israil, jauh setelah Nabi Musa a.s. meninggal dunia, namanya Danial a.s. Dia didustakan oleh kaumnya. Bahkan akhirnya dia diciduk oleh raja yang berkuasa saat itu dan dilemparkan ke kandang seekor singa yang sudah dilaparkan. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; Setelah Allah s.w.t. melihat, betapa besar perasaan tawakkalnya, juga kesabarannya, hanya kerana mengharap keridhaanNya, maka Allah mencegah mulut-mulut singa itu untuk memakannya. Bahkan sampai Danial berdiri di atas kedua kakinya di hadapan singa yang sudah tunduk dan tidak lagi membahayakan. Kemudian Allah mengirim Irmiya dari Syam sehingga Danial dapat keluar dari masalah ini dan menumpas orang yang ingin membinasakannya'. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; Dari Abdullah bin Abil Hudail, dia berkata: "Bukhtanashar telah melatih dua singa untuk berburu dan meletakkannya di dalam kandang. Kemudian dia menggiring Danial dan melemparkannya pada binatang tersebut. Tetapi singa itu tidak mengganggunya sama sekali. Danial pun, dengan izin Allah, untuk beberapa lama tinggal di dalam kandang. Tiba-tiba -suatu saat- dia ingin makan dan minum seperti lazimnya orang-orang. Maka Allah s.w.t. memerintahkan melalui wahyu kepada Irmiya yang saat itu berada di Syam, untuk menyediakan makanan dan minuman Danial. Maka dia berakta: "Ya Rabbi, aku sekarang berada di tanah suci (Baitul Maqdis), sementara Danial berada di kota Babilon di tanah Iraq." Lalu Allah mewahyukan lagi kepadanya: "Siapkanlah apa yang telah Aku perintahkan kepadamu. Aku akan kirim utusan yang akan membawamu ke sana beserta apa yang kau persiapkan." Akhirnya Irmiya melaksanakan perintah tersebut dan Allah mengirim utusan yang membawanya serta makanan yang dipersiapkannya. Sesampainya di depan gerbang kandang singa; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Danial berkata: "Siapa ini?"&lt;br /&gt;Irmiya: "Aku Irmiya."&lt;br /&gt;Danial: "Kenapa kau datang ke mari?"&lt;br /&gt;Irmiya: "Aku diutus oleh Tuhanmu untuk menemuimu."&lt;br /&gt;Danial: "Apakah Dia menyebut namaku?"&lt;br /&gt;Irmiya: "Ya."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; Danial: "Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang tidak melupakan orang yang mengingatNya. Segala puji bagi Allah yang kalau ada orang bertawakkal padaNya, maka Dia akan berikan kecukupan padanya. Segala puji bagi Allah yang kalau ada orang yang percaya kepadaNya, tidak akan Dia pasrahkan urusannya pada yang lain. Segala puji bagi Allah yang memberikan keselamatan atas kesabaran. Segala puji bagi Allah yang telah menyingkap kesulitan kita setelah ditimpa musibah. Segala puji bagi Allah, Dialah tempat kepercayaan kami, ketika kami berprasangka buruk atas amalan-amalan kami. Segala puji bagi Allah, Dia tempat harapan kami, ketika semua cara tertutup di hadapan kami." &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-5425467040840031315?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/5425467040840031315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2008/12/nabi-danial-as-dengan-singa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/5425467040840031315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/5425467040840031315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2008/12/nabi-danial-as-dengan-singa.html' title='Nabi Danial a.s. Dengan Singa'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-3412678602164023408</id><published>2008-11-26T02:14:00.002+09:00</published><updated>2009-12-27T22:10:00.350+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='habaib'/><title type='text'>Al Habib Shaleh bin Muhsin Alhamid (Tanggul,Jember)</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SSwzH3F0wDI/AAAAAAAAACQ/b5lJx-J6nOE/s1600-h/Hb.+Sholeh+bin+Muhsin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 246px; height: 299px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SSwzH3F0wDI/AAAAAAAAACQ/b5lJx-J6nOE/s320/Hb.+Sholeh+bin+Muhsin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272645473884487730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Doanya Selalu Terkabul...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Habib yang satu ini doanya sangat terkenal selalu terkabul dan orang yang sangat disegani dan dicintai. Dialah Habib Shaleh bin Muhsin Alhamid, atau yang terkenal dengan panggilan Habib Habib Sholeh Tanggul (Jember).&lt;br /&gt;Doa dari habib yang satu ini memang penuh rasa keikhlasan dan tidak tercampur sedikit pun dengan urusan duniawiyah. Wajarlah, bila setiap doa yang Beliau panjatkan sangat cepat dikabulkan oleh Allah SWT. Beliau lah Al Habib Shaleh bin Muhsin Alhamid atau yang biasa dikenal dengan sebutan Habib Shaleh Tanggul.&lt;br /&gt;Mengenai resep agar doanya cepat terkabul, pernah suatu ketika ada orang bertanya, "Ya, Habib Shaleh. Apa sih kelebihan ibadah Habib Shaleh yang tidak orang lain lakukan, sehingga doa Habib Shaleh cepat terkabul?"&lt;br /&gt;Habib Sholeh menjawab, "Mau tahu rahasianya?"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Saya tidak pernah menaruh pispot di kepala saya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang itu bertanya kembali,"Apa maksudnya ya Habib?" tanya balik orang itu kepada Habib Sholeh.&lt;br /&gt;"Menaruh pispot di kepala mu dalam beribadah. Artinya, janganlah membanggakan dunia. Janganlah bersaranakan dunia dengan beribadah."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dunia kata pujangga adalah permainan, karena itu harus dipermainkan. Jangan kita dipermainkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Contohnya bagaimana ya Habib?"&lt;br /&gt;"Pispot walaupun terbuat dari emas murni yang terbaik di dunia dan bertahtakan intan berlian yang terbaik. Kalau dibuat topi, tetap akan membuat malu," kata Habib Sholeh.&lt;br /&gt;"Maksudnya?"&lt;br /&gt;"Kalau orang mau membanggakan dunia, bermodalkan dunianya. Semisal untuk membanggakan diri tujuannya untuk mencari dunia, lihat saja orang itu akan terjerembab oleh dunia. Karena amal orang itu dipamer-pamerin…," terang Habib Shaleh. Selain itu, kata Habib Shaleh jangan melakukan dosa syirik.&lt;br /&gt;Habib Shaleh bin Muhsin Alhamid sendiri lahir di Korbah, Ba Karman (Wadi Amed) Hadramaut pada tahun 1313 H. Ayahnya adalah Habib Muhsin bin Ahmad yang terkenal dengan sebutan Al-Bakry Alhamid, seorang yang saleh dan wali yang arif dan dicintai serta dihormati oleh masyarakatnya. Banyak orang yang datang kepadanya untuk bertawasul dan memohon doa demi tercapainya segala hajat mereka. Ibundanya seorang wanita shalihah bernama Aisyah dari keluarga Alabud Ba Umar dari Masyayikh Alamudi.&lt;br /&gt;Habib Shaleh memulai mempelajari kitab suci Al-Quran dari seorang guru yang bernama Said Ba Mudhij, di Wadi Amd, yang juga dikenal sebagai orang shaleh yang tiada henti-hentinya berzikir kepada Allah SWT. Sedangkan ilmu fikih dan tasawwuf Beliau pelajari dari ayahnya sendiri, Habib Muhsin Alhamid. Sewaktu kecil Habib Shaleh sebagaimana teman sebayanya, pernah menggembala kambing. Selain itu, ia ternyata mempunyai hobi menembak dengan senapan angin. Bahkan kemampuannya, bisa dikatakan luar biasa, karena ia dikenal sebagai penembak yang jitu.&lt;br /&gt;Pada usia 26 tahun, tepatnya pada bulan keenam tahun 1921 M, dengan ditemani Assyaikh Al-Fadil Assoleh Salim bin Ahmad Al-Asykariy, Habib Sholeh meninggalkan Hadramaut menuju Indonesia. Mereka berdua sempat singgah di Gujarat (India) beberapa waktu, kemudian baru ke Jakarta. Kemudian sepupu beliau, Habib Muhsin bin Abdullah Alhamid, seorang panutan para saadah atau masyarakat, mengajaknya singgah di kediamannya di Lumajang.&lt;br /&gt;Ia menetap di Lumajang untuk beberapa saat. Kemudian pindah ke Tanggul (Jember) dan akhirnya menetap di desa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Da'wah Habib Shaleh kepada masyarakat sekitar diawalinya dengan membangun mushalla di tempat kediamannya. Habib Shaleh Tanggul selalu mengisinya dengan kegiatan Shalat berjemaah dan hizib Al-Quran antara magrib dan isya' di mushalla ini. Beliau juga menggelar pengajian-pengajian yang membahas hal-hal mana yang dilarang oleh agama dan mana yang diwajibkan agama, kepada masyarakat sekitar.&lt;br /&gt;Setiap selesai Shalat Asar, ia membacakan kitab An-Nasaihud Dinniyah, karangan Habib Abdullah Alhaddad, yang diuraikannya ke dalam bahasa keseharian masyarakat sekitar, yakni bahasa Madura.&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian, ia mendapatkan hadiah sebidang tanah dari seorang muhibibn, orang yang mencintai anak-cucu keturunan Nabi Muhammad, yakni H. Abdurrasyid. Tanah ini lalu ia wakafkan. Di atas tanah inilah ia membangun masjid yang diberi nama Riyadus Shalihin. Di masjid ini kegiatan keagamaan semakin semarak. Kegiatan keagamaan, seperti Shalat berjemaah, hizib Al-Quran, serta pembacaan Ratib Hadad, rutin dibaca di antara magrib dan isya'.&lt;br /&gt;Dalam kesehariannya, Beliau selalu melapangkan dada orang-orang yang sedang dalam kesusahan. Sering, bahkan, orang-orang yang sedang dililit utang, Beliau bantu untuk menyelesaikannya. Jika Beliau melihat seorang gadis dan jejaka yang belum kawin, ia dengan segera mencarikan pasangan hidup dengan terlebih dahulu menawarkan seorang calon. Apabila ada kecocokan di antara keduanya, segeralah mereka dinikahkan. Bahkan, sering Habib Shaleh yang membantu biaya perkawinannya. Pernah pula, dalam waktu sehari ia mendamaikan dua atau tiga orang yang bermusuhan.&lt;br /&gt;Wasiat atau ajarannya yang paling terkenal, "Hendaklah setiap kamu menjaga Shalat lima waktu. Jangan pernah tinggalkan Shalat Subuh berjamaah. Muliakan dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua. Jadilah kamu sekalian sebagai rahmat bagi seluruh alam. Berbuat baik jangan pilih kasih, kepada siapa pun dan di mana pun."&lt;br /&gt;Dalam kehidupan kemasyarakatan, Beliau juga terlibat sangat aktif. Antara lain, Habib Shaleh Tanggul juga tercatat sebagai pemberi spirit dengan meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Islam Surabaya. Bahkan Beliau tercatat sebagai kepala penasihat rumah sakit. Beliau juga tercatat sebagai ketua ta'mir Masjid Jami' yang didirikan di kota Jember yang pembangunannya juga dapat diselesaikan dalam waktu singkat berkat doa dan keikutsertaannya dalam peletakan batu pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang wafatnya, tidak menunjukan tanda-tanda apa-apa. Hanya Beliau sering mengatakan kepada keluarganya, "Saya sebentar lagi akan pergi jauh. Yang rukun semua yah, kalau saya pergi jauh jangan ada konflik," kata Habib Shaleh saat di bulan puasa.&lt;br /&gt;Waliyullah yang doanya selalu terkabul itu wafat dengan tenang pada 7 Syawal 1396 H (1976) dengan meninggalkan 6 putra-putri yakni Habib Abdullah (alm), Habib Muhammad (alm), Syarifah Nur (alm), Syarifah Fatimah, Habib Ali dan Syarifah Khadijah. Jenazahnya kemudian dimakamkan di kompleks Riyadus Sholihin, samping rumah beliau di Tanggul, Jember Jawa Timur.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-3412678602164023408?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/3412678602164023408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2008/11/habib-shaleh-bin-muhsin-alhamid.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/3412678602164023408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/3412678602164023408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2008/11/habib-shaleh-bin-muhsin-alhamid.html' title='Al Habib Shaleh bin Muhsin Alhamid (Tanggul,Jember)'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SSwzH3F0wDI/AAAAAAAAACQ/b5lJx-J6nOE/s72-c/Hb.+Sholeh+bin+Muhsin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-6452745910508749678</id><published>2008-11-26T01:19:00.000+09:00</published><updated>2009-02-07T03:36:02.045+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kaligrafi'/><title type='text'>Memperkenalkan Seni Kaligrafi Kerang Mutiara dari Ambon</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Kerajinan Kerang Mutiara Masyarakat Kota Ambon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sejak zaman dulu hingga sekarang ini, negeri kita Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam yang terbesar adalah laut. Salah satu kekayaan laut Indonesia berupa biota yang memiliki keindahan dan sangat berharga yakni &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mutiara&lt;/span&gt; yang beraneka ragam coraknya, terlindungi oleh 2 keping body atau dikenal dengan sebutan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cangkang kerang mutiara &lt;/span&gt;sebagai bahan baku utama dalam pembuatan kerajinan kerang mutiara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus diwilayah Timur, biota ini banyak terdapat di Kepulauan Maluku tepatnya di Pulau Dobo. Pada awalnya masyarakat setempat meperoleh mutiara ini dengan cara menyelam secara tradisional tanpa menggunakan alat penyelam yang aman. Oleh karenanya banyak diantara mereka mengalami gangguan kesehatan (kebanyakan lumpuh total) setelah menginjak usia lanjut. Tapi setelah adanya penelitian oleh ahli Jepang dan didirikannya perusahaan budidaya mutiara di daerah tersebut, maka suadah jarang dari mereka yang menyelam secara tradisional dikarenakan cangkang kerang (yang tidak produktif untuk pembudidayaan) dapat diperoleh pada perusahaan budidaya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kerajinan Kerang Mutiara di kota Ambon&lt;/span&gt; tepatnya di desa Batu Merah sudah berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu secara turun temurun. Kerajinan ini sungguh unik karena selain memiliki nilai seni yang tinggi juga membutuhkan keahlian, ketekunan, keuletan serta kesabaran yang tinggi dari si pengrajin. Bayangkan saja proses pembuatannya hingga menjadi suatu karya seni harus melampui proses pembersihan cangkang kerang, penggambaran model, pemindahan model pada cangkang, penggergajian cangkang, kemudian pembentukan wadah, pembersihan permukaan model dan penempelan model pada wadah. Yang kesemua tahapan proses ini dikerjakan oleh seorang pengrajin yang waktunya tergantung dari banyaknya huruf/panjangnya ayat, besarnya ukuran huruf dan tambahan hiasan (khusus kaligrafi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini, kami menampilkan hasil karya seni putra Maluku dalam bentuk kerajinan kaligrafi kerang mutiara untuk dikenal masyarakat luas dalam rangka berpartisipasi menggali kekayaan alam Indonesia khususnya Kepulauan Maluku. Semoga hasil karya seni kaligrafi kerang mutiara yang dipersembahkan oleh putra Maluku ini mendapat apresiasi dari masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berikut ini ditampilkan beberapa contoh hasil kerajinan kerang mutiara yang berupa kaligrafi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;" Kaligrafi ALLAH - MUHAMMAD "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SSww4RATsTI/AAAAAAAAABY/b9PgyI6BrXY/s1600-h/IMG_3449.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SSww4RATsTI/AAAAAAAAABY/b9PgyI6BrXY/s400/IMG_3449.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272643006939509042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;" Kaligrafi Asma'ul Husna "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SSww5R4h-XI/AAAAAAAAAB4/mofZBXflA1g/s1600-h/IMG_3456.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SSww5R4h-XI/AAAAAAAAAB4/mofZBXflA1g/s400/IMG_3456.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272643024355195250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Rangkaian tulisan kaligrafi Asma'ul Husna, sejumlah 99 Nama ALLAH yang disusun kaligrafis berbentuk lingkaran simetris yang dipadukan dengan bubuk kulit kerang mutiara serta didukung oleh model profil frame yang unik dan kokoh seakan memperindah karya seni kaligrafi ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;" Kaligrafi Ayat Kursi "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SSww42QvycI/AAAAAAAAABo/wOsKWfC017c/s1600-h/IMG_3451.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 190px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SSww42QvycI/AAAAAAAAABo/wOsKWfC017c/s400/IMG_3451.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272643016940571074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SSww5DoTz2I/AAAAAAAAABw/0YqqHJ24LOo/s1600-h/IMG_3455.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 330px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SSww5DoTz2I/AAAAAAAAABw/0YqqHJ24LOo/s400/IMG_3455.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272643020529061730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Proses penyusunan rangkaian-rangkaian hiasan bunga pala cengkih yang mengapit setiap tulisan kaligrafi Ayat Kursi ini, yang mana proses pengerjaanya sedemikian rumit seakan memerlukan ketabahan, ketekunan dan keuletan si pembuatnya. Suatu karya seni kaligrafi yang terbilang unik dan bernilai tinggi karya putra Maluku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;" Kaligrafi Surah Al Ikhlash "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SSww4rus2TI/AAAAAAAAABg/fBdVWte8ziY/s1600-h/IMG_3450.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SSww4rus2TI/AAAAAAAAABg/fBdVWte8ziY/s400/IMG_3450.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272643014113417522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SSwyOc3shpI/AAAAAAAAACI/yfPqiPxmkXM/s1600-h/IMG_3458.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SSwyOc3shpI/AAAAAAAAACI/yfPqiPxmkXM/s400/IMG_3458.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272644487593363090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SSwyOAg3ZFI/AAAAAAAAACA/RnOoCUVK8SE/s1600-h/IMG_3457.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SSwyOAg3ZFI/AAAAAAAAACA/RnOoCUVK8SE/s400/IMG_3457.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272644479981413458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;(Untuk melihat foto secara jelas, silahkan klik pada foto yang diinginkan)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-6452745910508749678?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/6452745910508749678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2008/11/memperkenalkan-seni-kaligrafi-kerang.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/6452745910508749678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/6452745910508749678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2008/11/memperkenalkan-seni-kaligrafi-kerang.html' title='Memperkenalkan Seni Kaligrafi Kerang Mutiara dari Ambon'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/SSww4RATsTI/AAAAAAAAABY/b9PgyI6BrXY/s72-c/IMG_3449.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-5070027447376051386</id><published>2008-11-24T02:48:00.000+09:00</published><updated>2008-11-24T02:54:02.107+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ratibhaddad'/><title type='text'>Ratib Al-Haddad</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; margin-top: 6pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;margin-top:6pt;" dir="rtl"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; margin-top: 6pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;margin-top:6pt;" dir="rtl"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; margin-top: 6pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;margin-top:6pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 24pt;" mce_style="font-size:24pt;"&gt;Ratib &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 24pt;" mce_style="font-size:24pt;"&gt;Al-Haddad&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; margin-top: 6pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;margin-top:6pt;" dir="rtl"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; margin-top: 6pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;margin-top:6pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;Susunan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 24pt;"&gt;الإمام القطب عبد الله بن علوي الحداد&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;" dir="rtl"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;Al-Imam Al-Qutub&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt; Abdullah bin &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;Alawi Al-Haddad&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Ratib Al-Haddad&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family:Arial;" &gt;Ratib Al-Haddad ini mengambil nama sempena nama penyusunnya, iaitu Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad, seorang pembaharu Islam (mujaddid) yang terkenal. Daripada doa-doa dan zikir-zikir karangan beliau, Ratib Al-Haddad lah yang paling terkenal dan masyhur. Ratib yang bergelar Al-Ratib Al-Syahir (Ratib Yang Termasyhur) disusun berdasarkan inspirasi, pada malam Lailatul Qadar 27 Ramadhan 1071 Hijriyah (bersamaan 26 Mei 1661).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family:Arial;" &gt;Ratib ini disusun bagi menunaikan permintaan salah seorang murid beliau, ‘Amir dari keluarga Bani Sa’d yang tinggal di sebuah kampung di Shibam, Hadhramaut. Tujuan ‘Amir membuat permintaan tersebut ialah bagi mengadakan suatu wirid dan zikir untuk amalan penduduk kampungnya agar mereka dapat mempertahan dan menyelamatkan diri daripada ajaran sesat yang sedang melanda Hadhramaut ketika itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family:Arial;" &gt;Pertama kalinya Ratib ini dibaca ialah di kampung ‘Amir sendiri, iaitu di kota Shibam setelah mendapat izin dan ijazah daripada Al-Imam Abdullah Al-Haddad sendiri. Selepas itu Ratib ini dibaca di Masjid Al-Imam Al-Haddad di Al-Hawi, Tarim dalam tahun 1072 Hijriah bersamaan tahun 1661 Masehi. Pada kebiasaannya ratib ini dibaca berjamaah bersama doa dan nafalnya, setelah solat Isya’. Pada bulan Ramadhan ia dibaca sebelum solat Isya’ bagi mengelakkan kesempitan waktu untuk menunaikan solat Tarawih. Mengikut Imam Al-Haddad di kawasan-kawasan di mana Ratib al-Haddad ini diamalkan, dengan izin Allah kawasan-kawasan tersebut selamat dipertahankan daripada pengaruh sesat tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family:Arial;" &gt;Apabila Imam Al-Haddad berangkat menunaikan ibadah Haji, Ratib Al-Haddad pun mula dibaca di Makkah dan Madinah. Sehingga hari ini Ratib berkenaan dibaca setiap malam di Bab al-Safa di Makkah dan Bab al-Rahmah di Madinah. Habib Ahmad bin Zain Al-Habsyi pernah menyatakan bahawa sesiapa yang membaca Ratib Al-Haddad dengan penuh keyakinan dan iman dengan terus membaca &lt;i&gt;“ La ilaha illallah”&lt;/i&gt; hingga seratus kali (walaupun pada kebiasaannya dibaca lima puluh kali), ia mungkin dikurniakan dengan pengalaman yang di luar dugaannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family:Arial;" &gt;Beberapa kebezaan boleh didapati di dalam beberapa cetakan ratib Haddad ini terutama selepas Fatihah yang terakhir. Beberapa doa ditambah oleh pembacanya. Al Marhum Al-Habib Ahmad Masyhur bin Taha Al-Haddad memberi ijazah untuk membaca Ratib ini dan menyarankannya dibaca pada masa–masa yang lain daripada yang tersebut di atas juga di masa keperluan dan kesulitan. Mudah-mudahan sesiapa yang membaca ratib ini diselamatkan Allah daripada bahaya dan kesusahan. Ameen. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;font-family:Arial;" &gt;Ketahuilah bahawa setiap ayat, doa, dan nama Allah yang disebutkan di dalam ratib ini telah dipetik daripada Al-Quran dan hadith Rasulullah S.A.W.  Terjemahan yang dibuat di dalam ratib ini, adalah secara ringkas. Bilangan bacaan setiap doa dibuat sebanyak tiga kali, kerana ia adalah bilangan ganjil (witir). Ini ialah berdasarkan saranan Imam Al-Haddad sendiri. Beliau menyusun zikir-zikir yang pendek yang dibaca berulang kali, dan dengan itu memudahkan pembacanya. Zikir yang pendek ini, jika dibuat selalu secara istiqamah, adalah lebih baik daripada zikir panjang yang dibuat secara berkala&lt;a href="http://www.alhawi.net/ratib_al.htm#_ftn1" mce_href="http://www.alhawi.net/ratib_al.htm#_ftn1"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Ratib ini berbeda daripada ratib-ratib yang lain susunan Imam Al-Haddad kerana ratib Al-Haddad ini disusun untuk dibaca lazimnya oleh kumpulan atau jamaah. Semoga usaha kami ini diberkahi Allah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; margin-top: 6pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;margin-top:6pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 22pt;"&gt;الراتب الشهير &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 3.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: center; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;margin:6pt 3.25pt .0001pt 0cm;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 22pt;"&gt;للحبيب عبد الله بن علوي الحداد&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; margin-top: 6pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;margin-top:6pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; margin-top: 6pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;margin-top:6pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;font-family:Arial;" &gt;Ratib Al Haddad&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; margin-top: 6pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;margin-top:6pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; margin-top: 6pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;margin-top:6pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Moga-moga Allah merahmatinya [&lt;i&gt;Rahimahu Allahu Ta’ala&lt;/i&gt;] &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: center; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;margin:6pt 0cm .0001pt 36pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;يقول القارئ: الفَاتِحَة إِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;وَشَفِيعِنَا وَنَبِيِّنَا وَمَوْلانَا مُحَمَّد صلى الله عليه &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;وسلم - الفاتحة- &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Bacalah Al-Fatihah kepada ketua, penyshafaat, nabi dan penolong kita Muhammad s.a.w &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 0cm .0001pt 36pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt; اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّالْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;يَوْمِ الدِّيْنِ إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;الصِّرَاطَالْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;آمِيْنِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.25pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Segala puji bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbir sekalian alam. Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. Yang Menguasai hari Pembalasan (hari Akhirat). Engkaulah sahaja (Ya Allah) Yang Kami sembah, dan kepada Engkaulah sahaja kami memohon pertolongan. Tunjuklah kami jalan yang lurus. Iaitu jalan orang-orang yang Engkau telah kurniakan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) orang-orang yang Engkau telah murkai, dan bukan pula (jalan) orang-orang yang sesat.&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Diriwayatkan oleh Abu Sa’id ibn al-Mu’lla r.a.:  “Sukakah kamu jika aku ajarkan sebuah Surah yang belum pernah diturun dahulunya, baik dalam Injil mahupun Zabur dan Taurat? Ia adalah Al-Fatihah.Surah 15 Al-Hijr : Ayat 87: “Dan sesungguhnya Kami telah memberi kepadamu (wahai Muhammad) tujuh ayat yang diulang-ulang bacaannya dan seluruh Al-Quran yang amat besar kemuliaan dan faedahnya.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.25pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -18pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-18pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt; اَللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -18pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-18pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt; وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّموَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَنْ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -18pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-18pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -18pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-18pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ  وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -18pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-18pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -18pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-18pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ العَلِيُّ العَظِيْمُ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -18pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-18pt;" dir="rtl"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Allah, tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Tetap hidup, Yang Kekal selama-lamanya. Yang tidak mengantuk usahkan tidur. Yang memiliki segala yang ada di langit dan di bumi. Tiada sesiapa yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya melainkan dengan izin-Nya. Yang mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki. Luasnya Kursi Allah meliputi langit dan bumi; dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah menjaga serta memelihara keduanya. Dan Dialah Yang Maha Tinggi, lagi Maha Besar. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;(Surah 2 al-Baqarah Ayat 255 Ayat-al-Kursi). Ayatul Kursi ini mengandungi khasiat yang besar. Terdapat 99 buah hadith yang menerangkan fadhilahnya. Di antaranya ialah untuk menolak syaitan, benteng pertahanan, melapangkan fikiran dan menambahkan iman. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 36pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 36pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;آمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّه وَالْمُؤْمِنُوْنَ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;كُلٌّ آمَنَ بِاللهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْناَ وَأَطَعْناَ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;غُفْراَنَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;3. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Rasulullah telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, dan juga orang-orang yang beriman; semuanya beriman kepada Allah, dan Malaikat-malaikatNya, dan Kitab-kitabNya, dan Rasul-rasulNya. (Katakan): “Kami tidak membezakan antara seorang rasul dengan rasul-rasul yang lain".  Mereka berkata lagi: Kami dengar dan kami taat (kami pohonkan) keampunanMu wahai Tuhan kami, dan kepadaMu jualah tempat kembali” &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;(Surah 2: Al Baqarah Ayat 285)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Diriwayatkan daripada Abu Mas'ud al-Badri r.a katanya: Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Dua ayat terakhir dari surah al-Baqarah, memadai kepada seseorang yang membacanya pada malam hari sebagai pelindung dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;لاََ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt; يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَآ إِنْ نَسِيْنَآ أَوْ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ  قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ  تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنآ أَنْتَ مَوْلاَنَا &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;فَانْصُرْناَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: left; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:left;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;&lt;b&gt;4&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala atas kebaikan yang diusahakannya, dan ia juga menanggung dosa atas kejahatan yang diusahakannya. (Mereka berdoa dengan berkata): "Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami ! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;(Surah 2: al-Baqarah  Ayat 286) &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Dari Muslim, diriwayatkan daripada Abdullah ibn Abbas r.a.: Apabila Jibril sedang duduk dengan Rasulullah s.a.w., dia mendengar bunyi pintu di atasnya. Dia mengangkat kepalanya lalu berkata: “Ini ialah bunyi sebuah pintu di syurga yang tidak pernah dibuka.” Lalu satu malaikat pun turun, dan Jibril berkata lagi, “Ia malaikat yang tidak pernah turun ke bumi” Malaikat itu memberi salam lalu berkata, “Bersyukurlah atas dua cahaya yang diberi kepadamu yang tidak pernah diberi kepada rasul-rasul sebelummu-“Fatihat al-Kitab dan ayat penghabisan Surah al-Baqarah”. Kamu akan mendapat manfaat setiap kali kamu membacanya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 21.6pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 21.6pt .0001pt 36pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 21.6pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 21.6pt .0001pt 36pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 17.5pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -17.5pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 17.5pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-17.5pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;5. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 17.5pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -17.5pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 17.5pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-17.5pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 17.5pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -17.5pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 17.5pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-17.5pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;قَدِيرٌ.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;3X&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.25pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.25pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;5.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Tiada Tuhan Melainkan Allah, Yang satu dan tiada sekutu bagi- Nya. Bagi-Nya segala kekuasaan, dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia sangat berkuasa atas segala sesuatu  (3X) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;&lt;i&gt;Dari Bukhari, Muslim dan Malik, diriwayatkan daripada Abu Hurairah; Rasulullah s.a.w berkata, “Sesiapa membaca ayat ini seratus kali sehari, pahalanya seperti memerdekakan sepuluh orang hamba, Seratus kebajikan dituliskan untuknya dan seratus keburukan dibuang darinya, dan menjadi benteng dari gangguan syaitan sepanjang hari.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.25pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.25pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;" dir="rtl"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;" dir="rtl"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;6. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;سٌبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اْللهُ وَاللهُ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;اَكْبَرُ. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;3X&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;6.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Tuhan Yang Maha Besar. (3X)&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;. Dari Muslim, diriwayatkan oleh Samurah ibn Jundah: Rasulullah s.a.w bersabda: Zikir-zikir yang paling dekat di sisi Allah adalah empat, iaitu tasbih, takbir, tahmid dan tahlil, tidak berbeza yang mana aturannya apabila engkau berzikirullah.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 21.25pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 0cm .0001pt 21.25pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;7. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحاَنَ اللهِ الْعَظِيْمِ. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 21.25pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 0cm .0001pt 21.25pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;(3X)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;7.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Maha suci Allah segala puji khusus bagi-Nya, Maha suci Allah Yang Maha Agung. (3X) &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;. Dari Bukhari, diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a.: Rasulullah s.a.w. bersabda:  Dua zikir yang mudah di atas lidah tetapi berat pahalanya dan disukai oleh Allah ialah: 'SubhanAllah al-Azim dan 'SubhanAllah wa bihamdihi.'” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;8. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;الرَّحِيْمُ. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;3X&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.25pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.25pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;8.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Ya Allah ampunlah dosaku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang. (3X) &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Surah 4: An-Nisa’; Ayat 106: “Dan hendaklah engkau memohon ampun kepada Allah; kerana sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.25pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.25pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-left:21.25pt;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-left:21.25pt;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;9. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;وَسَلِّمْ. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;(3X)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;9.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Ya Allah, cucurkan selawat ke atas Muhammad, Ya Allah, cucurkan selawat ke atasnya dan kesejahteraan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Mu.(3X). &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Surah 33; Al-Ahzab, Ayat 56: Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat ke atas Nabi; wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam dengan penghormatan yang sepenuhnya. Dari Muslim, diriwayatkan daripada Abdullah bin Amr: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesiapa berselawat kepadaku sekali, Allah akan bersehalawat kepadanya sepuluh kali. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;10. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّاتِ مِنْ شَرِّمَا خَلَقَ. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;3X&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;10.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya. (3X)&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;. Dari Abu Dawud dan Tirmidhi, Rasulullah s.a.w. bersabda:  “Sesiapa yang membaca doa ini tiga kali, tiada apa-apa malapetaka akan terjatuh atasnya.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:right;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;11. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;بِسْـمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُـرُّ مَعَ اسْـمِهِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:right;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي الْسَّمَـآءِ وَهُوَ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:right;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;الْسَّمِيْـعُ الْعَلِيْـمُ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:right;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;(3x)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;11.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tiada suatu pun, baik di bumi mahupun di langit dapat memberi bencana, dan Dia Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui. (3X) &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Dari Ibn Hibban; Nabi Muhammad s.a.w bersabda: “Hamba-hamba Allah yang membaca doa ini pada waktu pagi dan petang tiga kali, tiada apa jua kesakitan akan dialaminya.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 21.6pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 21.6pt .0001pt 36pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 21.6pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 21.6pt .0001pt 36pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;12. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;رَضِيْنَـا بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْـلاَمِ دِيْنـًا وَبِمُحَمَّدٍ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;نَبِيّـًا. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;3X&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;12.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Kami redha Allah sebagai Tuhan kami, Islam sebagai Agama kami dan Muhammad sebagai Nabi kami.(3X) &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Surah 3: Ali-Imran Ayat 19: Sesungguhnya agama (yang benar dan diredai) di sisi Allah ialah Islam. Dari Abu Daud dan Tirmidzi; Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: “Sesiapa membaca ayat ini di pagi dan petang hari akan masuk ke syurga.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 21.6pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 21.6pt .0001pt 36pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 21.6pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 21.6pt .0001pt 36pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;13. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَالْخَيْرُ وَالشَّـرُّ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;بِمَشِيْئَـةِ اللهِ. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;3X&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;13.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Dengan Nama Allah, segala pujian bagi-Nya, dan segala kebaikan dan kejahatan adalah kehendak Allah. (3X)&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Diriwayatkah oleh Abu Hurairah: Rasulullah s.a.w. bersabda: Wahai Abu Hurairah, bila kamu keluar negeri untuk berniaga, bacakan ayat ini supaya ia membawa kamu ke jalan yang benar.  Dan setiap perbuatan mesti bermula dengan ‘Bismillah’ dan penutupnya ialah “Alhamdulillah”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 21.6pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 21.6pt .0001pt 36pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 21.6pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 21.6pt .0001pt 36pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;14. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;آمَنَّا بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ تُبْناَ إِلَى اللهِ باَطِناً &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;وَظَاهِرًا. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;3X&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;14.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Kami beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, dan kami bertaubat kepada Allah batin dan zahir. (3X)&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;. Surah at-Tahrim Ayat 8: Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan “Taubat Nasuha”. Diriwayatkan oleh Ibn Majah: Rasulullah bersabda: Orang yang bertaubat itu adalah kekasih Allah. Dan orang yang bertaubat itu ialah seumpama orang yang tiada apa-apa dosa.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 21.6pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 21.6pt .0001pt 36pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 21.6pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 21.6pt .0001pt 36pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;15. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;يَا رَبَّنَا وَاعْفُ عَنَّا وَامْحُ الَّذِيْ كَانَ مِنَّا. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;3X&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;15.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Ya Tuhan kami, maafkan kami dan hapuskanlah apa-apa (dosa) yang ada pada kami.(3X)&lt;i&gt;. Dari Tirmidhi dan Ibn Majah: Rasulullah s.a.w. berada di atas mimbar dan menangis lalu beliau bersabda: Mintalah kemaafan dan kesihatan daripada Allah, sebab setelah kita yakin, tiada apa lagi yang lebih baik daripada kesehatan. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Surah 4: An-Nisa’: Ayat 106: “Dan hendaklah engkau memohon keampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 21.6pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 21.6pt .0001pt 36pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 21.6pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 21.6pt .0001pt 36pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;16. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;ياَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْراَمِ أَمِتْناَ عَلَى دِيْنِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;الإِسْلاَمِ. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;7X&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;16.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Wahai Tuhan yang mempunyai sifat Keagungan dan sifat Pemurah, matikanlah kami dalam agama Islam . (7X)&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;. Dan dari Tirmidhi, Rasulullah s.a.w. menyatakan di dalam sebuah hadith bahawasanya sesiapa yang berdoa dengan nama-nama Allah dan penuh keyakinan, doa itu pasti dikabulkan Allah. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 21.6pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 21.6pt .0001pt 36pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 21.25pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 0cm .0001pt 21.25pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;17. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;ياَ قَوِيُّ ياَ مَتِيْـنُ  إَكْفِ شَرَّ الظَّالِمِيْـنَ. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 21.25pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 0cm .0001pt 21.25pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;3X&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;17.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Wahai Tuhan yang Maha Kuat lagi Maha Gagah, hindarkanlah kami dari kejahatan orang-orang yang zalim. (3X)&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Merujuk hadith Rasulullah s.a.w, sesiapa yang tidak boleh mengalahkan musuhnya, dan mengulangi Nama ini dengan niat tidak mahu dicederakan akan bebas dari dicederakan musuhnya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;18. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;أَصْلَحَ اللهُ أُمُوْرَ الْمُسْلِمِيْنَ صَرَفَ اللهُ شَرَّ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;الْمُؤْذِيْنَ. (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;3X&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;18.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Semoga Allah memperbaiki urusan kaum muslimim dan menghindarkan mereka dari kejahatan orang-orang yang suka menggangu.   (3&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;X&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Diriwayatkan oleh Abu Darda’ bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tiada seorang mukmin pun yang berdoa untuk kaumnya yang tidak bersamanya, melainkan akan didoakan oleh Malaikat, “Sama juga untukmu”. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;19. يـَا عَلِيُّ   يـَا كَبِيْرُ    يـَا  عَلِيْمُ يـَا قَدِيْرُ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;يـَا سَمِيعُ يـَا بَصِيْرُ يـَا لَطِيْفُ  يـَا خَبِيْرُ.    (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;3X&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;19.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Wahai Tuhan Yang Maha Mulia, lagi Maha Besar, Yang Maha Mengetahui lagi Sentiasa Sanggup, Yang Maha Mendengar lagi Melihat. Yang Maha Lemah-Lembut lagi Maha Mengetahui. (3X) &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;. Surah 17: Al Israil: Ayat 110: “Katakanlah (wahai Muhammad): "Serulah nama “Allah” atau “Ar-Rahman”, yang mana sahaja kamu serukan; kerana Allah mempunyai banyak nama yang baik serta mulia. Dan janganlah engkau nyaringkan bacaan doa atau sembahyangmu, juga janganlah engkau perlahankannya, dan gunakanlah sahaja satu cara yang sederhana antara itu.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;" &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;20. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;ياَ فَارِجَ الهَمِّ يَا كَاشِفَ الغَّمِّ يَا مَنْ لِعَبْدِهِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;يَغْفِرُ وَيَرْحَمُ. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;3X&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;20.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Wahai Tuhan yang melegakan dari dukacita, lagi melapangkan dada dari rasa sempit. Wahai Tuhan yang mengampuni dan menyayangi hamba-hamba&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Nya.(3&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;X&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;)&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;. Dari Abu Dawud, diriwayatkan daripada Anas ibn Malik: “Ketika saya bersama Rasulullah s.a.w., ada seseorang berdoa, “Ya Allah saya meminta kerana segala pujian ialah untuk-Mu dan tiada Tuhan melainkan-Mu, Kamulah yang Pemberi Rahmat dan yang Pengampun, Permulaan Dunia dan Akhirat, Maharaja Teragung, Yang Hidup dan Yang Tersendiri”. Rasulullah s.a.w. bersabda: “Dia berdoa kepada Allah menggunakan sebaik-baik nama-nama-Nya, Allah akan memakbulkannya kerana apabila diminta dengan nama-nama-Nya Allah akan memberi. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;21. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;أَسْتَغْفِرُ اللهَ رَبَّ الْبَرَايَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنَ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;الْخَطَاياَ.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;(4&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;X&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;21.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Aku &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;mohon &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;ke&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;ampunan Allah Tuhan Pencipta sekalian makhluk, aku &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;mohon keampunan Allah dari sekalian kesalahan. (4&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;X&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;) &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;. Surah 4: An-Nisa’: Ayat 106: “Dan hendaklah engkau memohon &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;ke&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;ampun&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;an&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt; daripada Allah; sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.” Surah 11: Hud: Ayat 90: “Dan mintalah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;ke&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;ampun&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;an&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt; Tuhanmu, kemudian kembalilah taat kepada&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Mengasihani, lagi Maha Pengasih” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 21.25pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 0cm .0001pt 21.25pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;22. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;(50X) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;22.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Tiada Tuhan Melainkan Allah  (50X) &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;, Komentar tentang kalimah tauhid sangat panjang. Kalimah “La ilaha illallah” ini adalah kunci syurga. Diriwayatkan oleh Abu Dzar bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Allah tidak membenarkan seseorang masuk ke neraka jikalau dia mengucapkan kalimah tauhid ini berulang-ulang kali.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;23. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;وَسَلَّمَ وَشَرَّفَ وَكَرَّمَ وَمَجَّدَ وَعَظَّمَ وَرَضِيَ اللهُ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;تَعاَلَى عَنْ آلِ وَأَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ، &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ بِإِحْسَانٍ مِنْ يَوْمِنَا هَذَا &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَعَلَيْناَ مَعَهُمْ وَفِيْهِمْ بِرَحْمَتِكَ يَا &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-21.25pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;23.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Muhammad Rasulullah, Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Mencucurkan Selawat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;dan Kesejahteraan keatasnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt; dan keluarganya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;. Moga-moga dipermuliakan, diperbesarkan, dan diperjunjungkan kebesarannya. Serta Allah Ta'ala meredhai akan sekalian keluarga dan sahabat Rasulullah, sekalian tabi'in dan yang mengikuti mereka dengan kebaikan dari hari ini sehingga Hari Kiamat, dan semoga kita bersama mereka dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih daripada yang mengasihani. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 21.25pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 0cm .0001pt 21.25pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;24.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;قُلْ هُوَ اللهُ أَحَـدٌ. اَللهُ الصَّمَـدُ. لَمْ يَلِـدْ وَلَمْ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;يٌوْلَـدْ. وَلَمْ يَكُـنْ لَهُ كُفُـوًا أَحَـدٌ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt; (3X) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;24.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Dialah Allah Yang Maha Esa; Allah Yang menjadi tumpuan segala permohonan; Ia tidak beranak, dan Ia pula tidak diperanakkan; Dan tidak ada sesiapapun yang sebanding dengan-Nya.  Surah Al-Ikhlas (3&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;X&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;)&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;. Dari &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Imam &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Bukhari, diriwayatkan daripada Abu Sa’id al-khudri; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;se&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;seorang mendengar bacaan surah al-Ikhlas berulang-ulang di masjid. Pada keesokan paginya dia datang kepada Rasulullah s.a.w. dan sampaikan perkara itu kepadanya sebab dia menyangka bacaan itu tidak cukup dan lengkap. Rasulullah s.a.w berkata, “Demi tangan yang memegang nyawaku, surah itu seperti sepertiga al Quran!” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Dari Al-Muwatta', diriwayatkan oleh Abu Hurairah; Saya sedang berjalan dengan Rasulullah s.a.w, lalu baginda mendengar seseorang membaca surah al-Ikhlas. Baginda berkata, “Wajiblah.” Saya bertanya kepadanya, “Apa ya Rasulallah?” Baginda menjawab, “Syurga” (Wajiblah syurga bagi si pembaca itu). &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 21.25pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 0cm .0001pt 21.25pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;25.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِنْ شَرِّ ماَ خَلَقَ، وَمِنْ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;الْعُقَدِ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَد&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;25.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad); “Aku berlindung dengan Tuhan yang menciptakan cahaya subuh, daripada kejahatan makhluk-makhluk yang Ia ciptakan; dan daripada kejahatan malam apabila ia gelap gelita; dan daripada (ahli-ahli sihir) yang menghembus pada simpulan-simpulan ikatan; dan daripada kejahatan orang yang dengki apabila ia melakukan kedengkiannya”. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Surah Al-Falaq&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;. Diriwayatkan daripada Aisyah r.a katanya: Rasulullah s.a.w biasanya apabila ada salah seorang anggota keluarga baginda yang sakit, baginda menyemburnya dengan membaca bacaan-bacaan. Sementara itu, ketika baginda menderita sakit yang menyebabkan baginda wafat, aku juga menyemburkan baginda dan mengusap baginda dengan tangan baginda sendiri, kerana tangan baginda tentu lebih banyak berkatnya daripada tanganku. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 21.25pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 0cm .0001pt 21.25pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;26.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَهِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;النَّاسِ،  مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، اَلَّذِيْ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;يُوَسْوِسُ فِي صُدُوْرِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;وَالنَّاسِ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.25pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.25pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;26.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Aku berlindung &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Tuhan sekalian manusia. Yang Menguasai sekalian manusia, Tuhan yang berhak disembah oleh sekalian manusia, Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam, Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia, dari kalangan jin dan manusia”.     Surah An-Nas&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;. Dari Tirmidhi diriwayatkan daripada Abu Sa’id al-Khudri; Nabi Muhammad s.a.w selalu meminta perlindungan daripada kejahatan jin dan perbuatan hasad manusia. Apabila surah al-falaq dan an-nas turun, baginda ketepikan yang lain dan membaca ayat-ayat ini sahaja.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.25pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.25pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-top:6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;27.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;اَلْفَاتِحَةَ إِلَى رُوحِ سَيِّدِنَا الْفَقِيْهِ الْمُقَدَّمِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;مُحَمَّد بِن عَلِيّ باَ عَلَوِي وَأُصُولِهِمْ وَفُرُوعِهِمْ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;وَكفَّةِ سَادَاتِنَا آلِ أَبِي عَلَوِي أَنَّ اللهَ يُعْلِي &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيَنْفَعُنَا بِهِمْ وَبِأَسْرَارِهِمْ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;وَأَنْوَارِ هِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْياَ وَالآخِرَةِ. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;27.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Bacalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Al-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;fatihah kepada roh Penghulu kita al-Faqih al-Muqaddam, Muhammad ibn Ali Ba’alawi, dan kepada asal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;usul dan keturunannya, dan kepada semua penghulu kita dari keluarga bani ‘Alawi, moga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;moga Allah tinggikan darjat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;mereka &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;di syurga, dan memberi kita manfaat dengan mereka, rahsia-rahsia mereka, cahaya mereka di dalam agama, dunia dan akhirat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;28.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;اَلْفَاتِحَةَ إِلَى أَرْوَاحِ ساَدَاتِنَا الصُّوْفِيَّةِ أَيْنَمَا &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;كَانُوا فِي مَشَارِقِ الأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا وَحَلَّتْ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;أَرْوَاحُهُمْ - أَنَّ اللهَ يُعْلِي دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;وَيَنْفَعُنَا بِهِمْ وَبِعُلُومِهِمْ وَبِأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;هِمْ، وَيُلْحِقُنَا بِهِمْ فِي خَيْرٍ وَعَافِيَةٍ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;28.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Bacalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;al-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;fatihah kepada roh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;-roh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt; Penghulu kita Ahli Ahli Sufi, di mana saja roh mereka berada, di timur atau barat, moga moga Allah tinggikan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;darjat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;mereka di syurga, dan memberi kita manfaat dengan mereka, ilmu-ilmu mereka, rahsia-rahsia mereka, cahaya mereka, dan golongkan kami bersama mereka dalam keadaan baik dan afiah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;29.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;اَلْفَاتِحَةَ إِلَى رُوْحِ صاَحِبِ الرَّاتِبِ قُطْبِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;الإِرْشَادِ وَغَوْثِ الْعِبَادِ وَالْبِلاَدِ الْحَبِيْبِ عَبْدِ اللهِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;بِنْ عَلَوِي الْحَدَّاد وَأُصُوْلِهِ وَفُرُوْعِهِ أَنَّ اللهَ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;يُعْلِي دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّة وَيَنْفَعُنَا بِهِمْ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;وَأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ بَرَكَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;وَالدُّنْياَ وَالآخِرَةِ. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;29.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Bacalah fatihah kepada roh Penyusun Ratib ini, &lt;i&gt;Qutbil-Irshad&lt;/i&gt;, Penyelamat kaum dan negaranya, Al-Habib Abdullah ibn Alawi Al-Haddad, asal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;usul dan keturunannya, moga moga Allah meninggikan darjat mereka di syurga, dan memberi kita manfaat dari mereka, rahsia-rahsia mereka, cahaya dan berkat mereka di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;dalam agama, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;dunia dan akhirat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;30.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;اَلْفَاتِحَة إِلَى كَافَّةِ عِبَادِ اللهِ الصّالِحِينَ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;وَالْوَالِدِيْنِ وَجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ أَنْ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;وَيَرْحَمُهُمْ وَيَنْفَعُنَا بَأَسْرَارِهِمْ وبَرَكَاتِهِمْ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;30.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Bacalah Fatihah kepada hamba hamba Allah yang s&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;leh, ibu bapa kami, mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, moga moga Allah mengampun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt; mereka dan merahmati mereka dan memberi kita manfaat dengan rahsia rahsia dan barakah mereka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 21.25pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 0cm .0001pt 21.25pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;31. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;(ويدعو القارئ) :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;31.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Berdoalah disini apa yang di hajati.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt; :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.6pt; text-align: justify; text-indent: 34pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-left:21.6pt;text-align:justify;text-indent:34pt;" dir="rtl"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;اَلْحَمْدُ اللهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;مُحَمَّدٍ وأَهْلِ بَيْتِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. اَللَّهُمَّ إِنَّا &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;نَسْأَلُكَ بِحَقِّ الْفَتِحَةِ الْمُعَظَّمَةِ وَالسَّبْعِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;الْمَثَانِيْ أَنْ تَفْتَحْ لَنَا بِكُلِّ خَيْر، وَأَنْ تَتَفَضَّلَ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;عَلَيْنَا بِكُلِّ خَيْر، وَأَنْ تَجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْخَيْر، &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;وَأَنْ تُعَامِلُنَا يَا مَوْلاَنَا مُعَامَلَتَكَ لأَهْلِ الْخَيْر،&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt; وَأَنْ تَحْفَظَنَا فِي أَدْيَانِنَا وَأَنْفُسِنَا وَأَوْلاَدِنَا &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;وَأَصْحَابِنَا وَأَحْبَابِنَا مِنْ كُلِّ مِحْنَةٍ وَبُؤْسٍ وَضِيْر &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;إِنَّكَ وَلِيٌّ كُلِّ خَيْر وَمُتَفَضَّلٌ بِكُلِّ خَيْر وَمُعْطٍ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;لِكُلِّ خَيْر يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam, segala puji pujian bagi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Nya atas penambahan ni&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;k&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;mat-Nya kepada kami, moga moga Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;mencucurkan selawat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;dan kesehahteraan ke atas Penghulu kami Muhammad&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt; ahli keluarga dan sahab&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;t&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;sahabat baginda. Wahai Tuhan, kami memohon dengan haq (benarnya) surah fatihah yang Agung, iaitu tujuh ayat yang selalu di ulang-ulang, bukakan untuk kami segala perkara kebaikan dan kurniakanlah kepada kami segala kebaikan, jadikanlah kami dari golongan insan yang baik; dan peliharakanlah kami Ya tuhan kami. sepertimana Kamu memelihara hamba-hambaMu yang baik, lindungilah agama kami, diri kami, anak anak kami, sahabat-sahabat kami, serta semua yang kami sayangi dari segala kesengsaraan, kesedihan, dan kemudharatan. Sesungguhnya Engkaulah Maha Pelindung dari seluruh kebaikan dan Engkaulah yang mengurniakan seluruh kebaikan dan memberi kepada sesiapa saja kebaikan dan Engkaulah yang  Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Amin Ya Rabbal Alamin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -18pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-18pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" mce_style="font-size:16pt;"&gt;32. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْـأَلُكَ رِضَـاكَ وَالْجَنَّـةَ وَنَـعُوْذُ بِكَ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 21.25pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -18pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:6pt 21.25pt .0001pt 0cm;text-align:justify;text-indent:-18pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;مِنْ سَـخَطِكَ وَالنَّـارِ.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;(3X)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;32.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Ya Allah, sesungguhnya kami &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;mohon keredhaan dan sy&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;u&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;rga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Mu; dan kami &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;mohon perlindungan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Mu dari kemarahan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Mu dan api neraka.  (3&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;X&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;)&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;. Dari Tirmidhi dan Nasa’i, diriwayatkan daripada Anas ibn Malik: Rasulullah s.a.w. bersabda, “Jikalau sesiapa memohon kepada Allah untuk syurga tiga kali, Syurga akan berkata, “Ya Allah bawalah dia ke dalam syurga;” dan jikalau ia memohon perlindungan dari api neraka tiga kali, lalu neraka pun akan berkata, “Ya Allah berilah dia perlindungan dari neraka.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.6pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; margin-top: 6pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;margin-top:6pt;" dir="rtl"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;"&gt;انتهى الراتب الشهير&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;font-family:Arial;" &gt;Tamat&lt;i&gt; Ratib Al-Haddad&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4804581797835760962-5070027447376051386?l=rifqie24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rifqie24.blogspot.com/feeds/5070027447376051386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2008/11/ratib-al-haddad.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/5070027447376051386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4804581797835760962/posts/default/5070027447376051386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rifqie24.blogspot.com/2008/11/ratib-al-haddad.html' title='Ratib Al-Haddad'/><author><name>Rifqi Idrus Al Hamid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09004374141160334628</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nm1UfBJQGi0/TH_zt55v_xI/AAAAAAAAAcs/8ByS0EECP2o/S220/Favicon%5B2%5D.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4804581797835760962.post-7117705435908987244</id><published>2008-11-24T02:19:00.000+09:00</published><updated>2008-11-24T02:23:27.319+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wirdullatif'/><title type='text'>Wirdu-Latif (الوِرْدُ اْللَطِيف)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;Zikir Pagi Dan Petang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;Susunan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 24pt;"&gt;الإمام القطب عبد الله بن علوي الحداد&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;" dir="rtl"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;Al-Imam Al-Qutub&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt; Abdullah bin &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" mce_style="font-size:20pt;"&gt;Alawi Al-Haddad&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; margin-left: 2.45pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;margin-left:2.45pt;" dir="rtl"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; margin-left: 2.45pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;margin-left:2.45pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 24pt;"&gt;الوِرْدُ اْللَطِيف&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; margin-left: 2.45pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;margin-left:2.45pt;" dir="rtl"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Wirdul-Latif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-bottom:3pt;text-align:justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Wirdul-Latif&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt; adalah satu dari susunan &lt;i&gt;wirid dan zikir&lt;/i&gt; oleh Al&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Imam Al&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad. Selalunya ia dibaca berseorangan pada waktu pagi dan petang. Seperti karangannya yang lain, Imam Haddad menguatkan wirid ini dengan ayat-ayat Al-Quran dan hadith&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Dengan cara tulisannya yang senang difaham, pendek dan tepat, beliau menyusun ayat-ayat &lt;i&gt;Al-Quran&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Hadith&lt;/i&gt; untuk berzikir kebesaran dan kelebihan Allah. Dinamakan &lt;i&gt;Wirdul-Latif&lt;/i&gt; (wirid ringan) sebab senang dibaca dan senang dirasakan di hati kita. Juga sebab ia tidak begitu panjang seperti wirid yang besarnya, iaitu &lt;i&gt;Wirdul-Kabir&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 1.4pt 3pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 1.4pt 3pt 0cm;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 1.4pt 3pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 1.4pt 3pt 0cm;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Karangan dan bacaan &lt;i&gt;Wirdul-Latif&lt;/i&gt; di sini ialah seperti yang dianjurkan oleh pengikut-pengikut, murid-murid dan muslimin di negeri Arab, Semenanjung Asia dan Africa, dari keturunan Al-Haddad, &lt;i&gt;Munsib-munsibnya &lt;/i&gt;di maqam Imam al Haddad di Al-Hawi, Tarim - Hadhramaut di negara Yaman. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 1.4pt 3pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 1.4pt 3pt 0cm;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 1.4pt 3pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 1.4pt 3pt 0cm;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Imam Alawi bin Ahmad bin Hassan Al-Haddad, anak kepada cucu beliau telah menyusunkan wirid ini dengan mengurangkan jumlah bacaan &lt;i&gt;tasbih&lt;/i&gt; and &lt;i&gt;tahmeed. &lt;/i&gt;Perulangan &lt;i&gt;tasbih&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;tahmeed&lt;/i&gt; dikurangkan ke&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;pada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt; tiga dan ditambah satu ayat untuk gantinya. Baginda mengikut arahan Allah seperti di Surah 2 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Al-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Baqara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;h&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt; Ayat 286: “Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 1.4pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:1.4pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Diriwayatkan daripada Anas r.a. katanya: Rasulullah s.a.w telah masuk ke masjid dan baginda mendapati ada seutas tali yang direntangkan di antara dua tiang, lalu baginda bertanya: “Tali apakah ini?” Para Sahabat menjawab, “Tali itu digunakan oleh Zainab untuk sembahyang, apabila dia merasa malas atau keletihan dia akan berpegang pada tali tersebut.” Rasulullah s.a.w bersabda lagi, “Lepaskan ikatan tali tersebut, seseorang dari kamu hendaklah bersembahyang dengan keupayaan yang ada pada dirinya, apabila dia malas atau letih maka hendaklah dia berhenti.” Zainab adalah seorang yang kukuh imannya. Kemudian Rasulullah s.a.w. bertanya kepada Zainab r.a. jikalau ia mahu belajar satu zikir yang berpahala serupa dengan membaca bilangan zikir-zikir ini. Dan Baginda pun berkata, “tambahkan kalimah ‘seberapa banyak ciptaan Nya’ kepada setiap tasbih, taslim and tahmeed”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 1.4pt 6pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 1.4pt 6pt 0cm;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Sudah tentulah lebih baik kalau kita ada masa dan tenaga untuk membaca wirid ini dengan sepenuhnya. Insya Allah Allah akan memberi kita taufiq dan hidayat dan merahmati Al-Habib kita serta memimpin kita ke jalan yang benar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 1.4pt 6pt 0cm; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 1.4pt 6pt 0cm;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; margin-right: 2.45pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;margin-right:2.45pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; margin-right: 2.45pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:center;margin-right:2.45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 24pt;"&gt;الوِرْدُ اْللَطِيف&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; margin-right: 2.45pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;margin-right:2.45pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;1.     بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;قُلْ هُوَ اْللهُ أَحَدٌ، اَللهُ اْلصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يٌوْلَدْ، وَلَمْ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ. (ثلاثا)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 1.3pt; text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:1.3pt;text-align:right;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 1.3pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:1.3pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Dialah Allah Yang Maha Esa; Allah Yang menjadi tumpuan segala permohonan; Ia tidak beranak, dan Ia pula tidak diperanakkan; Dan tidak ada sesiapapun yang sebanding dengan-Nya.  (Surah Al-Ikhlas (3X)) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.25pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 1.3pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:1.3pt;text-align:justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Dari Imam Bukhari, diriwayatkan daripada Abu Sa’id al-khudri; seseorang mendengar bacaan surah al-Ikhlas berulang-ulang di masjid. Pada keesokan paginya dia datang kepada Rasulullah s.a.w. dan sampaikan perkara itu kepadanya sebab dia menyangka bacaan itu tidak cukup dan lengkap. Rasulullah s.a.w berkata, “Demi tangan yang memegang nyawaku, surah itu seperti sepertiga al Quran!” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 1.3pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:1.3pt;text-align:justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Dari Al-Muwatta', diriwayatkan oleh Abu Hurairah; Saya sedang berjalan dengan Rasulullah s.a.w, lalu baginda mendengar seseorang membaca surah al-Ikhlas. Baginda berkata, “Wajiblah.” Saya bertanya kepadanya, “Apa ya Rasulallah?” Baginda menjawab, “Syurga” (Wajiblah syurga bagi si pembaca itu). &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;" dir="rtl"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;2.     بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِنْ شَرِّ ماَ خَلَقَ، وَمِنْ شَـرِّ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِنْ شَـرِّ النَّـفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِنْ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt; شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ.   (ثلاثا)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 1.3pt; text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:1.3pt;text-align:right;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 1.3pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:1.3pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad); “Aku berlindung dengan Tuhan yang menciptakan cahaya subuh, daripada kejahatan makhluk-makhluk yang Ia ciptakan; dan daripada kejahatan malam apabila ia gelap gelita; dan daripada (ahli-ahli sihir) yang menghembus pada simpulan-simpulan ikatan; dan daripada kejahatan orang yang dengki apabila ia melakukan kedengkiannya”.   (Surah Al-Falaq&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt; (3X))&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 21.25pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:21.25pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.45pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:2.45pt;text-align:justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Diriwayatkan daripada Aisyah r.a katanya: Rasulullah s.a.w biasanya apabila ada salah seorang anggota keluarga baginda yang sakit, baginda menyemburnya dengan membaca bacaan-bacaan. Sementara itu, ketika baginda menderita sakit yang menyebabkan baginda wafat, aku juga menyemburkan baginda dan mengusap baginda dengan tangan baginda sendiri, kerana tangan baginda tentu lebih banyak berkatnya daripada tanganku..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.45pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:2.45pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.45pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:2.45pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;3.     بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَهِ النَّاسِ، مِنْ شَرِّ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt; الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ اَلَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِ، &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ. (ثلاثا) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 1.3pt; text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:1.3pt;text-align:right;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 1.3pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:1.3pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Aku berlindung &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Tuhan sekalian manusia. Yang Menguasai sekalian manusia, Tuhan yang berhak disembah oleh sekalian manusia, Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam, Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia, dari kalangan jin dan manusia”. (Surah An-Nas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt; (3X))&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 1.3pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:1.3pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 1.3pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:1.3pt;text-align:justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Dari Tirmidhi diriwayatkan daripada Abu Sa’id al-Khudri; Nabi Muhammad s.a.w selalu meminta perlindungan daripada kejahatan jin dan perbuatan hasad manusia. Apabila surah al-falaq dan an-nas turun, baginda ketepikan yang lain dan membaca ayat-ayat ini sahaja.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 2.45pt 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 2.45pt .0001pt 35.45pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 19.3pt 18pt 2.45pt; text-align: right; text-indent: -19.3pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 19.3pt 18pt 2.45pt;text-align:right;text-indent:-19.3pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;4. رَبِّ أَعُوذُ بِـكَ مِنْ هَمَـزَاتِ الشَّيَـاطِينِ، وَأَعُوذُ بِكَ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 19.3pt 18pt 2.45pt; text-align: right; text-indent: -19.3pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 19.3pt 18pt 2.45pt;text-align:right;text-indent:-19.3pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;رَبِّ أَنْ يَحْضُـرُونِ.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;(ثلاثا)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 19.3pt 18pt 2.45pt; text-align: right; text-indent: -19.3pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 19.3pt 18pt 2.45pt;text-align:right;text-indent:-19.3pt;" dir="rtl"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.45pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:2.45pt;text-align:justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Ya Tuhanku, aku berlindung dengan-Mu dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung pula dengan-Mu ya Tuhanku dari kedatangan mereka kepadaku. (3&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;X&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;). &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;(Surah 23: Al-Mu’minun Ayat 97-98)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; margin-right: 2.45pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;margin-right:2.45pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.45pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:2.45pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 18pt 2.45pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 0cm 18pt 2.45pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;5. أَ فَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاَ وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لاَ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 18pt 2.45pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 0cm 18pt 2.45pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;تُرْجَعُـوْنَ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.15pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:2.15pt;text-align:justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main saja, dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;(Surah 23: Al-Mu’minun Ayat 115)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; margin-right: 2.15pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;margin-right:2.15pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.15pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:2.15pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 18pt 2.45pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 0cm 18pt 2.45pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;6.     فَتَعَالَى اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ رَبُّ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 18pt 2.45pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 0cm 18pt 2.45pt;text-align:justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.15pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:2.15pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;6.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya - Tidak ada Tuhan Selain Dia - Tuhan yang mempunyai ‘Arsy yang Agung. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;(Surah 23: Al-Mu’minun Ayat 116)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.15pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:2.15pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; margin-right: 2.15pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;margin-right:2.15pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.15pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:2.15pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.15pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:2.15pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36pt 18pt 2.45pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 36pt 18pt 2.45pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;7.     وَ مَنْ يَدْعُ مَعَ اللهِ إِلَهاً آخَرَ لاَ بُرْهَانَ لَهُ بِـهِ، &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36pt 18pt 2.45pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 36pt 18pt 2.45pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;فَإِنَّمَا حِسَـابُهُ، عِنْدَ &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;رَبّـِهِ، إِنَّـهُ لاَ يُفْلِحُ الْكَافِـرُوْنَ. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.15pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:2.15pt;text-align:justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;7.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tida&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;k&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt; beruntung.&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt; (Surah 23: Al-Mu’minun Ayat 117)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.15pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:2.15pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; margin-right: 2.15pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;margin-right:2.15pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.15pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:2.15pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.15pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:2.15pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 34pt 0.0001pt 2.45pt; text-align: justify; text-indent: -34pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 34pt .0001pt 2.45pt;text-align:justify;text-indent:-34pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;8.     وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.45pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:2.45pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.45pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:2.45pt;text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;8.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Dan katakanlah: Ya Tuhanku berilah ampunan dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat yang paling baik! &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;(Surah 23: Al-Mu’minun Ayat 118)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.45pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:2.45pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; margin-right: 2.45pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;margin-right:2.45pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.45pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:2.45pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.45pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-right:2.45pt;text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36pt 18pt 2.45pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 36pt 18pt 2.45pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;9.     فَسُبْحَانَ اللهِ حِيْنَ تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;9.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;(Surah 30: Ar-Rum Ayat 17)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36pt 18pt 2.45pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 36pt 18pt 2.45pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;10. وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِيْنَ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36pt 18pt 2.45pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 36pt 18pt 2.45pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;تُظْهِرُوْنَ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;10.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Dan bagiNyalah segala puji di langit dan bumi, dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;di waktu petang dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;di waktu kamu berada di waktu dhuhur. (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Surah 30: Ar-Rum Ayat 18)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36pt 18pt 2.45pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 36pt 18pt 2.45pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;11.   يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36pt 18pt 2.45pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 36pt 18pt 2.45pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;الْحَيِّ،  وَيُحْيِ الأَرْضَ بَعْدَ &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;مَوْتِهَا وَكَذَلِكَ تُخْرِجُوْنَ&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;11.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya: dan seperti itulah kamu dikeluarkan dari kubur. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;(Surah 30: Ar-Rum Ayat 19)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36pt 0.0001pt 2.45pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 36pt .0001pt 2.45pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;12.   أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36pt 0.0001pt 2.45pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 36pt .0001pt 2.45pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;" dir="rtl"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36pt 0.0001pt 2.45pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 36pt .0001pt 2.45pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;الرَّجِيْم.ِ   (ثلاثا)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;12.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Aku berlindung dengan Allah Yang Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui dari bisikan syaitan yang terkutuk.  (3X)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Dari Abu Daud diriwayatkan daripada Abu Sa’id al-Khudri; “Apabila  Rasulullah s.a.w. sembahyang tahajjud, selepas beliau bertakbir, baginda membaca: “Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar dan Lailaha illallah, tiga kali kemudian beliau mengucap: “Aku berlindung dengan Allah, Yang Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui dari bisikan syaitan yang terkutuk, dari bisikannya, godaannya dan ludahnya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36pt 9pt 2.45pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 36pt 9pt 2.45pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;13.   لَوْ أَنْزَلْنَـا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًـا &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36pt 9pt 2.45pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 36pt 9pt 2.45pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللهِ،&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36pt 9pt 2.45pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 36pt 9pt 2.45pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;13.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah-pecah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.  (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Surah 59: Al-Hashr Ayat 21)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36pt 9pt 2.45pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 36pt 9pt 2.45pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;14.   هُوَ اللهُ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36pt 9pt 2.45pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 36pt 9pt 2.45pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;وَالشَّهاَدَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيْمُ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;14.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Dialah Allah Yang Tiada Tuhan selain Dia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt; Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang. (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Surah 59: Al-Hashr Ayat 22)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 2.45pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 2.45pt .0001pt 36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 2.45pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 2.45pt .0001pt 36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36pt 9pt 2.45pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 36pt 9pt 2.45pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;15.   هُوَ اللهُ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36pt 9pt 2.45pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 36pt 9pt 2.45pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;السَّلاَمُ الْمُؤْمِـنُ الْمُهَيْمِنُ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ، &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36pt 9pt 2.45pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="margin:0cm 36pt 9pt 2.45pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" mce_style="font-size:18pt;"&gt;سُبْحَانَ اللهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;15.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Dialah Allah Yang Tiada Tuhan Selain Dia; Raja Yang Maha Suci; Yang Maha Sejahtera; Yang Mengurniakan keamanan; Yang Maha Memelihara; Yang Maha Perkasa; Yang Maha Kuasa; Yang Memeliki Segala Keagungan. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-family:Arial;" &gt;Surah 59: Al-Hashr Ayat 23)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:right;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-align:justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);" mce_style="text-
